UNMUHUNMUH
J-ProteksionJ-ProteksionPengelasan merupakan teknik penyambungan logam dengan mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi, dengan atau tanpa tekanan dan penambahan logam, menghasilkan sambungan yang kontinu. Penelitian ini menggunakan las TIG (Tungsten Inert Gas) dan las MIG (Metal Inert Gas) pada material Stainless Steel AISI 304 dengan variasi media pendingin berupa oli SAE 40, air garam, dan udara bebas. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh jenis pengelasan dan media pendingin terhadap kekuatan tarik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kekuatan tarik pada pengelasan Stainless Steel AISI 304 menggunakan las TIG dengan media pendingin udara bebas menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 590,63 N/mm2, sementara variasi media pendingin oli SAE 40 menghasilkan kekuatan tarik terendah sebesar 328,13 N/mm2. Pada pengelasan menggunakan las MIG, variasi media pendingin air garam menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 251,25 N/mm2, dan variasi media pendingin oli SAE 40 menghasilkan kekuatan tarik terendah sebesar 161,25 N/mm2.
Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa pengelasan TIG dengan variasi media pendingin udara bebas menghasilkan kekuatan tarik tertinggi pada Stainless Steel AISI 304, yaitu sebesar 590,63 N/mm2.Pengelasan MIG dengan variasi media pendingin air garam menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 251,25 N/mm2.Secara umum, kekuatan tarik pada pengelasan TIG lebih tinggi dibandingkan dengan pengelasan MIG.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memvariasikan material benda kerja, jenis sambungan, dan media pendingin untuk memperluas pemahaman tentang pengaruhnya terhadap kekuatan tarik. Selain itu, pengujian struktur mikro dapat dilakukan untuk memperkuat analisis hasil uji tarik dan memahami mekanisme yang terjadi pada material selama proses pengelasan. Pengembangan alat uji tarik di laboratorium teknik mesin juga diperlukan untuk mendukung penelitian lebih lanjut, termasuk pengujian dengan parameter yang lebih beragam dan akurat. Dengan demikian, penelitian-penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proses pengelasan, serta menghasilkan sambungan yang lebih kuat dan tahan lama.
| File size | 419.07 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
PNMPNM Serat ampas tebu diekstraksi menggunakan larutan NaOH 5% dan aquades selama 1 jam, kemudian difraksikan menjadi fraksi 20:80, 25:75, dan 30:70 relatifSerat ampas tebu diekstraksi menggunakan larutan NaOH 5% dan aquades selama 1 jam, kemudian difraksikan menjadi fraksi 20:80, 25:75, dan 30:70 relatif
ARITEKINARITEKIN Permasalahan pada penelitian sebelumnya adalah penggunaan resin polyester sebagai matriks pada komposit serat bulu kambing kacang, sedangkan dalam penelitianPermasalahan pada penelitian sebelumnya adalah penggunaan resin polyester sebagai matriks pada komposit serat bulu kambing kacang, sedangkan dalam penelitian
UMUM Film PVA/gambir menjadi lebih halus dan homogen seiring bertambahnya durasi perlakuan panas. Indeks kristinitas meningkatkan hingga 40 menit lalu menurunFilm PVA/gambir menjadi lebih halus dan homogen seiring bertambahnya durasi perlakuan panas. Indeks kristinitas meningkatkan hingga 40 menit lalu menurun
UNIMAR AMNIUNIMAR AMNI Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi sudut bevel (30°, 40°, dan 50°) serta penggunaan backing keramik terhadap sifat mekanik dan cacat las padaPenelitian ini mengkaji pengaruh variasi sudut bevel (30°, 40°, dan 50°) serta penggunaan backing keramik terhadap sifat mekanik dan cacat las pada
PNCPNC Berdasarkan hasil uji tarik, nilai rata – rata tegangan tarik maksimum paling rendah hingga paling tinggi adalah 7,4 MPa; 12,4 MPa; dan 14,9 MPa. JenisBerdasarkan hasil uji tarik, nilai rata – rata tegangan tarik maksimum paling rendah hingga paling tinggi adalah 7,4 MPa; 12,4 MPa; dan 14,9 MPa. Jenis
FORTEI7FORTEI7 Besar arus yang digunakan yakni 3 variasi yaitu 90 A, 95 A, dan 100 A. Dalam penelitian ini metode pengolahan data yang digunakan desain rancangan faktorialBesar arus yang digunakan yakni 3 variasi yaitu 90 A, 95 A, dan 100 A. Dalam penelitian ini metode pengolahan data yang digunakan desain rancangan faktorial
PDGIPDGI Metode: Giomer dimasukkan ke dalam cetakan yang menghasilkan sampel berdiameter 6,0±0,03 mm dan tinggi 3,0±0,09 mm dibagi menjadi 2 kelompok untuk pengujianMetode: Giomer dimasukkan ke dalam cetakan yang menghasilkan sampel berdiameter 6,0±0,03 mm dan tinggi 3,0±0,09 mm dibagi menjadi 2 kelompok untuk pengujian
UMBUMB Prediksi sifat mekanik pasca-pemangkasan dilakukan menggunakan persentase perubahan sebelum dan sesudah pemangkasan pada aluminium alloy lain. PrediksiPrediksi sifat mekanik pasca-pemangkasan dilakukan menggunakan persentase perubahan sebelum dan sesudah pemangkasan pada aluminium alloy lain. Prediksi
Useful /
PNCPNC Kurangnya informasi yang mendetail tentang konsumsi daya listrik harian pada setiap perangkat elektronik dapat menghambat perhitungan biaya konsumsi energiKurangnya informasi yang mendetail tentang konsumsi daya listrik harian pada setiap perangkat elektronik dapat menghambat perhitungan biaya konsumsi energi
PNCPNC Hal tersebut mengakibatkan kegiatan-kegiatan menjadi terhambat. Tujuan penelitian adalah membuat prototype rancangan pengembangan Sistem Informasi LayananHal tersebut mengakibatkan kegiatan-kegiatan menjadi terhambat. Tujuan penelitian adalah membuat prototype rancangan pengembangan Sistem Informasi Layanan
PNCPNC Proses heat treatment dan quenching dengan media air garam menghasilkan kekerasan tertinggi (52,67 HRC) serta pembentukan fasa martensit pada mikrostruktur.Proses heat treatment dan quenching dengan media air garam menghasilkan kekerasan tertinggi (52,67 HRC) serta pembentukan fasa martensit pada mikrostruktur.
PNCPNC Dengan meningkatnya penggunaan platform digital, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi dalam kegiatan jual beli online.Dengan meningkatnya penggunaan platform digital, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi dalam kegiatan jual beli online.