STAIYPIQBAUBAUSTAIYPIQBAUBAU
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia SejahteraJurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia SejahteraKonsumsi kafein berlebih di kalangan mahasiswa dapat menyebabkan efek negatif terhadap kesehatan, seperti gangguan tidur, kecemasan, dan ketergantungan. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah workshop diadakan untuk memperkenalkan infused water sebagai alternatif minuman yang lebih sehat bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang manfaat infused water dalam mendukung hidrasi dan energi secara alami tanpa efek samping dari kafein. Workshop ini menggunakan tiga metode: ceramah, pelatihan praktis, dan pembagian leaflet informatif. Ceramah memberikan wawasan tentang dampak negatif konsumsi kafein berlebih dan menyoroti manfaat infused water, termasuk meningkatkan hidrasi dan detoksifikasi tubuh. Pelatihan praktis memungkinkan peserta membuat infused water dengan bahan alami seperti lemon dan timun, sehingga mendorong keterlibatan langsung dan penerapan pengetahuan secara langsung. Leaflet dibagikan untuk memperkuat materi yang disampaikan dan menjadi panduan bagi peserta untuk dibagikan kepada orang lain. Evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan mahasiswa tentang risiko kesehatan akibat konsumsi kafein berlebih serta minat mereka dalam mengadopsi infused water sebagai alternatif. Umpan balik positif menunjukkan bahwa materi yang disampaikan informatif dan praktis untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu untuk demonstrasi praktis, workshop ini berhasil mencapai tujuannya untuk mempromosikan pilihan minuman yang lebih sehat serta membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis untuk mendukung perubahan perilaku jangka panjang. Program ini menunjukkan potensi integrasi metode edukasi dan interaktif dalam mendorong kebiasaan hidup yang lebih sehat, sekaligus menjadikan mahasiswa agen perubahan di komunitas mereka.
Workshop edukasi tentang kafein dan infused water telah berhasil meningkatkan kesadaran mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo mengenai bahaya konsumsi kafein berlebihan serta menyediakan alternatif minuman sehat dan menyegarkan.Pemahaman akan dampak negatif kafein terhadap kesehatan sangat krusial untuk mengubah kebiasaan minum, dengan infused water terbukti menjadi pilihan yang mendukung hidrasi dan memberikan manfaat kesehatan.Melalui kombinasi metode ceramah, pelatihan, dan media leaflet, program ini tidak hanya berhasil memberikan edukasi tetapi juga memberdayakan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan kampus dan masyarakat luas.
Penelitian lanjutan dapat berfokus pada keberlanjutan dampak workshop ini terhadap perubahan perilaku konsumsi kafein dan adopsi infused water di kalangan mahasiswa. Penting untuk mengetahui apakah peningkatan pengetahuan dan minat yang tercatat langsung setelah program dapat bertahan dalam jangka waktu lebih panjang, misalnya enam bulan atau satu tahun pasca-intervensi, serta faktor-faktor apa saja yang mendukung atau menghambat mahasiswa dalam mempertahankan kebiasaan sehat ini. Selanjutnya, mengingat keterbatasan waktu untuk demonstrasi praktis yang disebutkan, studi dapat mengevaluasi efektivitas program workshop dengan durasi pelatihan praktis yang lebih panjang atau pendekatan yang lebih intensif. Hal ini akan membantu mengidentifikasi apakah waktu praktik yang lebih banyak dapat lebih meningkatkan keterampilan dan motivasi mahasiswa dalam membuat infused water secara mandiri. Selain itu, penelitian masa depan dapat menggali lebih jauh preferensi mahasiswa terhadap berbagai kombinasi bahan infused water dan menilai dampak objektif dari peralihan konsumsi minuman berkafein ke infused water pada indikator kesehatan mereka. Misalnya, apakah ada perubahan signifikan pada kualitas tidur, tingkat hidrasi tubuh, atau penurunan gejala kecemasan yang mungkin terkait dengan konsumsi kafein berlebihan? Akhirnya, pengujian adaptasi program ini di lingkungan akademik lain atau dengan kelompok mahasiswa yang lebih beragam juga dapat memberikan wawasan berharga tentang generalisasi efektivitasnya dalam mendorong gaya hidup sehat di komunitas yang lebih luas.
