YARSIYARSI
Jurnal Kedokteran YARSIJurnal Kedokteran YARSIPenyakit talasemia merupakan penyakit genetik terbanyak di dunia yang saat ini sudah dinyatakan sebagai masalah kesehatan dunia. Pengobatan paling optimal untuk talasemia β mayor adalah transfusi darah seumur hidup untuk mempertahankan kadar Hb. Kadar Hb pra-transfusi yang rendah berhubungan dengan adanya beberapa gejala seperti kelelahan, kelemahan umum, dan penurunan status mental serta memengaruhi kualitas hidup masing-masing domain, yaitu domain fisik, psikis, sekolah dan sosial. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat dengan desain penelitian cross sectional dan cara penetapan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah 78 pasien talasemia mayor dengan rentang usia 2-18 tahun di RSUP Fatmawati Jakarta dan telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah rekam medis dan lembar kuesioner PedsQL dan kemudian dianalisis menggunakan program SPSS versi 23. Responden pada penelitian ini memiliki kadar Hb pra-transfusi pada kategori buruk sebanyak 50 responden (64,1%) dengan rerata Hb adalah 8,7 g/dl ± 1,1. Rerata total kualitas hidup pada penelitian ini adalah 53,2 dan termasuk dalam kategori buruk. Berdasarkan uji chi square didapatkan hubungan bahwa responden dengan kadar Hb pra-transfusi pada kategori buruk cenderung memiliki skor domain fisik dengan kategori buruk pula berdasarkan kuesioner menurut anak, yaitu sebanyak 23 responden (34,3%) dengan p-value sebesar 0,010. Terdapat hubungan positif bermakna antara kadar hemoglobin pra-transfusi dengan rerata nilai kualitas hidup pada domain fisik pasien talasemia ß mayor.
Hasil penelitian di RSUP Fatmawati Jakarta menunjukkan bahwa kadar hemoglobin (Hb) pra-transfusi pada pasien talasemia β mayor secara umum dikategorikan buruk.Kualitas hidup pasien talasemia β mayor, yang diukur menggunakan kuesioner PedsQL, juga menunjukkan kategori yang buruk.Secara spesifik, ditemukan adanya hubungan positif yang bermakna antara kadar Hb pra-transfusi dengan rerata nilai kualitas hidup pada domain fisik pasien, khususnya berdasarkan laporan anak.
Untuk memperdalam pemahaman mengenai kualitas hidup pasien talasemia β mayor, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menjanjikan. Pertama, penting untuk melakukan studi longitudinal yang melacak sekelompok pasien secara berkala dalam jangka waktu yang lebih panjang. Penelitian semacam ini akan memungkinkan kita untuk mengamati bagaimana perubahan kadar hemoglobin pra-transfusi dari waktu ke waktu secara nyata memengaruhi kualitas hidup mereka, tidak hanya pada domain fisik, tetapi juga pada aspek emosional, sosial, dan akademik, serta mengidentifikasi faktor pemicu utama fluktuasi tersebut. Dengan data jangka panjang, kita dapat memahami dinamika hubungan sebab-akibat dengan lebih akurat. Kedua, mengingat hasil penelitian yang menunjukkan kualitas hidup buruk pada beberapa domain seperti emosi, sosial, dan sekolah, perlu dikembangkan dan dievaluasi program intervensi yang spesifik dan terintegrasi. Misalnya, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas konseling psikososial, dukungan kelompok sebaya, atau model pembelajaran yang fleksibel untuk pasien talasemia, sekaligus mengukur dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup dan capaian akademis. Pendekatan ini akan membantu merancang dukungan yang lebih holistik. Terakhir, investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap faktor-faktor lain yang mungkin berperan signifikan dalam memengaruhi kadar Hb pra-transfusi dan kualitas hidup. Ini bisa mencakup analisis mendalam tentang peran dukungan keluarga, status sosial-ekonomi pasien, kepatuhan terhadap terapi kelasi zat besi, atau variasi dalam protokol transfusi antar fasilitas kesehatan. Mengidentifikasi faktor-faktor ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap untuk pengembangan strategi penanganan yang lebih efektif dan personalisasi perawatan pasien.
