IJHPIJHP

International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)

Perkembangan pesat teknologi kesehatan digital di era Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 telah menuntut kompetensi digital yang memadai di kalangan tenaga kesehatan; Namun, bukti empiris di rumah sakit regional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat literasi digital tenaga kesehatan di rumah sakit umum regional pada tahun 2026 berdasarkan delapan dimensi kompetensi digital. Desain kuantitatif deskriptif cross-sectional digunakan, melibatkan seluruh 90 tenaga kesehatan melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan sangat andal (Cronbachs Alpha = 0.970), diukur menggunakan skala Likert enam poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa secara keseluruhan literasi digital berada pada tingkat tinggi (82%), dengan skor tertinggi pada kemampuan mencari dan memilih informasi (87%) dan terendah pada keterampilan fungsional (78%). Semua dimensi, termasuk komunikasi, kolaborasi, kreativitas, berpikir kritis, pemahaman budaya, dan keselamatan digital, secara konsisten dikategorikan sebagai tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan menunjukkan kesiapan yang kuat untuk mendukung transformasi kesehatan digital, meskipun peningkatan keterampilan teknis tetap diperlukan. Penelitian ini memberikan bukti empiris untuk mengembangkan program pelatihan yang ditargetkan dan memperkuat implementasi kesehatan digital di pengaturan kesehatan regional.

Penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat literasi digital tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Talaga, Majalengka pada tahun 2026 berada pada kategori tinggi dengan persentase 82%.Semua delapan dimensi literasi digital, yaitu keterampilan fungsional dan di luar itu, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, kemampuan mencari dan memilih informasi, berpikir kritis dan evaluasi, pemahaman budaya dan sosial, serta keselamatan digital, juga berada pada kategori tinggi.Temuan ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan telah siap menghadapi transformasi digital, khususnya dalam penggunaan rekam medis elektronik dan sistem informasi kesehatan.Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti desain cross-sectional yang hanya menggambarkan kondisi pada satu titik waktu, cakupan lokasi yang terbatas di satu rumah sakit regional, dan penggunaan instrumen self-report yang dapat menyebabkan persepsi responden yang bias.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau pendekatan campuran untuk lebih mendalami dinamika perkembangan literasi digital, serta memperluas cakupan penelitian ke berbagai fasilitas kesehatan untuk meningkatkan generalisasi hasil.Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi literasi digital, seperti pelatihan, dukungan organisasi, dan infrastruktur teknologi.Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen rumah sakit dan pembuat kebijakan dalam merancang program pelatihan berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan teknis dasar dan mengoptimalkan penggunaan sistem digital.Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi data, dan kualitas keseluruhan layanan kesehatan di era digital.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau pendekatan campuran untuk lebih mendalami dinamika perkembangan literasi digital tenaga kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian di berbagai fasilitas kesehatan untuk meningkatkan generalisasi hasil dan memahami perbedaan literasi digital di berbagai setting. Eksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi literasi digital, seperti pelatihan, dukungan organisasi, dan infrastruktur teknologi, juga penting untuk dilakukan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang program pelatihan yang lebih efektif dan terarah bagi tenaga kesehatan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan teknis dasar dan mengoptimalkan penggunaan sistem digital. Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi data, dan kualitas keseluruhan layanan kesehatan di era digital.

  1. Analisa Tingkat Kematangan Literasi Tik Pada Tenaga Kesehatan Dalam Pelayanan Kesehatan Berbasis TIKDi... Doi.Org/10.25126/Jtiik.1166513Analisa Tingkat Kematangan Literasi Tik Pada Tenaga Kesehatan Dalam Pelayanan Kesehatan Berbasis TIKDi Doi Org 10 25126 Jtiik 1166513
  2. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Self Efficacy dalam Pembelajaran Matematika | ANARGYA: Jurnal Ilmiah... doi.org/10.24176/anargya.v8i1.14214Validitas dan Reliabilitas Instrumen Self Efficacy dalam Pembelajaran Matematika ANARGYA Jurnal Ilmiah doi 10 24176 anargya v8i1 14214
Read online
File size576.64 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test