POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Medical Laboratory and ScienceJournal of Medical Laboratory and Science

Pemberian transfusi trombosit merupakan tindakan medis esensial untuk merawat pasien dengan trombosit yang rendah atau dengan kelainan pada mekanisme hemostasis. Dengan demikian, pemahaman terhadap kualitas komponen trombosit yang digunakan untuk transfusi menjadi sangat penting, termasuk melalui pemeriksaan jumlah trombosit yang terkandung dalam setiap kantong komponen. Menurut data UTDRS RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2024, dari total kebutuhan trombosit sebanyak 2.904 unit, tercatat 13.264 unit TC-PRP dan 1.540 unit Platelet Apheresis telah ditransfusikan. Tujuan penelitian: Mengetahui perbedaan jumlah trombosit pada kantong Platelet Apheresis dan Platelet Rich Plasma (TC-PRP) di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Metode penelitian: Penelitian ini adalah analitik observasional laboratorik dengan pendekatan komparatif. Sampel terdiri dari 20 kantong TC-PRP dan 20 kantong Platelet Apheresis yang diperoleh secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Independent Sample T-Test. Hasil penelitian: Hasil uji menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah trombosit pada Platelet Apheresis dan TC-PRP. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah bahwa kualitas komponen trombosit berdasarkan jumlah trombosit lebih tinggi pada metode Platelet Apheresis dibandingkan TC-PRP.

Kualitas komponen trombosit berdasarkan jumlah trombosit lebih tinggi pada metode Platelet Apheresis dibandingkan TC-PRP.Terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara jumlah trombosit pada kedua metode tersebut.Seluruh sampel platelet apheresis memenuhi standar kualitas, sementara hanya 75% sampel TC-PRP yang memenuhi standar.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh masa simpan terhadap fungsi trombosit pada TC-PRP dan platelet apheresis secara berkala, guna mengetahui batas waktu optimal penyimpanan kedua produk tanpa kehilangan kualitas. Kedua, perlu dikaji perbandingan efektivitas klinis transfusi antara TC-PRP dan platelet apheresis pada pasien dengan trombositopenia berat, melalui studi longitudinal yang mengukur respons kenaikan trombosit dan kejadian efek samping. Ketiga, diperlukan penelitian mengenai faktor-faktor operasional seperti keterampilan petugas, kondisi mesin, dan karakteristik donor yang berpengaruh terhadap variasi jumlah trombosit pada TC-PRP, agar proses produksi dapat distandarisasi secara lebih ketat. Penelitian-penelitian tersebut akan melengkapi temuan saat ini dengan fokus pada aspek klinis, stabilitas produk, dan kontrol proses produksi, yang kesemuanya penting untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk trombosit di unit transfusi darah.

  1. Asian Journal of Transfusion Science. asian journal transfusion science journals.lww.com/ajts/fulltext/2009/03020/quality_assessment_of_platelet_concentrates.8.aspxAsian Journal of Transfusion Science asian journal transfusion science journals lww ajts fulltext 2009 03020 quality assessment of platelet concentrates 8 aspx
Read online
File size123.38 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test