| File size | 345.3 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Tujuan penelitian: Mengetahui perbedaan jumlah trombosit pada kantong Platelet Apheresis dan Platelet Rich Plasma (TC-PRP) di RSUP Dr. Mohammad HoesinTujuan penelitian: Mengetahui perbedaan jumlah trombosit pada kantong Platelet Apheresis dan Platelet Rich Plasma (TC-PRP) di RSUP Dr. Mohammad Hoesin
UNUDUNUD Perdarahan postpartum adalah hilangnya darah sebanyak 500 ml setelah bayi lahir akibat persalinan pervaginam atau kehilangan darah lebih dari 1000 ml akibatPerdarahan postpartum adalah hilangnya darah sebanyak 500 ml setelah bayi lahir akibat persalinan pervaginam atau kehilangan darah lebih dari 1000 ml akibat
UNIMMANUNIMMAN Hasil penelitian menunjukkan rerata IMT pendonor sebesar 26,58 kg/m2, hemoglobin 14,62 g/dL, dan hematokrit 43,17%. Sementara itu, hasil pemeriksaan fisikHasil penelitian menunjukkan rerata IMT pendonor sebesar 26,58 kg/m2, hemoglobin 14,62 g/dL, dan hematokrit 43,17%. Sementara itu, hasil pemeriksaan fisik
STIKBARSTIKBAR Penelitian ini menyimpulkan bahwa riwayat transfusi darah adalah faktor yang paling signifikan terkait dengan infeksi HBV pada ibu hamil multigravida diPenelitian ini menyimpulkan bahwa riwayat transfusi darah adalah faktor yang paling signifikan terkait dengan infeksi HBV pada ibu hamil multigravida di
LLDIKTI12LLDIKTI12 Penting bagi remaja untuk memahami bahwa meskipun game online bisa menjadi hiburan yang menyenangkan, waktu yang berlebihan untuk bermain game dapat berdampakPenting bagi remaja untuk memahami bahwa meskipun game online bisa menjadi hiburan yang menyenangkan, waktu yang berlebihan untuk bermain game dapat berdampak
LLDIKTI12LLDIKTI12 Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dari 200 pelaku UMKM di sektor ekonomi kreatif pada September–Oktober 2024. Hasil analisisStudi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dari 200 pelaku UMKM di sektor ekonomi kreatif pada September–Oktober 2024. Hasil analisis
USKUSK Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan yang akan diamati atau diukur dalam penelitian adalah sebelum dan sesudah pelatihan metode SBAR, responden mempunyaiHasil penelitian ini menunjukkan perubahan yang akan diamati atau diukur dalam penelitian adalah sebelum dan sesudah pelatihan metode SBAR, responden mempunyai
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Packed red cells (PRC) merupakan komponen darah yang paling banyak diminta. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar leukosit antara PRC konvensionalPacked red cells (PRC) merupakan komponen darah yang paling banyak diminta. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar leukosit antara PRC konvensional
Useful /
USKUSK Perawatan EPL melibatkan kedua perawatan endodontik dan periodontik. Abbott dan Salgado menyarankan agar perawatan endodontik dimulai terlebih dahulu sebelumPerawatan EPL melibatkan kedua perawatan endodontik dan periodontik. Abbott dan Salgado menyarankan agar perawatan endodontik dimulai terlebih dahulu sebelum
USKUSK Laporan kasus: pasien sindrom Down laki-laki usia 2 tahun dengan diagnosis awal multipel karies datang ke poli bedah mulut RSHS atas rujukan dari poliLaporan kasus: pasien sindrom Down laki-laki usia 2 tahun dengan diagnosis awal multipel karies datang ke poli bedah mulut RSHS atas rujukan dari poli
ISDIKKIERAHAISDIKKIERAHA Penilaian dilakukan melalui portofolio dan observasi, sedangkan gradasi yang dapat dinilai meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam prosesnya,Penilaian dilakukan melalui portofolio dan observasi, sedangkan gradasi yang dapat dinilai meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam prosesnya,
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh JKN terhadap keikutsertaan ibu menjadi akseptor di wilayah kerja Puskesmas Sembawa Kabupaten Banyuasin.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh JKN terhadap keikutsertaan ibu menjadi akseptor di wilayah kerja Puskesmas Sembawa Kabupaten Banyuasin.