UINSAUINSA

Islamica: Jurnal Studi KeislamanIslamica: Jurnal Studi Keislaman

Artikel ini meneliti interpretasi sejarah mengenai motif al‑Mamūn selama Mihnā, penyelidikan mengenai doktrin Quran yang diciptakan (khalq al‑Quran). Para sarjana umumnya mengadopsi dua pendekatan dominan untuk memahami tindakan kaisar. Pendekatan pertama menafsirkan Mihnā sebagai strategi politik yang bertujuan memperkuat otoritas al‑Mamūn di tengah pengaruh ulama (muhaddithūn) yang semakin meningkat. Pendekatan kedua menganggap Mihnā sebagai usaha ideologis yang mencerminkan komitmen al‑Mamūn menegakkan keyakinan teologisnya kepada masyarakat Muslim. Dengan menggunakan analisis historiografis, studi ini secara kritis mengevaluasi perspektif tersebut dan mengusulkan kerangka kerja integratif. Artikel ini berargumen bahwa motif al‑Mamūn tidak dapat dipahami sepenuhnya dengan memisahkan dimensi politik dan teologis. Sebaliknya, mereka harus dilihat sebagai saling terkait, mencerminkan kompleksitas interaksi antara aspirasi politik dan komitmen intelektual serta keagamaan kaisar. Dengan mensintesis pendekatan ini, artikel ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih nuansa tentang Mihnā sebagai momen krusial dalam sejarah Islam, menyoroti implikasinya bagi hubungan antara otoritas politik dan kebudayaan ilmiah di periode awal Dinasti Abbasiyah.

Studi ini menyimpulkan bahwa motif al‑Mamūn dalam menerapkan Mihnā tidak dapat dipisahkan antara strategi politik dan agenda teologis.Ia menggunakan kedua pendekatan tersebut secara bersamaan untuk memperkuat otoritasnya dan merubah arah teologi Islam.Integrasi kedua perspektif ini menghasilkan pemahaman yang lebih holistik tentang peristiwa Mihnā dan dampaknya terhadap hubungan antara otoritas politik dan kebudayaan ilmiah pada era awal Abbasiyah.

Berkenaan dengan batasan metode historiografis dan fokus pada dua pendekatan utama, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran lembaga pendidikan (madrasah) dalam propagasi doktrin Quran yang diciptakan melalui studi komparatif dokumen hukum dan perjanjian politik pada periode Abbasiyah awal; kajian selanjutnya dapat bertanya apakah kebijakan Mihnā mempengaruhi perkembangan kurikulum madrasah dan persepsi masyarakat terhadap otoritas agama; serta dapat diteliti pengaruh sosial ekonomi terhadap penerimaan atau penolakan doktrin ini melalui analisis data kuantitatif tentang ekonomi kota Bandung pada masa tersebut, sehingga memperluas pemahaman tentang dinamika hubungan antara otoritas politik, kebudayaan, dan ekonomi di masa lampau.

  1. The Debates of the Createdness of the Qur’an and its Impact to the Methodology of Qur’anic... doi.org/10.20414/ujis.v19i2.357The Debates of the Createdness of the QurAoan and its Impact to the Methodology of QurAoanic doi 10 20414 ujis v19i2 357
  2. Religious and Cultural Embodiment in the Land of Osing: A Portrait of Hadrami Community in Banyuwangi,... islamica.uinsa.ac.id/index.php/islamica/article/view/1090Religious and Cultural Embodiment in the Land of Osing A Portrait of Hadrami Community in Banyuwangi islamica uinsa ac index php islamica article view 1090
  3. God's created speech – A study in the speculative theology of the... brill.com/view/title/5657Gods created speech yEAyCAAyCAe A study in the speculative theology of the brill view title 5657
  4. Bloomsbury Collections - Inquisition in Early Islam. bloomsbury collections inquisition early islam skip... bloomsburycollections.com/monograph?docid=b-9780755607846Bloomsbury Collections Inquisition in Early Islam bloomsbury collections inquisition early islam skip bloomsburycollections monograph docid b 9780755607846
  5. Religion and Politics under the Early ‘Abbāsids –... brill.com/view/title/2509Religion and Politics under the Early yEAyCAAyCAoAbbyEAEyCAAsids yEAyCAAyCAe brill view title 2509
Read online
File size336.4 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test