ITBMITBM

Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)

Teknik biofloc adalah metode yang memanfaatkan mikroorganisme, terutama bakteri heterotrof, untuk mengonversi limbah nitrogen anorganik yang beracun, seperti amonia, menjadi biomassa yang bermanfaat bagi ikan. Dalam sistem biofloc, bakteri heterotrof berperan penting dalam pembentukan flok, yaitu agregat dari mikroorganisme dan partikel organik yang berfungsi sebagai sumber makanan tambahan bagi ikan. Bakteri ini menggunakan nitrogen dari amonia dalam air untuk memproduksi biomassa yang dapat dimakan oleh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek kombinasi probiotik komersial dan bahan herbal terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi perlakuan A (kontrol), perlakuan B (EM4 Jahe), perlakuan C (EM4 Kencur), dan perlakuan D (EM4 Kunyit). Penelitian dilakukan selama 35 hari di Institut Akuakultur Moncongloe Maros. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi probiotik EM4 dan kencur menghasilkan volume flok tertinggi (20.17 mL) dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi (2.90%), sedangkan kombinasi EM4 dan kunyit menghasilkan volume flok terendah (12.04 mL) dan laju pertumbuhan spesifik terendah (2.41%). Kencur dianggap memiliki efek positif karena kandungan minyak atsirinya yang berfungsi sebagai efek penenang, membantu fisiologi ikan, meningkatkan pertumbuhan, memaksimalkan kecernaan protein, dan meningkatkan efisiensi pakan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa volume flok terbaik adalah pemberian kombinasi probiotik EM4 dan bahan herbal kencur.Laju pertumbuhan spesifik ikan nila tertinggi adalah pemberian kombinasi probiotik EM4 dan bahan herbal kencur dengan nilai mencapai 2,90%.Pertumbuhan panjang mutlak ikan nila tertinggi adalah pemberian kombinasi probiotik EM4 dan bahan herbal kencur dengan nilai sebesar 2,11 cm.Kelangsungan hidup ikan nila tertinggi adalah pemberian kombinasi probiotik EM4 dan bahan herbal kencur dengan nilai mencapai 91%.Parameter kualitas air yang diperoleh yaitu suhu berkisar antara 26,1-28,50C, pH berkisar 6,0-8,3, oksigen terlarut berkisar antara 4,50-6,66 mg/L, amoniak pada akhir penelitian berkisar 0,17-0,79 mg/L.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek kombinasi probiotik dan bahan herbal yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan nila. Selain itu, penelitian dapat fokus pada optimasi dosis probiotik dan bahan herbal untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi sinergi antara probiotik dan bahan herbal dalam meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan probiotik dan bahan herbal pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila.

  1. Pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipelihara dengan sistem bioflok... ejournal2.undip.ac.id/index.php/sat/article/view/11824Pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan nila Oreochromis niloticus yang dipelihara dengan sistem bioflok ejournal2 undip ac index php sat article view 11824
  2. Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perikanan. pemberian probiotik pakan komersil protein kinerja ikan lele clarias... doi.org/10.29103/aa.v7i1.2388Acta Aquatica Jurnal Ilmu Perikanan pemberian probiotik pakan komersil protein kinerja ikan lele clarias doi 10 29103 aa v7i1 2388
Read online
File size642.98 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test