FKIP UWGMFKIP UWGM

BORJU:Borneo Educational JournalBORJU:Borneo Educational Journal

Metafora memainkan peran penting dalam komunikasi politik dengan mengkonseptualisasi isu-isu kompleks agar dapat dipahami dengan mudah oleh audiens. Penelitian ini memeriksa metafora sinema dalam dua pidato internasional yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2018. Menggunakan pendekatan analisis diskursus kualitatif yang berbasis pada Teori Metafora Konseptual (Kövecses, 2015; Lakoff & Johnson, 2003) dan Analisis Metafora Kritis (Charteris-Black, 2004), penelitian ini menganalisis metafora yang berasal dari film Avengers: Infinity War dan serial Game of Thrones. Ekspresi metaforis diidentifikasi menggunakan Metaphor Identification Procedure Vrije Universiteit (MIPVU) (Steen et al., 2010) dan kemudian ditafsirkan dalam hubungannya dengan pemetaan konseptual dan fungsi retoriknya. Empat belas metafora sinema diidentifikasi dan dikategorikan menjadi empat pemetaan konseptual: EKONOMI KONFLIK ADALAH PERANG, PEMIMPIN ADALAH HERO, KETIDAKPASTIAN EKONOMI ADALAH BENCANA ALAM, dan HUBUNGAN INTERNASIONAL ADALAH PERMAINAN KUASA. Analisis menunjukkan bahwa metafora ini mengkonseptualisasi ketegangan ekonomi global, peran kepemimpinan, dan persaingan geopolitik melalui struktur naratif yang dapat dikenali secara luas. Dengan demikian, metafora ini berfungsi tidak hanya sebagai alat linguistik tetapi juga sebagai strategi retoris yang membentuk interpretasi audiens dan menekankan kebutuhan akan kerja sama internasional.

Penelitian ini memeriksa metafora sinema dalam dua pidato internasional yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2018, menggunakan kerangka Teori Metafora Konseptual dan Analisis Metafora Kritis.Empat belas metafora sinema yang berasal dari film Avengers.Infinity War dan serial Game of Thrones diidentifikasi dan dikategorikan menjadi empat pemetaan konseptual utama.Penelitian ini menunjukkan bahwa metafora sinema berfungsi sebagai sumber kognitif yang membantu audiens mengkonseptualisasi perkembangan ekonomi dan politik yang abstrak.Metafora ini juga memiliki fungsi persuasif dan evaluatif dalam diskursus politik, mengkonseptualisasi ketegangan ekonomi sebagai pertempuran, menggambarkan pemimpin sebagai pahlawan yang bekerja sama, menggambarkan ketidakpastian sebagai ancaman alam yang mendekat, dan merepresentasikan hubungan internasional sebagai persaingan strategis.Meskipun penggunaan metafora sinema dapat meningkatkan keterlibatan audiens, ada risiko bahwa metafora ini dapat menyederhanakan atau mendramatisir realitas ekonomi yang kompleks.Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami fungsi ganda metafora dalam retorika politik kontemporer.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas corpus penelitian dengan menganalisis pidato politik dari tahun-tahun yang berbeda dan dari berbagai pemimpin internasional. Perlu dilakukan studi komparatif untuk mengetahui apakah metafora budaya populer yang serupa digunakan dalam komunikasi politik global. Selain itu, penelitian tentang penerimaan audiens atau respons media terhadap metafora sinema dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana referensi sinema mempengaruhi interpretasi publik dan keterlibatan mereka dengan pesan politik.

  1. How Metaphors Impact Political Discourse: A Large-Scale Topic-Agnostic Study Using Neural Metaphor Detection... doi.org/10.1609/icwsm.v15i1.18079How Metaphors Impact Political Discourse A Large Scale Topic Agnostic Study Using Neural Metaphor Detection doi 10 1609 icwsm v15i1 18079
  2. Digital realities and metaphorical constructs: A multimodal semiotic and intermedial analysis of Blade... ojs.nbu.bg/index.php/DASC/article/view/1068Digital realities and metaphorical constructs A multimodal semiotic and intermedial analysis of Blade ojs nbu bg index php DASC article view 1068
Read online
File size275.87 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test