ABDINUSABDINUS

Jurnal Antara Abdimas KeperawatanJurnal Antara Abdimas Keperawatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi keperawatan terstruktur dalam meningkatkan kepatuhan terapi pada pasien dengan penyakit kronik. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sebanyak 80 pasien dengan penyakit kronik (diabetes mellitus dan hipertensi) yang menjalani kontrol rutin di puskesmas dilibatkan dalam program edukasi keperawatan terstruktur selama empat minggu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan instrumen kepatuhan terapi berbasis Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji perbandingan. Sebagian besar responden berusia ≥50 tahun (70,0%) dan berjenis kelamin perempuan (56,7%). Sebelum intervensi, mayoritas pasien berada pada kategori kepatuhan terapi rendah (43,3%). Setelah edukasi keperawatan, terjadi peningkatan kepatuhan terapi pada kategori tinggi (63,3%). Rata-rata skor kepatuhan meningkat dari 4,86±1,72 menjadi 7,12±1,35. Edukasi keperawatan terstruktur efektif dalam meningkatkan kepatuhan terapi pasien dengan penyakit kronik. Intervensi berbasis edukasi dan pendampingan dapat menjadi strategi penting dalam mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Edukasi keperawatan terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan terapi pada pasien dengan penyakit kronik, yang ditunjukkan melalui peningkatan signifikan pada kepatuhan minum obat, kontrol kesehatan rutin, serta perilaku self-care setelah pemberian intervensi dibandingkan sebelum intervensi dan kelompok kontrol.Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan secara sistematis, berulang, dan menggunakan media yang tepat mampu memperkuat pemahaman pasien mengenai penyakit dan pentingnya terapi jangka panjang, sehingga mendorong perubahan perilaku kesehatan yang lebih positif dan berkelanjutan.Oleh karena itu, edukasi keperawatan terstruktur direkomendasikan untuk diintegrasikan secara konsisten dalam pelayanan kesehatan sebagai strategi promotif dan preventif dalam pengelolaan penyakit kronik.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi longitudinal untuk melihat keberlanjutan efek intervensi edukasi keperawatan terstruktur pada kepatuhan terapi pasien dengan penyakit kronik. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan untuk mengeksplorasi efektivitas edukasi keperawatan terstruktur pada populasi pasien dengan penyakit kronik yang berbeda, seperti penyakit jantung atau asma. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada pengembangan strategi edukasi keperawatan terstruktur yang lebih inovatif dan interaktif, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan kelompok dukungan, untuk meningkatkan kepatuhan terapi dan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronik.

Read online
File size355.84 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test