IBRAHIMYIBRAHIMY
Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu PerikananPopulasi pari di Indonesia terancam mengalami kepunahan. Kegiatan konservasi terkait dengan upaya penyelamatan spesies hewan laut yang hampir punah, namun juga terkait dengan masalah lingkungan secara global. Sampai saat ini masih belum ada regulasi dari pemerintah Indonesia yang secara spesifik memberikan perlindungan terhadap kelestarian ikan pari di perairan laut Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah membahas regulasi yang memberikan perlindungan hukum terhadap ikan pari dari aktivitas perburuan illegal dan terdapat dua upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah yakni upaya represif dan upaya preventif. Litbang KKP dalam 10 tahun terakhir penurunan jumlah pari manta bisa mencapai 30%. Hasil penelitian ini bahwa keuntungan ekonomi yang diperoleh dari hasil penangkapan pari selama ini lebih banyak dinikmati oleh para pemilik kapal dan pengumpul/pedagang sirip. Status konservasi ikan pari di alam berdasarkan data IUCN (2015) dari 156 spesies ikan pari, 10 spesies kategori endengered, 3 spesies kategori critically endangered, 21 spesies termasuk near threatened, 27 spesies vulnerable, 33 spesies least concern dan yang paling banyak 62 spesies kategori data deficient. Rekomendasi untuk tindakan upaya represif yaitu dilakukan melalui penegakan hukum dengan memberi sanksi. Upaya preventif dilakukan dengan cara membuat wilayah konservasi pari melalui edukasi dan penyadaran bagi masyarakat.
Masih sedikit regulasi yang memberikan perlindungan dan sanksi hukum terhadap perburuan ikan pari di Indonesia.Beberapa regulasi yang secara tersirat memberi perlindungan terhadap ikan pari antara lain UU Kelautan, UU Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, dan regulasi internasional seperti CITES.Upaya yang dapat dilakukan pemerintah meliputi pendekatan represif melalui penegakan hukum serta pendekatan preventif berupa pembentukan kawasan konservasi dan edukasi masyarakat.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas penerapan regulasi konservasi pari di tingkat daerah, khususnya di wilayah NTT, dengan membandingkan daerah yang telah memiliki peraturan perlindungan dan yang belum, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan. Kedua, perlu dikaji lebih lanjut tentang pola pergerakan dan habitat kritis pari manta dan jenis pari terancam lainnya di perairan NTT melalui pemantauan jangka panjang menggunakan teknologi pelacakan satelit atau akustik, guna mendukung penetapan kawasan konservasi berbasis ilmiah. Ketiga, penting untuk mengevaluasi tingkat pemahaman nelayan lokal terhadap regulasi perikanan dan status konservasi pari melalui survei sosial, serta mengembangkan model edukasi berbasis komunitas yang sesuai dengan budaya pesisir untuk meningkatkan kepatuhan hukum secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dalam membangun sistem perlindungan pari yang efektif, mencakup dimensi hukum, ekologi, dan sosial. Fokus pada aspek lokal sangat penting karena dinamika penangkapan dan perdagangan pari di NTT dipengaruhi oleh struktur ekonomi, akses terhadap informasi, dan relasi sosial antarpelaku usaha. Tanpa pemahaman mendalam terhadap konteks lokal, regulasi nasional maupun internasional akan sulit diterapkan secara efektif. Penelitian yang mengintegrasikan tiga aspek tersebut akan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih holistik dan berkelanjutan.
| File size | 1.32 MB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Penelitian ini dilakukan di Pantai Cermin Desa Pantai Cermin Kanan Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai dilaksanakan pada tanggal 6-12 NovemberPenelitian ini dilakukan di Pantai Cermin Desa Pantai Cermin Kanan Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai dilaksanakan pada tanggal 6-12 November
IBRAHIMYIBRAHIMY Formulasi wolffia segar menunjukan hasil pertumbuhan paling baik pada perlakuan D dengan perlakuan 20% wolffia segar dengan pellet buatan 80% pada ikanFormulasi wolffia segar menunjukan hasil pertumbuhan paling baik pada perlakuan D dengan perlakuan 20% wolffia segar dengan pellet buatan 80% pada ikan
IBRAHIMYIBRAHIMY Variasi genetik yang muncul di Pulau Bangka dimungkinkan sebagai adaptasi terhadap kondisi lingkungannya. Trigonopoma gracile dari Sungai Gedong, BangkaVariasi genetik yang muncul di Pulau Bangka dimungkinkan sebagai adaptasi terhadap kondisi lingkungannya. Trigonopoma gracile dari Sungai Gedong, Bangka
IBRAHIMYIBRAHIMY Masing-masing perlakuan di uji dengan 3 kali ulangan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung caulerpa sp konsentrasi 20% (C) dapatMasing-masing perlakuan di uji dengan 3 kali ulangan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung caulerpa sp konsentrasi 20% (C) dapat
IBRAHIMYIBRAHIMY Hasil penelitian didapatkan bahwa perbedaan penambahan air kelapa pada probiotik yang dicampurkan kedalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhanHasil penelitian didapatkan bahwa perbedaan penambahan air kelapa pada probiotik yang dicampurkan kedalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan
IBRAHIMYIBRAHIMY Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu tahapan seleksi indukan, penyuntikan hormon, pemijahan dan penetasan telur. Induk jantan yang digunakanTahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu tahapan seleksi indukan, penyuntikan hormon, pemijahan dan penetasan telur. Induk jantan yang digunakan
IBRAHIMYIBRAHIMY Penilitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan Kubangsari Kota Banjar Jawa Barat. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masingPenilitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan Kubangsari Kota Banjar Jawa Barat. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing
IBRAHIMYIBRAHIMY Kepadatan untuk kelompok A adalah 5000 ekor/jaring dan kelompok B sebanyak 1000 ekor/jaring, dengan masing-masing kelompok memiliki tiga kali ulangan.Kepadatan untuk kelompok A adalah 5000 ekor/jaring dan kelompok B sebanyak 1000 ekor/jaring, dengan masing-masing kelompok memiliki tiga kali ulangan.
Useful /
IBRAHIMYIBRAHIMY Nilai kelimpahan total makro alga (KT) = 131,03 individu/m2. Kelimpahan jenis makro alga tertinggi dari jenis Laurencia papillosa dengan nilai (K) = 58,06Nilai kelimpahan total makro alga (KT) = 131,03 individu/m2. Kelimpahan jenis makro alga tertinggi dari jenis Laurencia papillosa dengan nilai (K) = 58,06
IBRAHIMYIBRAHIMY Pengembangan perikanan berkelanjutan di Pulau Gili Labak ditandai dengan dominasi faktor internal seperti kekuatan dan peluang dibandingkan faktor eksternalPengembangan perikanan berkelanjutan di Pulau Gili Labak ditandai dengan dominasi faktor internal seperti kekuatan dan peluang dibandingkan faktor eksternal
IBRAHIMYIBRAHIMY Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SSOP yang dilakukan di PT. Tri Mitra Makmur Kabupaten Situbondo yang notabene adalah suatu industriPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SSOP yang dilakukan di PT. Tri Mitra Makmur Kabupaten Situbondo yang notabene adalah suatu industri
IBRAHIMYIBRAHIMY Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan induk ikan lele dumbo dapat meningkatkan kualitas dan kuantitasPenelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan induk ikan lele dumbo dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas