ITBMITBM

Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)

Penelitian ini menggunakan metode campuran yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis kondisi budidaya udang windu di Kecamatan Labakkang serta mengevaluasi penerapan teknologi dalam meningkatkan efisiensi produksi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar petambak masih bergantung pada sistem budidaya tradisional dan semi-intensif yang menghadapi tantangan seperti keterbatasan teknologi, fluktuasi kualitas air, dan biaya operasional tinggi. Sistem bioflok terbukti meningkatkan produktivitas sebesar 30% dengan peningkatan tingkat kelangsungan hidup udang hingga 85%. Penerapan sistem aerasi dan resirkulasi air juga meningkatkan kadar oksigen terlarut hingga 6,0 mg/L, yang berdampak positif pada kesehatan udang. Selain itu, pengelolaan pakan yang lebih efisien berhasil menurunkan konversi pakan (FCR) dari 1,5 menjadi 1,2. Penelitian ini merekomendasikan adopsi teknologi modern, manajemen kualitas air yang lebih baik, dan efisiensi pemberian pakan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya udang windu di daerah tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar petambak di Kecamatan Labakkang masih menggunakan sistem budidaya tradisional dan semi-intensif yang menghadapi berbagai keterbatasan seperti keterbatasan teknologi, biaya operasional tinggi, dan fluktuasi kualitas air.Tambak tradisional memiliki sistem sirkulasi air yang kurang optimal, menyebabkan kadar oksigen terlarut rendah dan akumulasi limbah organik yang tinggi.Penerapan teknologi bioflok dan sistem aerasi-resirkulasi terbukti dapat meningkatkan kualitas air, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan efisiensi budidaya.Sistem bioflok mampu menurunkan kadar amonia dalam air dan meningkatkan kelangsungan hidup udang.Untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya di daerah tersebut, disarankan agar petambak mulai mengadopsi teknologi modern seperti sistem bioflok dan aerasi-resirkulasi.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi jangka panjang dampak sistem bioflok terhadap keseimbangan ekosistem tambak dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, perlu dilakukan eksperimen perbandingan antara berbagai teknik aerasi dan resirkulasi air untuk menentukan metode yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas air dan kesehatan udang. Terakhir, penelitian dapat menggali potensi integrasi budidaya udang windu dengan spesies lain dalam sistem polikultur untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan sumber daya air.

Read online
File size537.99 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test