UNIFLORUNIFLOR
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah KependidikanPrima Magistra: Jurnal Ilmiah KependidikanMotivasi belajar pada program kesetaraan non‑formal di Indonesia masih menjadi tantangan yang dapat membatasi penyelesaian program dan dampak sosialnya yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tiga atribut pendidik—kemampuan komunikasi, kematangan emosional, dan sikap non‑diskriminasi—terhadap motivasi belajar, guna menentukan kontribusi relatif masing‑masing terhadap keterlibatan dan kegigihan peserta. Dengan desain kuantitatif deskriptif‑korelasi, sampel acak sederhana sebanyak 40 peserta dipilih dari populasi 115 peserta, dan data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur kemampuan komunikasi, kematangan emosional, sikap non‑diskriminasi, serta motivasi belajar; analisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson pada taraf signifikansi 0,01. Hasil menunjukkan ketiga atribut tersebut dinilai “cukup baik oleh peserta dan memiliki korelasi signifikan dengan motivasi belajar, dengan kemampuan komunikasi menunjukkan hubungan terkuat (r = 0,495), diikuti oleh kematangan emosional (r = 0,452) dan sikap non‑diskriminasi (r = 0,434). Temuan ini menegaskan bahwa kejelasan dan kecepatan komunikasi, empati serta ketahanan pendidik, dan praktik inklusif yang adil sangat penting untuk mempertahankan keterlibatan dan kegigihan peserta dalam pendidikan kesetaraan.
Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan komunikasi, kematangan emosional, dan sikap non‑diskriminasi pendidik semuanya berkontribusi positif terhadap motivasi belajar peserta program kesetaraan non‑formal, dengan kemampuan komunikasi menjadi prediktor terkuat.Semua tiga atribut dinilai cukup baik oleh peserta dan menunjukkan korelasi signifikan, menegaskan pentingnya kompetensi sosial‑emosional dan inklusif dalam meningkatkan motivasi.Peneliti merekomendasikan pengembangan profesional yang menekankan ketiga kompetensi ini serta studi longitudinal dan intervensi yang mengevaluasi pengaruh inovasi digital, keragaman budaya, dan kebijakan terhadap efektivitasnya.
Penelitian lanjutan dapat menguji secara longitudinal bagaimana penguatan kemampuan komunikasi pendidik melalui pelatihan berbasis teknologi memengaruhi motivasi belajar peserta kesetaraan dalam jangka waktu satu hingga tiga tahun. Selanjutnya, diperlukan studi intervensional yang menilai dampak program pengembangan kematangan emosional pendidik terhadap persepsi kesejahteraan dan retensi peserta, khususnya di wilayah dengan tantangan sosial‑ekonomi tinggi. Terakhir, penelitian komparatif dapat menyelidiki efektivitas pendekatan pembelajaran inklusif yang mengintegrasikan strategi non‑diskriminasi dalam konteks budaya beragam, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi secara nasional dalam kebijakan pendidikan non‑formal.
- The Role of Goal Orientations and Communication Strategies in Willingness to Communicate in EMI Classrooms... doi.org/10.17323/jle.2023.17207The Role of Goal Orientations and Communication Strategies in Willingness to Communicate in EMI Classrooms doi 10 17323 jle 2023 17207
- Revamping Teacher Training for Challenging Times: Teachers’ Well | PRBM. revamping teacher training... dovepress.com/revamping-teacher-training-for-challenging-times-teachers-well-being-r-peer-reviewed-fulltext-article-PRBMRevamping Teacher Training for Challenging Times TeachersAo Well PRBM revamping teacher training dovepress revamping teacher training for challenging times teachers well being r peer reviewed fulltext article PRBM
- Educación Emocional en la Formación del Profesorado en Iberoamérica. Una Revisión... ojs.ual.es/ojs/index.php/EJREP/article/view/9831Educaciyn Emocional en la Formaciyn del Profesorado en Iberoamyrica Una Revisiyn ojs ual es ojs index php EJREP article view 9831
- THE INFLUENCE OF EDUCATORS’ COMMUNICATION SKILLS, EMOTIONAL MATURITY, AND NON-DISCRIMINATION ATTITUDES... doi.org/10.37478/jpm.v7i1.6561THE INFLUENCE OF EDUCATORSAo COMMUNICATION SKILLS EMOTIONAL MATURITY AND NON DISCRIMINATION ATTITUDES doi 10 37478 jpm v7i1 6561
