PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN

Jurnal Siti RufaidahJurnal Siti Rufaidah

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk berbagai spesies tanaman obat yang secara tradisional digunakan sebagai agen terapi alami. Di antara tanaman tersebut, Cinnamomum iners banyak dimanfaatkan dan diketahui mengandung beragam senyawa bioaktif yang dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba, antiinflamasi, dan penangkap radikal bebas. Penelitian ini berfokus untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana daun kayu manis hutan (Cinnamomum iners) menggunakan metode ABTS dan DPPH. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Efektivitas antioksidan diukur melalui analisis nilai IC₅₀ berdasarkan aktivitas penangkapan radikal bebas menggunakan metode ABTS dan DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Aktivitas antioksidan daun Cinnamomum iners berdasarkan metode ABTS menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 7,56 ppm, diikuti oleh ekstrak etil asetat dengan aktivitas sedang (IC₅₀ 103,59 ppm), dan ekstrak n‑heksan dengan aktivitas lemah (IC₅₀ 188,64 ppm). Sebaliknya, berdasarkan uji DPPH, ekstrak etanol menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC₅₀ sebesar 168,03 ppm, ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas lemah (IC₅₀ 400,5 ppm), dan ekstrak n‑heksan tidak menunjukkan aktivitas antioksidan (IC₅₀ 2373,2 ppm).

Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak daun kayu manis hutan (Cinnamomum iners) sangat dipengaruhi oleh jenis pelarut.Ekstrak etanol memiliki aktivitas tertinggi dengan kategori sangat kuat pada metode ABTS dan kategori sedang pada metode DPPH, menunjukkan kandungan senyawa polar sebagai kontributor utama.Ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas sedang pada ABTS dan lemah pada DPPH, sedangkan ekstrak n‑heksan menunjukkan aktivitas terendah pada kedua metode.

Penelitian selanjutnya dapat menguji pertanyaan apakah senyawa aktif yang bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan tinggi pada ekstrak etanol dapat diisolasi dan diidentifikasi secara struktural menggunakan teknik kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) serta spektrometri massa dan NMR. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki apakah senyawa‑senyawa tersebut menunjukkan efek antioksidan yang signifikan pada sel manusia atau hewan, sehingga dapat dilakukan studi in‑vitro pada kultur sel fibroblas serta uji in‑vivo pada model tikus dengan induksi stres oksidatif. Selain itu, penelitian dapat membandingkan efisiensi ekstraksi menggunakan metode modern seperti ekstraksi ultrasonik, ekstraksi microwave, atau supercritical CO₂, serta mengevaluasi pengaruh variasi suhu dan waktu ekstraksi terhadap kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan. Penelitian selanjutnya juga dapat menilai aktivitas antioksidan ekstrak dengan metode tambahan seperti FRAP, ORAC, dan TEAC untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang kapasitas penangkap radikal bebas. Akhirnya, studi dapat mengeksplorasi potensi sinergi antara ekstrak Cinnamomum iners dengan ekstrak tanaman lain yang kaya polifenol, guna mengembangkan formula suplemen alami yang lebih efektif melawan stres oksidatif.

  1. Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pengambilan Keputusan Klinis dan Manajemen Pasien Gawat Darurat... journal.ppniunimman.org/index.php/JASIRA/article/view/271Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pengambilan Keputusan Klinis dan Manajemen Pasien Gawat Darurat journal ppniunimman index php JASIRA article view 271
Read online
File size895.21 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test