URINDOURINDO

Jurnal Bidang Ilmu KesehatanJurnal Bidang Ilmu Kesehatan

Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker untuk menjamin mutu pelayanan. Waktu tunggu pelayanan resep menjadi indikator mutu pelayanan yang berdampak pada kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 98 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Stopwatch serta lembar pengumpulan data (LPD) untuk mengukur waktu tunggu dan kuesioner untuk mengukur kepuasan pasien. Analisis data menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep sesuai standar sebanyak 67 responden (68,4%) dan tidak sesuai standar sebanyak 31 responden (31,6%). Kepuasan pasien menunjukkan bahwa 74 responden (75,5%) puas dan 24 responden (24,5%) tidak puas. Hasil uji spearman rho didapatkan nilai p = 0,000 < α = 0,05, yang menunjukkan adanya hubungan antara waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien. Semua pasien yang mendapatkan pelayanan cepat (sesuai standar) merasa puas tanpa terkecuali, sedangkan mayoritas ketidakpuasan muncul ketika waktu tunggu melebihi batas yang diharapkan. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien di Apotek Sobat Sulfat Kota Malang.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pelayanan resep di Apotek Sobat Sulfat Kota Malang telah memenuhi standar waktu tunggu yang ditetapkan dan mayoritas pasien merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan.Selain itu, terdapat hubungan yang scscsignifikan antara waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien, sehingga semakin sesuai waktu tunggu pelayanan dengan standar yang berlaku, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien.

Penelitian ini telah menunjukkan hubungan penting antara waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien di Apotek Sobat Sulfat Kota Malang. Untuk memperkaya pemahaman di masa depan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dilakukan. Pertama, studi berikutnya dapat memperluas fokus dengan tidak hanya meneliti waktu tunggu, tetapi juga faktor-faktor lain yang memengaruhi kepuasan pasien di apotek komunitas, seperti kualitas komunikasi antara apoteker dan pasien, kenyamanan fasilitas, atau ketersediaan obat. Pendekatan ini bisa dilakukan di beberapa apotek berbeda untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang bagaimana berbagai elemen pelayanan berkontribusi pada pengalaman pasien secara keseluruhan. Kedua, mengingat temuan bahwa jumlah staf dan proses manual berdampak pada waktu tunggu, terutama untuk resep racikan, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi secara spesifik efektivitas intervensi operasional. Misalnya, sebuah studi dapat menguji dampak peningkatan jumlah tenaga kefarmasian selama jam sibuk atau implementasi sistem pencatatan waktu tunggu otomatis terhadap penurunan waktu tunggu dan peningkatan kepuasan pasien. Ini akan memberikan bukti praktis untuk perbaikan manajemen operasional apotek. Terakhir, meskipun penelitian ini mengukur kepuasan secara kuantitatif, pemahaman mendalam tentang persepsi dan ekspektasi pasien terhadap waktu tunggu masih dibutuhkan. Oleh karena itu, penelitian kualitatif atau campuran dapat dilakukan untuk menggali pengalaman pasien secara lebih personal, memahami faktor psikologis yang memengaruhi rasa tidak puas saat menunggu, serta mengidentifikasi strategi non-operasional yang dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien, seperti penyediaan informasi yang jelas mengenai perkiraan waktu tunggu atau fasilitas tunggu yang lebih interaktif. Dengan demikian, kita dapat mengembangkan model pelayanan apotek yang lebih holistik dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

Read online
File size237.91 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test