- Emotional Resilience and Mindfulness in Educators: Insights into Stress, Well-Being, and Perceived Training... doi.org/10.33373/dms.v14i1.7536Emotional Resilience and Mindfulness in Educators Insights into Stress Well Being and Perceived Training doi 10 33373 dms v14i1 7536
| File size | 392.43 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Simpulan: metode permainan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar perkalian pecahan. Penggunaan metode permainan secara signifikan meningkatkanSimpulan: metode permainan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar perkalian pecahan. Penggunaan metode permainan secara signifikan meningkatkan
DDIPOLMANDDIPOLMAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan Pendekatan Investigasi terhadapTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan Pendekatan Investigasi terhadap
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Penyebab terjadinya kesalahan prosedural antara lain tidak mengetahui langkah penyelesaian yang harus dilakukan selanjutnya, kurangnya kemampuan dalamPenyebab terjadinya kesalahan prosedural antara lain tidak mengetahui langkah penyelesaian yang harus dilakukan selanjutnya, kurangnya kemampuan dalam
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Scaffolding yang mencakup environmental provisions, explaining, reviewing, dan developing conceptual thinking membantu peserta didik memperkuat pemahamanScaffolding yang mencakup environmental provisions, explaining, reviewing, dan developing conceptual thinking membantu peserta didik memperkuat pemahaman
UNIMEDUNIMED Analisis regresi berganda digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fhitung > F tabel (48,027 > 2,503), yang mengindikasikan bahwaAnalisis regresi berganda digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fhitung > F tabel (48,027 > 2,503), yang mengindikasikan bahwa
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP di Ternate, sedangkan sampel diambil 60 orang siswa secara acak yang memiliki karakteristik yang sama denganPopulasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP di Ternate, sedangkan sampel diambil 60 orang siswa secara acak yang memiliki karakteristik yang sama dengan
AKSARAGLOBALAKSARAGLOBAL Instrumen penelitian terdiri dari 3 soal tentang pola bilangan yang telah divalidasi. Penelitian ini melibatkan 14 siswa kelas VIII MTS Pekanbaru. PendekatanInstrumen penelitian terdiri dari 3 soal tentang pola bilangan yang telah divalidasi. Penelitian ini melibatkan 14 siswa kelas VIII MTS Pekanbaru. Pendekatan
UMMUBAUMMUBA Hasilnya menunjukkan: (1) lingkungan sekolah berpengaruh langsung 40,26% terhadap minat belajar; (2) peran guru 31,36%; (3) lingkungan sekolah 9,48% terhadapHasilnya menunjukkan: (1) lingkungan sekolah berpengaruh langsung 40,26% terhadap minat belajar; (2) peran guru 31,36%; (3) lingkungan sekolah 9,48% terhadap
Useful /
UKSWUKSW integrasi nilai ekonomi‑lingkungan, transformasi industri, inovasi hijau serta kolaborasi kebijakan, penciptaan pekerjaan hijau dan inovasi sosial, penguatanintegrasi nilai ekonomi‑lingkungan, transformasi industri, inovasi hijau serta kolaborasi kebijakan, penciptaan pekerjaan hijau dan inovasi sosial, penguatan
STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN Dari ketiga kondisi fisik ini diperiksa, karena kondisi ini adalah yang paling dasar dan penting dalam mendukung keterampilan dan prestasi atlet FutsalDari ketiga kondisi fisik ini diperiksa, karena kondisi ini adalah yang paling dasar dan penting dalam mendukung keterampilan dan prestasi atlet Futsal
INTELEKTUALINTELEKTUAL Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengukur hubungan antara program mentoring dan kinerja akademik mentee menggunakan kuesioner self‑administeredOleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengukur hubungan antara program mentoring dan kinerja akademik mentee menggunakan kuesioner self‑administered
INTELEKTUALINTELEKTUAL Analisis menunjukkan bahwa pemahaman jelas tentang prinsip penetapan tujuan oleh guru dapat meningkatkan aktivitas belajar mengajar. Siswa lebih termotivasiAnalisis menunjukkan bahwa pemahaman jelas tentang prinsip penetapan tujuan oleh guru dapat meningkatkan aktivitas belajar mengajar. Siswa lebih termotivasi