PNMPNM

JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)

Penelitian ini mengkaji . Serat ampas tebu diekstraksi menggunakan larutan NaOH 5% dan aquades selama 1 jam, kemudian difraksikan menjadi fraksi 20:80, 25:75, dan 30:70 relatif terhadap polipropilena. Komposit diproses melalui thermal bonding dan diuji ketahanan suhu serta sifat mekanik tarik sesuai standar ASTM D 638 tipe 1. Hasil menunjukkan bahwa fraksi 25:75 menghasilkan kekuatan tarik optimal sebesar 21,90 N/mm³, sedangkan fraksi 20:80 dan 30:70 menunjukkan nilai lebih rendah. Data ini menegaskan bahwa peningkatan fraksi serat tidak selalu meningkatkan kekuatan tarik, karena interaksi serat-matriks dan homogenitas material memengaruhi kinerja komposit.

 75 % dengan perendaman NaOH 5 % menghasilkan nilai tegangan tarik terbaik (21,90 N/mm³) karena struktur serat dan matriks lebih homogen.Peningkatan fraksi volume berlebih dapat menurunkan kekuatan tarik karena interaksi serat–matriks tidak sempurna dan adanya rongga udara.Oleh karena itu, optimalisasi fraksi serat sangat penting untuk meningkatkan performa komposit isolator panas.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh tambahan bahan penguat lain seperti serat bambu atau kenaf pada fraksi 25 : 75 % untuk meningkatkan kekuatan tarik komposit isolator panas. Selain itu, studi tentang proses pemanasan dan waktu pengeringan yang lebih optimal pada metode thermal bonding dapat mengurangi ketidaksempurnaan interaksi serat‑matriks. Terakhir, evaluasi performa termal dan mekanik pada beban siklik dan kondisi lingkungan ekstrem akan membantu mengidentifikasi aplikasi komposit di kendaraan listrik di masa depan.

Read online
File size396.09 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test