UINSAUINSA

Islamica: Jurnal Studi KeislamanIslamica: Jurnal Studi Keislaman

Penelitian ini memeriksa bagaimana kebijakan anti-terorisme di bawah Hollande dan Macron mencerminkan narasi berbeda tentang Islam dan Islamofobia di Perancis. Dengan menerapkan Analisis Diskursus Kritis (CDA) dan mempertimbangkan divergensi ideologis, studi ini menganalisis interaksi antara retorika politik, kebijakan, dan persepsi komunitas Muslim. Meskipun Hollande menekankan nilai kemanusiaan bersama langkah-langkah keamanan yang tidak secara langsung memengaruhi Muslim, Macron mengadopsi sikap tegas menentang separatisme Islamis, yang menghasilkan kebijakan yang dikritik karena memfasilitasi terinstitusionalisasinya Islamofobia. Penelitian ini berpendapat bahwa kebijakan dan pemerintahan Macron bersinergi dengan kecenderungan konservatif dan nasionalis, tercermin dalam pendekatan sekuritisasi dan retorika yang menyuarakan narasi kanan‑kiri, yang semakin mendekati Islamofobia. Studi menyoroti tantangan menyeimbangkan keamanan dengan hak asasi manusia, mengungkap bagaimana wacana politik membentuk perasaan publik dan berdampak pada komunitas terpinggirkan.

Studi ini menunjukkan pergeseran kebijakan anti-terorisme di Perancis menekankan keamanan nasional di atas hak asasi manusia, memperkuat Islamofobia.Pendekatan yang terlalu represif dapat memperdalam ketegangan sosial dan mengikis legitimasi pemerintah.Untuk kebijakan yang berkelanjutan, diperlukan keseimbangan antara keamanan, transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hak asasi manusia.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah: pertama, lakukan studi perbandingan lintas negara mengenai dampak kebijakan anti-terorisme terhadap komunitas Muslim di lingkungan multi‑kultural, sehingga dapat mengidentifikasi praktik terbaik dan risiko diskriminatif; kedua, gunakan pendekatan longitudinal untuk memantau persepsi publik tentang Islamofobia selama periode kebijakan keamanan yang intensif, melibatkan survei opini publik dan analisis media, guna menilai evolusi wacana dan efek jangka panjang terhadap kohesi sosial; ketiga, kembangkan model intervensi berbasis komunitas yang mengintegrasikan hak asasi manusia dan strategi keamanan, menguji efektivitasnya melalui eksperimen terkontrol di wilayah perbatasan yang rawan terorisme, sehingga menyediakan bukti empiris tentang keseimbangan optimal antara keamanan dan hak manusia.

  1. Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the... islamica.uinsa.ac.id/index.php/islamica/article/view/1188Islamophobia and Counter Terrorism in France Political Discourses Under Hollande and Macron After the islamica uinsa ac index php islamica article view 1188
  2. European urban (counter)terrorism's spacetimematterings | 4 | More-tha. european urban counter terrorism... taylorfrancis.com/books/9781003266709/chapters/10.4324/9781003266709-4European urban counter terrorisms spacetimematterings 4 More tha european urban counter terrorism taylorfrancis books 9781003266709 chapters 10 4324 9781003266709 4
  3. Religious and Cultural Embodiment in the Land of Osing: A Portrait of Hadrami Community in Banyuwangi,... islamica.uinsa.ac.id/index.php/islamica/article/view/1090Religious and Cultural Embodiment in the Land of Osing A Portrait of Hadrami Community in Banyuwangi islamica uinsa ac index php islamica article view 1090
Read online
File size741.52 KB
Pages36
DMCAReport

Related /

ads-block-test