KEMNAKERKEMNAKER
Jurnal KetenagakerjaanJurnal KetenagakerjaanEkonomi gig telah banyak dipuji karena potensinya untuk meningkatkan produktivitas nasional dan menciptakan peluang kerja yang fleksibel. Namun, di balik janjinya tersimpan paradoks ketimpangan digital. Di Indonesia, pertumbuhan pesat pekerjaan berbasis platform di sektor transportasi, pengiriman, dan pekerja lepas daring menunjukkan visibilitas ekonomi gig yang semakin meningkat. Akan tetapi, dibandingkan dengan negara-negara seperti India, Brasil, dan Amerika Serikat, kontribusi terukur dari pekerjaan gig terhadap ketahanan ekonomi jangka panjang masih kurang pasti. Berdasarkan data sekunder dari ILO, Bank Dunia, dan OECD, makalah ini berpendapat bahwa ekonomi gig, meskipun memperluas penyerapan tenaga kerja, secara tidak proporsional bergantung pada pengaturan upah rendah yang tidak stabil, yang membatasi mobilitas ke atas dan pertumbuhan berkelanjutan. Dari perspektif budaya, pekerjaan gig menormalisasi kefleksibelan ekstrem dan individualisasi, membentuk kembali makna pekerjaan dengan cara yang melemahkan perundingan kolektif dan stabilitas karier. Analisis komparatif mengungkapkan bahwa negara-negara dengan regulasi ketenagakerjaan yang kuat berhasil memanfaatkan produktivitas gig tanpa memperburuk ketimpangan, sementara negara-negara berkembang dengan sistem yang lebih lemah, seperti Indonesia, berisiko memperdalam informalitas. Studi ini berargumen bahwa tantangan kebijakan Indonesia bukan apakah ekonomi gig harus tumbuh, melainkan apakah ekonomi gig dapat tumbuh secara inklusif. Tanpa tata kelola ketenagakerjaan yang disengaja, Indonesia mungkin menghadapi ekonomi ganda: satu sektor yang diuntungkan dari inovasi digital, dan sektor lain yang terjebak dalam ketimpangan digital yang tidak stabil.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekonomi gig di Indonesia menawarkan peluang penyerapan tenaga kerja sekaligus memperingatkan risiko ketimpangan digital yang semakin mendalam, karena inovasi digital melampaui kapasitas tata kelola dan fleksibilitas menggantikan keamanan.Kunci pertumbuhan yang adil terletak pada desain institusional yang mampu menjembatani sektor formal dan informal, memastikan fleksibilitas beriringan dengan perlindungan.Oleh karena itu, kebijakan harus bergeser dari pengaturan jenis pekerjaan ke perlindungan kondisi kerja, mengakui pekerja gig sebagai aktor ekonomi yang sah dengan hak atas perlindungan sosial, upah yang adil, dan representasi kolektif.
Penelitian ini membuka banyak pertanyaan penting mengenai bagaimana ekonomi gig memengaruhi kehidupan pekerja dan masa depan pasar tenaga kerja di Indonesia. Untuk penelitian lanjutan, sebuah ide menarik adalah meneliti secara mendalam bagaimana desain khusus dari platform digital, seperti algoritma penentuan pekerjaan atau sistem penilaian, memengaruhi kesejahteraan, kesehatan mental, dan keputusan kerja para pekerja gig di Indonesia, serta apakah dampak ini berbeda-beda pada kelompok demografi tertentu seperti usia atau jenis kelamin. Selain itu, sangat penting untuk melakukan studi jangka panjang yang mengikuti perjalanan karier pekerja gig selama beberapa tahun. Penelitian semacam ini dapat mengungkap apakah mereka akhirnya mampu beralih ke pekerjaan formal yang lebih stabil, tetap terjebak dalam pekerjaan gig yang rentan, atau bahkan keluar dari pasar kerja, dan faktor-faktor apa saja, termasuk kebijakan pemerintah atau peningkatan keterampilan, yang berkontribusi pada mobilitas ke atas atau menghambatnya. Terakhir, mengingat rekomendasi kebijakan yang kuat dalam studi ini, penelitian juga bisa fokus pada evaluasi efektivitas dan tantangan implementasi dari kerangka regulasi baru atau program perlindungan sosial yang diterapkan di Indonesia, misalnya dengan mengkaji respons dan hasil dari skema tunjangan portabel atau pendaftaran pekerja gig nasional, untuk memahami hambatan praktis dan dampak nyata terhadap formalisasi dan perlindungan pekerja.
