URINDOURINDO

Jurnal Bidang Ilmu KesehatanJurnal Bidang Ilmu Kesehatan

Perilaku pacaran berisiko pada remaja merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang dapat berdampak pada kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta gangguan psikologis dan sosial. Kurangnya pengetahuan dan sikap negatif remaja terhadap kesehatan reproduksi menjadi faktor yang dapat memengaruhi perilaku pacaran berisiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pacaran berisiko pada remaja di SMK 16 Jakarta Tahun 2025. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI sebanyak 300 siswa dengan jumlah sampel 171 responden yang diambil menggunakan teknik systematic random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku pacaran tidak berisiko yaitu 41 (61,2%), pengetahuan tinggi sebanyak 37 (55,2%), dan sikap positif sebanyak 34 (50,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pacaran berisiko dengan nilai p-value = 0,000 < 0,05 dan OR = 7,4, serta terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pacaran berisiko dengan nilai p-value = 0,000 < 0,05 dan OR = 15,0. Remaja dengan pengetahuan rendah memiliki peluang 7,4 kali lebih besar untuk berperilaku pacaran berisiko, sedangkan remaja dengan sikap negatif memiliki peluang 15 kali lebih besar dibandingkan remaja yang memiliki sikap positif. Disarankan kepada pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi remaja melalui penyuluhan dan konseling secara berkelanjutan guna mencegah perilaku pacaran berisiko pada remaja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pacaran berisiko pada remaja dengan nilai p=0,000 dan terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pacaran berisiko dengan nilai p=0,000.Dengan demikian, pengetahuan dan sikap berhubungan terhadap perilaku pacaran berisiko pada remaja di SMK PGRI 16 Jakarta Tahun 2025.

Mengingat bahwa penelitian ini bersifat kuantitatif dan cross-sectional, serta menyoroti pentingnya edukasi, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi untuk pemahaman lebih mendalam dan intervensi yang lebih efektif. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan penelitian intervensi yang dirancang secara longitudinal. Misalnya, sebuah studi dapat mengevaluasi seberapa efektif program edukasi kesehatan reproduksi yang terintegrasi di sekolah, melibatkan guru, konselor, dan orang tua, dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan pada akhirnya mengurangi perilaku pacaran berisiko pada remaja SMK. Penelitian ini bisa melacak perubahan perilaku dan pemahaman remaja selama periode waktu tertentu untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari intervensi tersebut. Kedua, karena studi ini mengidentifikasi hubungan tetapi tidak menggali alasan mendalam, penelitian kualitatif akan sangat berharga. Studi ini bisa fokus pada bagaimana remaja SMK secara pribadi menginterpretasikan risiko pacaran, bagaimana norma-norma sosial dan tekanan teman sebaya memengaruhi keputusan mereka, serta bagaimana komunikasi di dalam keluarga membentuk pandangan mereka tentang kesehatan reproduksi dan perilaku pacaran. Mengumpulkan cerita dan pengalaman langsung remaja dapat memberikan wawasan yang kaya dan nuansa yang tidak tertangkap oleh data kuantitatif. Terakhir, mengingat karakteristik unik remaja SMK yang disebutkan dalam latar belakang, penelitian komparatif bisa memberikan gambaran yang lebih luas. Kita bisa membandingkan tingkat pengetahuan, sikap, dan prevalensi perilaku pacaran berisiko antara remaja SMK dan SMA, atau bahkan remaja di perkotaan dan pedesaan, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mungkin berperan. Ini akan membantu dalam mengembangkan strategi pencegahan yang lebih adaptif dan relevan dengan beragam lingkungan dan kebutuhan remaja.

  1. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research. agraris journal agribusiness rural development... agraris.umy.ac.id/index.php/agrarisAGRARIS Journal of Agribusiness and Rural Development Research agraris journal agribusiness rural development agraris umy ac index php agraris
Read online
File size243.16 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test