UNAJAUNAJA

JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI)JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI)

Ekspansi pesat ekonomi digital telah menjadikan pekerjaan gig sebagai bentuk pengangkatan yang semakin mudah diakses bagi pemuda di Asia Tenggara. Studi ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur yang ada tentang hubungan antara ekonomi gig dan pengangkatan pemuda di kawasan tersebut antara tahun 2019 dan 2025. Dengan pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) berdasarkan kerangka PRISMA, artikel yang relevan ditemukan dari lima database akademik. Sebanyak 18 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa platform ekonomi gig menawarkan peluang fleksibel dan pendapatan cepat bagi pemuda, terutama yang terpinggirkan dari pengangkatan formal. Namun, tantangan signifikan seperti ketidakpastian pekerjaan, kurangnya perlindungan sosial, dan ketidaksetaraan digital tetap ada. Tinjauan ini menyoroti ketiadaan kebijakan tenaga kerja digital komprehensif di sebagian besar negara Asia Tenggara dan menyerukan kerangka regulasi yang adaptif untuk memastikan kondisi kerja yang adil bagi pemuda gig. Studi ini berkontribusi dengan menyintesis tren empiris dan kritik kebijakan untuk membimbing reformasi pasar tenaga kerja yang inklusif dan adil.

Ekonomi gig di Asia Tenggara tumbuh pesat akibat penetrasi teknologi digital dan dampak pandemi.Pekerjaan gig menawarkan peluang fleksibel bagi pemuda, tetapi sering kali bersifat tidak stabil dan tidak dilindungi sistem jaminan sosial.Tantangan struktural seperti ketidakadilan akses digital, ketimpangan gender, dan kurangnya perlindungan hukum tetap menjadi isu utama.Kebijakan tenaga kerja digital di kawasan ini masih tertinggal dibandingkan percepatan digitalisasi.Terdapat kekosongan literatur dalam studi kuantitatif berbasis data mikro dan evaluasi kebijakan empiris terhadap dampak jangka panjang ekonomi gig bagi tenaga kerja muda.

1. Penelitian longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang ekonomi gig terhadap karier pemuda di Asia Tenggara. 2. Studi komparatif lintas negara ASEAN untuk memahami perbedaan dinamika pekerjaan gig dalam konteks sosial-ekonomi yang berbeda. 3. Analisis empiris efektivitas kebijakan perlindungan tenaga kerja digital yang telah diterapkan di berbagai negara, dengan fokus pada penerapan regulasi platform work yang inklusif dan berkelanjutan.

  1. Networked but Commodified: The (Dis)Embeddedness of Digital Labour in the Gig Economy - Alex J Wood,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0038038519828906Networked but Commodified The Dis Embeddedness of Digital Labour in the Gig Economy Alex J Wood journals sagepub doi 10 1177 0038038519828906
Read online
File size301.61 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test