AKPERAKPER
Jurnal Wacana KesehatanJurnal Wacana KesehatanInsomnia adalah gangguan tidur yang sering terjadi dan bisa mengurangi kualitas hidup. Insomnia dapat ditangani dengan metode farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya adalah akupunktur, yang dianggap efisien dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti empiris mengenai akupunktur dalam mengurangi gejala insomnia. Metodenya adalah tinjauan pustaka dengan pencarian melalui basis data seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci akupunktur, insomnia, dan gangguan kesehatan. Artikel yang termasuk dalam kriteria adalah yang dipublikasikan antara 2018 hingga 2025, melibatkan terapi akupunktur atau elektroakupunktur, ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris, dengan subjek berusia 15–70 tahun, dan melaporkan hasil pasca terapi. Dari 200 artikel yang ditemukan, terdapat 8 artikel yang sesuai dengan kriteria. Analisis menunjukkan bahwa akupunktur, baik sebagai terapi tunggal atau dalam kombinasi dengan metode lain (seperti herbal, aromaterapi, atau terapi kognitif perilaku), secara konsisten memperbaiki durasi dan kualitas tidur, mengurangi skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), menurunkan kecemasan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien dalam berbagai kelompok populasi, seperti remaja, dewasa, lansia, dan pasien dengan penyakit kronis. Pada akhirnya, akupunktur adalah intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan berpotensi tinggi sebagai terapi insomnia.
Berdasarkan penelaahan dari 8 artikel yang diperiksa, dapat disimpulkan bahwa akupunktur menunjukkan efektivitas dalam mengurangi gejala insomnia dan meningkatkan kualitas tidur di berbagai kelompok populasi, termasuk remaja, dewasa, lansia, serta pasien dengan penyakit kronis.Efektivitasnya terlihat baik pada terapi mandiri maupun dalam kombinasi dengan metode lain seperti herbal, aromaterapi, atau CBT-I.Hasilnya konsisten menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam durasi tidur, skor PSQI, penurunan kecemasan, serta peningkatan kualitas hidup pada pasien.
Mengingat akupunktur menunjukkan potensi besar sebagai intervensi nonfarmakologis untuk insomnia, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, karena studi tinjauan ini menyoroti variasi metode, titik akupunktur, dan durasi terapi, penelitian di masa depan dapat difokuskan pada pengembangan protokol akupunktur yang terstandardisasi. Penting untuk melakukan uji klinis acak terkontrol yang ketat untuk mengidentifikasi kombinasi titik akupunktur dan frekuensi terapi yang paling optimal, sehingga temuan dapat lebih mudah direplikasi dan dibandingkan. Kedua, meskipun efektivitasnya terbukti, mekanisme kerja akupunktur dalam meningkatkan kualitas tidur masih memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Peneliti dapat menggunakan teknologi pencitraan otak modern atau analisis biomarker, seperti kadar neurotransmitter dan hormon yang terkait dengan tidur, untuk mengidentifikasi jalur biologis spesifik yang dimodulasi oleh akupunktur. Ini akan membantu menjelaskan bagaimana akupunktur secara neurologis dan fisiologis mempengaruhi siklus tidur-bangun. Ketiga, studi lanjutan juga perlu meninjau efektivitas jangka panjang akupunktur. Mengapa tidak meneliti apakah manfaat akupunktur tetap bertahan setelah terapi dihentikan atau apakah diperlukan sesi pemeliharaan? Selain itu, mengeksplorasi secara lebih rinci bagaimana akupunktur bekerja pada subpopulasi spesifik, seperti pasien dengan jenis penyakit kronis tertentu, akan sangat membantu dalam menyesuaikan pendekatan terapi secara lebih personal dan efektif, memaksimalkan manfaat bagi kelompok pasien yang berbeda.
| File size | 314.72 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES oleh karena itu, kombinasi gejala klinis, pemeriksaan pencitraan, dan pemeriksaan laboratorium berkontribusi untuk menetapkan diagnosis TB renal. Selainoleh karena itu, kombinasi gejala klinis, pemeriksaan pencitraan, dan pemeriksaan laboratorium berkontribusi untuk menetapkan diagnosis TB renal. Selain
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Bronkopneumonia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyatakan peradangan yang terjadi pada dinding bronkiolus dan jaringan paru di sekitarnya. penelitianBronkopneumonia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyatakan peradangan yang terjadi pada dinding bronkiolus dan jaringan paru di sekitarnya. penelitian
CENDIKIAJENIUS INDCENDIKIAJENIUS IND N dengan bronkopneumonia di Ruang Rawat Inap RSPPN Panglima Besar Soedirman. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi kasus keperawatan anak yangN dengan bronkopneumonia di Ruang Rawat Inap RSPPN Panglima Besar Soedirman. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi kasus keperawatan anak yang
MARANATHAMARANATHA Tujuan laporan ini adalah untuk mempresentasikan pilihan teknik anestesi untuk memfasilitasi pasien hamil dengan sindrom Eisenmenger yang menjalani sectioTujuan laporan ini adalah untuk mempresentasikan pilihan teknik anestesi untuk memfasilitasi pasien hamil dengan sindrom Eisenmenger yang menjalani sectio
UNUSAUNUSA Parameter koagulasi, yakni D‑Dimer, Prothrombin Time (PT), dan Activated Prothrombin Thromboplastin Time (APTT), biasanya meningkat pada pasien COVID‑19.Parameter koagulasi, yakni D‑Dimer, Prothrombin Time (PT), dan Activated Prothrombin Thromboplastin Time (APTT), biasanya meningkat pada pasien COVID‑19.
UMPALOPOUMPALOPO PLB menjadi focus peneliti karena mampu membantu mengatasi keluhan sesak napas juga mudah untuk dilakukan oleh penderita secara mandiri dan tidak membutuhkanPLB menjadi focus peneliti karena mampu membantu mengatasi keluhan sesak napas juga mudah untuk dilakukan oleh penderita secara mandiri dan tidak membutuhkan
PUSKOMCERIAPUSKOMCERIA Modalitas fisioterapi yang dapat diberikan dalam kondisi ini adalah infra merah, chest therapi, dan neuro development treatment. Kesimpulannya, intervensiModalitas fisioterapi yang dapat diberikan dalam kondisi ini adalah infra merah, chest therapi, dan neuro development treatment. Kesimpulannya, intervensi
MARANATHAMARANATHA Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan desain studi potong lintang menggunakan data rekam medis dari tahun 2011 hingga 2016. KriteriaPenelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan desain studi potong lintang menggunakan data rekam medis dari tahun 2011 hingga 2016. Kriteria
Useful /
AKPERAKPER Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti terkini mengenai promosi kesehatan holistik pada remaja dengan mencakup aspek fisik, emosional,Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti terkini mengenai promosi kesehatan holistik pada remaja dengan mencakup aspek fisik, emosional,
EDUPARTNEREDUPARTNER Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa beberapa faktor memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelianBerdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa beberapa faktor memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
UNUSAUNUSA Coronavirus disease 2019 telah menjadi masalah global yang menyebabkan ratusan ribu kematian di seluruh dunia. Hemoglobin lebih rentan terhadap seranganCoronavirus disease 2019 telah menjadi masalah global yang menyebabkan ratusan ribu kematian di seluruh dunia. Hemoglobin lebih rentan terhadap serangan
UNYUNY Hasil menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan meningkatkan kedua variabel dibandingkan pembelajaran konvensional.Hasil menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan meningkatkan kedua variabel dibandingkan pembelajaran konvensional.