UINSAUINSA

Islamica: Jurnal Studi KeislamanIslamica: Jurnal Studi Keislaman

Penelitian ini mengeksplorasi konsep zuhd Syekh Nawawi al-Bantani sebagai kerangka kerja untuk mengatasi perilaku belanja kompulsif. Berbasis pada kebiasaan materialistik, shopaholisme mencerminkan konsumsi berlebihan dan tidak terkendali yang menimbulkan masalah psikologis serta sosial. Metodologi penelitian kualitatif ini menggunakan tinjauan literatur karya Syekh Nawawi tentang sufisme dan zuhd, dianalisis melalui pendekatan deskriptif-analitis. Hasil menunjukkan bahwa menurut Syekh Nawawi, zuhd merupakan keadaan psikologis dan spiritual di mana harta duniawi dianggap tidak penting. Konsep zuhd Syekh Nawawi secara efektif mengurangi perilaku belanja kompulsif melalui tiga prinsip kunci: (a) kedamaian batin sejati berasal dari pengabdian kepada Tuhan lebih daripada harta duniawi atau status; (b) keterikatan berlebihan pada kepemilikan memicu kecemasan dan depresi; dan (c) zuhd mempromosikan manajemen kekayaan etis sesuai ajaran Islam. Penelitian ini berargumen bahwa zuhd Syekh Nawawi menyediakan paradigma transformasional untuk mengurangi kecenderungan materialisme dan mendorong pendekatan konsumsi yang sadar spiritual. Melalui integrasi zuhd ke dalam etika konsumen kontemporer, dapat ditingkatkan disiplin keuangan serta kesejahteraan psikologis, sehingga pada akhirnya menetralkan dampak merugikan konsumerisme.

Syekh Nawawi al-Bantani mengajarkan bahwa zuhd dapat mengatasi tekanan materialisme modern dengan menempatkan fokus pada pertumbuhan spiritual, kedamaian batin, dan disiplin keuangan.Penerapan zuhd membantu mengalihkan perhatian konsumen dari pembelian berlebihan ke pengembangan kesejahteraan spiritual.Namun, penerapan zuhd di masyarakat yang didominasi konsumerisme menghadapi tantangan seperti iklan, media sosial, dan pengaruh teman sebaya yang sulit dihadapi.

Pertama, kaji bagaimana integrasi prinsip zuhd dapat diimplementasikan dalam program pendidikan kewirausahaan di pesantren untuk menumbuhkan kesadaran konsumen beretika dan pengelolaan keuangan yang sehat. Kedua, lakukan studi longitudinal yang memantau perubahan perilaku belanja dan kesejahteraan psikologis individu yang menjalani pelatihan zuhd, guna menilai efektivitas jangka panjang pendekatan ini dibandingkan dengan intervensi psikologis konvensional. Ketiga, teliti dampak kolaborasi antara lembaga dakwah dan platform e-commerce dalam memperkenalkan fitur “zuhd mode yang menghimbau pembeli memilih produk yang lebih bernilai spiritual dan berkelanjutan, serta mengukur pengaruhnya terhadap pola konsumsi masyarakat umum.

  1. Sheikh Nawawi Al-Jawi’s Sufism Thoughts Of The Book Marăqil ‘Ubūdyah | Religia. sheikh... doi.org/10.28918/religia.v26i1.909Sheikh Nawawi Al JawiAos Sufism Thoughts Of The Book MarEqil AoUbdyah Religia sheikh doi 10 28918 religia v26i1 909
  2. Zuhd and Minimalism in a Consumerist Society | Peradaban Journal of Religion and Society. zuhd minimalism... jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJRS/article/view/92Zuhd and Minimalism in a Consumerist Society Peradaban Journal of Religion and Society zuhd minimalism jurnal peradabanpublishing index php PJRS article view 92
  3. KHAZANAH TAFSIR NUSANTARA: KAJIAN ATAS PENAFSIRAN NAWAWI BANTEN TERHADAP SURAH AL- FATIHAH DALAM MARAH... doi.org/10.24090/maghza.v2i1.1545KHAZANAH TAFSIR NUSANTARA KAJIAN ATAS PENAFSIRAN NAWAWI BANTEN TERHADAP SURAH AL FATIHAH DALAM MARAH doi 10 24090 maghza v2i1 1545
  4. Kajian Kontemporer terhadap Karya Nawawi Al-Bantani | DINIKA : Academic Journal of Islamic Studies. kajian... doi.org/10.22515/dinika.v4i1.2061Kajian Kontemporer terhadap Karya Nawawi Al Bantani DINIKA Academic Journal of Islamic Studies kajian doi 10 22515 dinika v4i1 2061
Read online
File size520.23 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test