| File size | 959.29 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JOTIKAJOTIKA Penyampaian materi mengenai pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai media pendukung dalam pemasaran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di UMKMPenyampaian materi mengenai pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai media pendukung dalam pemasaran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di UMKM
UNDIKMAUNDIKMA Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Happy FreshMetode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Happy Fresh
STAIYPIQBAUBAUSTAIYPIQBAUBAU Pasar modern memberikan dampak perubahan tingkat keuntungan pada pasar tradisional di suatu daerah, meskipun tidak memberikan dampak perubahan terhadapPasar modern memberikan dampak perubahan tingkat keuntungan pada pasar tradisional di suatu daerah, meskipun tidak memberikan dampak perubahan terhadap
NEOLECTURANEOLECTURA Penelitian ini menjelajahi peran dan tantangan yang dihadapi UMKM. Dengan menganalisis berbagai literatur terkait, ditemukan bahwa UMKM sering menghadapiPenelitian ini menjelajahi peran dan tantangan yang dihadapi UMKM. Dengan menganalisis berbagai literatur terkait, ditemukan bahwa UMKM sering menghadapi
JOTIKAJOTIKA Dengan strategi yang tepat, media sosial dapat menjadi alat pemasaran yang efektif. Keberadaan media sosial memungkinkan interaksi lebih luas, memperluasDengan strategi yang tepat, media sosial dapat menjadi alat pemasaran yang efektif. Keberadaan media sosial memungkinkan interaksi lebih luas, memperluas
JOTIKAJOTIKA Dengan latar belakang revolusi industri 4. 0 dan pertumbuhan UMKM sebagai pondasi ekonomi rakyat di Indonesia, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkanDengan latar belakang revolusi industri 4. 0 dan pertumbuhan UMKM sebagai pondasi ekonomi rakyat di Indonesia, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan
JOTIKAJOTIKA Indonesia sebagai negara berkembang menjadikan UMKM sebagai pondasi utama sektor perekonomian rakyat yang dilakukan untuk mendorong kemampuan kemandirianIndonesia sebagai negara berkembang menjadikan UMKM sebagai pondasi utama sektor perekonomian rakyat yang dilakukan untuk mendorong kemampuan kemandirian
UAJMUAJM Namun, jumlah UMKM di Kota Makassar masih tergolong rendah dibandingkan beberapa daerah lain di Sulawesi Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakatNamun, jumlah UMKM di Kota Makassar masih tergolong rendah dibandingkan beberapa daerah lain di Sulawesi Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat
Useful /
RUMAHJURNALRUMAHJURNAL Dan hal ini tentu meningkatkan penjualan produk yang mereka lakukan. Disarankan kepada pelaku UMKM dapat mempengaruhi konsumen melalui tampilan yang menarikDan hal ini tentu meningkatkan penjualan produk yang mereka lakukan. Disarankan kepada pelaku UMKM dapat mempengaruhi konsumen melalui tampilan yang menarik
POLNESPOLNES Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pelayanan dan persepsi wisatawan terhadap kualitas layanan di Kawasan Wisata Gunung Kelud KabupatenPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pelayanan dan persepsi wisatawan terhadap kualitas layanan di Kawasan Wisata Gunung Kelud Kabupaten
POLNESPOLNES Museum Batak TB Silalahi Center merupakan salah satu daya tarik wisata di kawasan Danau Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensiMuseum Batak TB Silalahi Center merupakan salah satu daya tarik wisata di kawasan Danau Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi
STIKESEUBSTIKESEUB Sebagian besar remaja putri di SMKN 4 Kota Tanjungpinang tahun 2019 memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (59,5%) tentang vaksinasi HPV untuk mencegahSebagian besar remaja putri di SMKN 4 Kota Tanjungpinang tahun 2019 memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (59,5%) tentang vaksinasi HPV untuk mencegah