IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO

El-Mizzi : Jurnal Ilmu HadisEl-Mizzi : Jurnal Ilmu Hadis

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejarah lahir dan berkembangnya kaidah-kaidah dalam periwayatan hadis yang dikenal juga dengan nama qawaid al-tahdis. Metode yang digunakan adalah metode penelitian library research atau penelitian kepustakaan. Di dalam sejarah telah dicatat beberapa upaya yang dilakukan para ulama dalam menetapkan kaidah-kaidah periwayatan hadis, mulai dari abad pertama Hijriah hingga saat ini. Adanya penetapan kaidah-kaidah dalam periwayatan hadis disebabkan karena adanya keraguan terhadap hadis tersebut, apakah betul berasal dari nabi atau hanya pendapat seseorang yang mengatasnamakan nabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah lahir dan berkembangnya qawaid al-tahdis ada beberapa tahap yang muncul sejalan dengan berkembangnya ilmu hadis itu sendiri. Mulai dari tahap kelahiran, penyempurnaan, pembukuan, penyusunan, hingga mencapai tahap kesempurnaan kemudian terjadi masa kebekuan hingga kebangkitan kedua.

Masa pertumbuhan qawaid al-tahdis telah muncul cikal-bakalnya pada masa sahabat sampai pada abad pertama hijriah.Selanjutnya, tahap penyempurnaan berlangsung dari awal abad kedua hijriah hingga awal abad ketiga hijriah.Tahap pembukuan ilmu hadis secara terpisah berlangsung sejak abad ketiga sampai pertengahan abad keempat hijriah.Kemudian, pertengahan abad keempat dan awal abad ketujuh merupakan tahap penyusunan kitab Ulum al-Hadis.Setelah itu, pembukuan Ulum al-Hadis mencapai tingkat kesempurnaannya pada abad ke tujuh dan berakhir pada abad ke sepuluh.Kemudian terjadi masa kebekuan pada abad kesepuluh sampai awal abad keempat belas hijriah dan barulah pada permulaan abad keempat belas terjadi kebangkitan kedua ilmu hadis yang ditandai dengan adanya kitab yang berjudul Qawaid al-Tahdis karya Syekh Jamaluddin al-Qasimi.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan beberapa arah studi lanjutan untuk mengembangkan pemahaman tentang qawaid al-tahdis. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang tahap-tahap perkembangan qawaid al-tahdis, mulai dari tahap kelahiran hingga kebangkitan kedua, untuk memahami dinamika dan perubahan kaidah-kaidah periwayatan hadis. Kedua, studi komparatif tentang qawaid al-tahdis dengan disiplin ilmu lain yang terkait, seperti ushul fiqh atau ilmu-ilmu sosial, dapat memberikan perspektif baru dalam memahami kaidah-kaidah ini. Ketiga, penelitian tentang penerapan qawaid al-tahdis dalam praktik periwayatan hadis saat ini, baik di Indonesia maupun di negara-negara Islam lainnya, akan memberikan wawasan tentang relevansi dan kontribusi qawaid al-tahdis dalam menjaga keaslian hadis.

Read online
File size354.85 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test