URINDOURINDO

Jurnal Bidang Ilmu KesehatanJurnal Bidang Ilmu Kesehatan

Banyak calon pengantin (catin) belum paham cara memperkirakan masa subur secara tepat, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kehamilan yang tidak direncanakan. Kurangnya pengetahuan ini sering disebabkan oleh minimnya akses terhadap informasi atau rendahnya pemanfaatan alat bantu seperti aplikasi kalender menstruasi. Tanpa perencanaan yang tepat, risiko kehamilan tidak diinginkan, gangguan kesuburan, dan masalah reproduksi dapat meningkat. Riset ini bermaksud guna memahami hubungan antara pendayagunaan aplikasi kalender menstruasi pada ilmu catin mengenai cara memperkirakan masa subur di KUA Kecamatan Klojen Kota Malang. Studi ini memakai desain studi analitik korelasi pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 43 catin perempuan di KUA Kecamatan Klojen Kota Malang pada 19-24 Juni 2025, memakai pendekatan purposive sampling buat mendapatkan 39 responden perempuan calon pengantin. Informasi dikumpulkan dengan kuesioner serta dianalisis memakai uji korelasi Spearman. Temuan menegaskan, mayoritas catin perempuan memiliki pemanfaatan aplikasi kalender menstruasi sebagian besar memiliki kategori sedang (48,7%) dan sebagian besar memiliki pengetahuan kategori baik (69,2%). Hasil uji statistik Spearman menghasilkan nilai ρ value 0,014 (< α = 0,05) Dengan koefisien korelasi 0,389 yang artinya ada korelasi namun rendah dan arah hubungan positif. Dimana penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pemanfaatan aplikasi kalender menstruasi dengan pengetahuan catin mengenai cara memperkirakan masa subur. Dengan demikian, diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan catin terkait cara memperkirakan masa subur melalui edukasi langsung saat bimbingan perkawinan dengan memanfaatkan aplikasi kalender menstruasi untuk meningkatan pengetahuan yang optimal.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar calon pengantin di KUA Kecamatan Klojen, Kota Malang memiliki tingkat pemanfaatan aplikasi kalender menstruasi pada kategori sedang serta tingkat pengetahuan mengenai masa subur pada kategori baik.Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan korelasi rendah antara pemanfaatan aplikasi kalender menstruasi dan pengetahuan mengenai masa subur pada calon pengantin.Dengan demikian, semakin optimal pemanfaatan aplikasi kalender menstruasi, maka pengetahuan calon pengantin mengenai masa subur cenderung semakin baik.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan aplikasi kalender menstruasi yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan calon pengantin, seperti menambahkan fitur edukasi berbasis video atau simulasi siklus menstruasi. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang dampak pendidikan formal terhadap pemahaman penggunaan aplikasi tersebut, khususnya bagi perempuan dengan latar belakang pendidikan rendah. Terakhir, studi lanjutan dapat membandingkan efektivitas berbagai metode edukasi (digital vs non-digital) dalam meningkatkan pengetahuan tentang masa subur, termasuk pengaruh faktor budaya dan lingkungan terhadap penerimaan teknologi tersebut.

Read online
File size286.41 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test