- "The Role of Work-Life Balance and Technological Support in Enhancing Gig Worker Productivity in... scholarhub.ui.ac.id/seam/vol19/iss1/4The Role of Work Life Balance and Technological Support in Enhancing Gig Worker Productivity in scholarhub ui ac seam vol19 iss1 4
- Errand Runners of Digital Platform Capitalism: The Errand Economy as a Contribution to the Discussion... doi.org/10.31269/triplec.v22i1.1438Errand Runners of Digital Platform Capitalism The Errand Economy as a Contribution to the Discussion doi 10 31269 triplec v22i1 1438
- Inequality and vulnerability of informal employment during the pandemic | Construction Economics and... doi.org/10.5130/AJCEB.v23i3/4.8404Inequality and vulnerability of informal employment during the pandemic Construction Economics and doi 10 5130 AJCEB v23i3 4 8404
- Sustainable entrepreneurship on digital platforms and the enactment of digital connectivity through business... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/bse.3551Sustainable entrepreneurship on digital platforms and the enactment of digital connectivity through business onlinelibrary wiley doi 10 1002 bse 3551
| File size | 493.32 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
UNWAHAUNWAHA Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa BSI KCP Pasuruan Balaikota menggunakan strategiData dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa BSI KCP Pasuruan Balaikota menggunakan strategi
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Anak-anak saat ini sangat membutuhkan pendidikan karakter, di mana dalam hal ini guru dan orang tua, khususnya guru, memainkan peran penting dalam memperkuatAnak-anak saat ini sangat membutuhkan pendidikan karakter, di mana dalam hal ini guru dan orang tua, khususnya guru, memainkan peran penting dalam memperkuat
PELITABANGSAPELITABANGSA Temuan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi mobile ini mampu mengurangi kesalahan data, mempercepat alur kerja, dan meningkatkan produktivitas tim survei.Temuan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi mobile ini mampu mengurangi kesalahan data, mempercepat alur kerja, dan meningkatkan produktivitas tim survei.
UNIMMANUNIMMAN Di antaranya adalah keterbatasan infrastruktur digital di beberapa wilayah, rendahnya literasi digital tenaga kesehatan, tingginya biaya implementasi danDi antaranya adalah keterbatasan infrastruktur digital di beberapa wilayah, rendahnya literasi digital tenaga kesehatan, tingginya biaya implementasi dan
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Responden dengan Emotional Intelligence kurang sebagian besar berusia diatas 50 tahun dan tidak terlibat aktif dalam kegiatan prolanis. Hasil penelitianResponden dengan Emotional Intelligence kurang sebagian besar berusia diatas 50 tahun dan tidak terlibat aktif dalam kegiatan prolanis. Hasil penelitian
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Intervensi dilakukan melalui pendidikan kesehatan reproduksi berbasis leaflet. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakanIntervensi dilakukan melalui pendidikan kesehatan reproduksi berbasis leaflet. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan
UMKUMK Sistem terbukti fungsional dan responsif, mampu mengarahkan pH tanah menuju rentang ideal, dengan perbaikan terukur dari kondisi asam dan basa. SensorSistem terbukti fungsional dan responsif, mampu mengarahkan pH tanah menuju rentang ideal, dengan perbaikan terukur dari kondisi asam dan basa. Sensor
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Penelitian bertujuan mengkaji strategi pemasaran yang dapat meningkatkan penjualan dan pendapatan usaha ternak entok milik Bapak Abror dengan perspektifPenelitian bertujuan mengkaji strategi pemasaran yang dapat meningkatkan penjualan dan pendapatan usaha ternak entok milik Bapak Abror dengan perspektif
Useful /
PELITABANGSAPELITABANGSA Deteksi dini terhadap aktivitas ransomware menjadi tantangan utama karena pola serangan yang cepat dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikanDeteksi dini terhadap aktivitas ransomware menjadi tantangan utama karena pola serangan yang cepat dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan
PELITABANGSAPELITABANGSA Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, makalah ini menggunakan tinjauan literatur dan studi kasus komparatif bangunan responsif iklim dalamDengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, makalah ini menggunakan tinjauan literatur dan studi kasus komparatif bangunan responsif iklim dalam
UNESAUNESA However, despite these supporting factors, obstacles related to high educational costs and challenges in cultural adaptation remain significant considerationsHowever, despite these supporting factors, obstacles related to high educational costs and challenges in cultural adaptation remain significant considerations
AMPTAAMPTA Pada saat pasar pariwisata baru mendapatkan kepentingan yang belum pernah dirasakan sebelumnya, makalah ini berusaha memberikan pemahaman baru dan mendalamPada saat pasar pariwisata baru mendapatkan kepentingan yang belum pernah dirasakan sebelumnya, makalah ini berusaha memberikan pemahaman baru dan mendalam