RADEN WIJAYARADEN WIJAYA
Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaSabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaPerkembangan ekosistem digital memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing industri jasa, khususnya pariwisata. Penelitian ini mengeksplorasi dampak ekosistem digital terhadap daya saing Keraton Kasunanan Surakarta, destinasi wisata sejarah dan budaya utama di Indonesia. Melalui pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi strategi dan alat digital yang telah diterapkan oleh Keraton Kasunanan Surakarta untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional. Temuan menunjukkan bahwa platform digital seperti media sosial, situs web, dan sistem pemesanan online telah berkontribusi signifikan dalam mempromosikan Keraton Kasunanan Surakarta sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Transformasi digital yang diterapkan oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah memberikan dampak positif dalam hal pelestarian budaya, penyebaran pengetahuan, dan peningkatan pengalaman pengunjung.Dengan penggunaan teknologi seperti tur virtual dan event Keraton yang dapat dilihat secara langsung melalui live streaming, keraton berhasil menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda dan masyarakat internasional.Inovasi digital ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga memastikan bahwa warisan budaya Jawa tetap relevan di era digital.Keraton Surakarta dapat menjadi contoh bagi institusi kebudayaan lain dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan globalisasi, menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang inovatif, relevan, dan berkelanjutan.
1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak transformasi digital terhadap pelestarian budaya Jawa secara lebih mendalam, terutama dalam upaya menjaga relevansi dan kontinuitas tradisi di tengah perubahan zaman. 2. Mempelajari bagaimana ekosistem digital dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan dan memperkenalkan budaya Jawa kepada generasi muda, terutama generasi digital native, serta bagaimana strategi ini dapat diterapkan di situs-situs budaya penting lainnya di Indonesia. 3. Mengembangkan studi komparatif antara Keraton Surakarta dengan situs-situs budaya lain yang telah menerapkan transformasi digital, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam pelestarian budaya di era digital.
| File size | 168 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
RADEN WIJAYARADEN WIJAYA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta terhadap tingkat pemahaman wisatawan mengenai sejarahPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta terhadap tingkat pemahaman wisatawan mengenai sejarah
RADEN WIJAYARADEN WIJAYA Selain itu, teknik memasak Timlo juga tidak terlepas dari metode memasak ala Tionghoa, yaitu red stewing, merebus, dan braising. Penelitian ini menyimpulkanSelain itu, teknik memasak Timlo juga tidak terlepas dari metode memasak ala Tionghoa, yaitu red stewing, merebus, dan braising. Penelitian ini menyimpulkan
IKMIIKMI Pengujian dilakukan dengan metode Black Box terhadap tiga peran pengguna, yaitu Super Admin (petugas kelurahan), Admin RW, dan Nasabah. Hasil pengujianPengujian dilakukan dengan metode Black Box terhadap tiga peran pengguna, yaitu Super Admin (petugas kelurahan), Admin RW, dan Nasabah. Hasil pengujian
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Implementasi kerangka perawatan terpadu yang mengatasi efisiensi operasional, kepatuhan lingkungan, dan pengembangan sumber daya manusia dapat secara signifikanImplementasi kerangka perawatan terpadu yang mengatasi efisiensi operasional, kepatuhan lingkungan, dan pengembangan sumber daya manusia dapat secara signifikan
STIEMAHARDHIKASTIEMAHARDHIKA Perekonomian makro diguncang oleh pandemi Covid-19. Sektor makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang paling terdampak. Skenario terburuk yangPerekonomian makro diguncang oleh pandemi Covid-19. Sektor makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang paling terdampak. Skenario terburuk yang
UMCUMC Adapun teknik dalam pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakanAdapun teknik dalam pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan
UNCMUNCM Penelusuran jejak kepemimpinan menunjukkan bahwa sosok pemimpin ideal memiliki nilai-nilai religius, akademis, transformatif, berwawasan global, dan cintaPenelusuran jejak kepemimpinan menunjukkan bahwa sosok pemimpin ideal memiliki nilai-nilai religius, akademis, transformatif, berwawasan global, dan cinta
UNIPASBYUNIPASBY Kelemahan kawasan cagar budaya berupa ketersediaan fasilitas umum, fasilitas kesenian dan atraksi wisata. Analisis potensi kawasan cagar budaya berdasarkanKelemahan kawasan cagar budaya berupa ketersediaan fasilitas umum, fasilitas kesenian dan atraksi wisata. Analisis potensi kawasan cagar budaya berdasarkan
Useful /
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi langsung, serta dokumentasi proses administrasi kepegawaian. Sistem yang dihasilkan memiliki antarmukaData penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi langsung, serta dokumentasi proses administrasi kepegawaian. Sistem yang dihasilkan memiliki antarmuka
STIEMAHARDHIKASTIEMAHARDHIKA Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami fintech syariah dari perspektif hukum Islam menggunakan metode kualitatif deskriptif. FintechOleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami fintech syariah dari perspektif hukum Islam menggunakan metode kualitatif deskriptif. Fintech
STIEMAHARDHIKASTIEMAHARDHIKA Perusahaan sebaiknya menggunakan iklan dengan tokoh populer yang memiliki daya tarik dan kepribadian yang kuat agar dapat mempengaruhi konsumen, sertaPerusahaan sebaiknya menggunakan iklan dengan tokoh populer yang memiliki daya tarik dan kepribadian yang kuat agar dapat mempengaruhi konsumen, serta
JURNALSAINSJURNALSAINS 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Perubahan kebijakan tersebut mendapatkan respon dari Uni Eropa (UE) dengan menggugat Indonesia4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Perubahan kebijakan tersebut mendapatkan respon dari Uni Eropa (UE) dengan menggugat Indonesia