ITBMITBM

Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)

Vibrio harveyi adalah bakteri laut bergram negatif yang dikenal dapat menghasilkan cahaya (bioluminesensi). Bakteri ini berbentuk batang, bergerak menggunakan flagela di satu ujung, memiliki sifat anaerobik fakultatif, dan hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi (halofilik). Vibrio harveyi sering ditemukan di perairan tropis dan subtropis, khususnya di ekosistem pesisir. Nanoteknologi, yang menjadi fokus penelitian ini, adalah teknologi berbasis objek (struktur) berukuran nanometer, sering digunakan dalam aplikasi biomedis dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh SLS (enzim nano) dalam menghambat pertumbuhan Vibrio harveyi yang dapat menyebabkan penyakit pada berbagai organisme laut, termasuk ikan dan udang. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, di mana berbagai konsentrasi SLS diuji terhadap pertumbuhan bakteri. Penelitian ini dilakukan dari Juni hingga Juli 2024 dengan kondisi laboratorium terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh SLS (enzim nano) tidak mampu menghambat pertumbuhan Vibrio harveyi pada berbagai konsentrasi, yaitu 100%, 40%, 20%, 10%. Hal ini diduga disebabkan oleh ukuran partikel nano, di mana ukuran nanopartikel yang lebih kecil dapat meningkatkan efektivitas sebagai antimikroba. Selain itu, beberapa metode lain perlu diuji pada SLS (enzim nano) untuk memahami lebih lanjut kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan Vibrio harveyi, seperti penggabungan dengan bahan antimikroba lain atau modifikasi struktur nanopartikel.

SLS (Enzim Nano) tidak memberikan dampak penghambatan terhadap bakteri Vibrio harveyi dalam uji in vitro pada berbagai konsentrasi 100%, 40%, 20% dan 10%.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak adanya diameter zona hambat bakteri vibrio harveyi di masing-masing konsentrasi SLS (Enzim nano).

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk menguji efektivitas nanopartikel dengan ukuran yang lebih kecil dalam menghambat pertumbuhan Vibrio harveyi, mengingat ukuran partikel berpengaruh signifikan pada aktivitas antimikroba. Kedua, penggabungan SLS (enzim nano) dengan bahan antimikroba lain seperti senyawa alami atau polimer dapat dikaji untuk meningkatkan efektivitasnya. Ketiga, modifikasi struktur nanopartikel, seperti pengubahan permukaan atau penambahan lapisan aktif, perlu diuji untuk memperkuat kemampuan penghambatan terhadap bakteri patogen. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan baru dalam penerapan nanoteknologi untuk pengendalian penyakit pada budidaya perikanan.

Read online
File size1.37 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test