SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER

Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan MuamalahJurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah

Setiap perusahaan dalam menjalan usahanya membutuhkan dana untuk membiayai kegiaan operasioanl perusahaan. Beberapa sumber dana dapat dipilih atau digunakan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan modal perusahaan. Manajemen sebagai pengelola perusahaan dalam menentukan sumber-sumber pendanaan harus menganalisis seberapa komposisi hutang dan modal sendiri yang digunakan dalam menggali sumber dana. Komposisi pendanaan yang optimal dapat diperoleh dengan menggunakan alat analisis struktur modal. Nilai perusahaan memiliki pengaruh besar terhadap keputusan investasi para investor, karena nilai perusahaan dapat mencerminkan kestabilan keuangan dan tingkat resiko yang dihadapi perusahaan. Investor cenderung memilih perusahaan yang memiliki nilai perusahaan yang tinggi karena perusahaan tersebut memiliki prospek yang baik dimasa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strukur modal dan nilai perusahaan serta seberapa besar pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan pada sektor barang konsumen non-primer (consumer cyclicals) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan keuangan tahun 2020 dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Perbedaan penelitian dengan penelitian sebelumnya adalah pada objek, populasi dan sampel penelitian, periode penelitian, alat ukur dan hasil penelitian.

Berdasarkan penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa struktur modal (DER) pada perusahaan sektor barang konsumen non-primer tahun 2020 menunjukkan variasi dengan kecenderungan tingkat yang cukup baik.Sementara itu, nilai perusahaan (PBV) pada sektor yang sama cenderung variatif namun kurang baik secara keseluruhan.Hasil pengujian hipotesis lebih lanjut menunjukkan bahwa struktur modal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Bagi peneliti di masa depan, ada beberapa arah studi yang menarik untuk memperkaya pemahaman kita tentang struktur modal dan nilai perusahaan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Pertama, akan sangat bermanfaat jika penelitian diperluas untuk mengamati periode waktu setelah tahun 2020. Mengingat bahwa studi ini berfokus pada tahun awal pandemi, kelanjutan analisis hingga tahun-tahun pemulihan ekonomi bisa mengungkapkan bagaimana perusahaan-perusahaan di sektor barang konsumen non-primer menyesuaikan struktur modal mereka dan dampaknya terhadap nilai perusahaan dalam jangka menengah. Apakah tren positif yang ditemukan di tahun 2020 berlanjut, melemah, atau bahkan berbalik saat ekonomi mulai pulih? Penelitian semacam ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang ketahanan sektor ini. Kedua, mempertimbangkan untuk melakukan studi komparatif dengan sektor-sektor lain dapat menawarkan wawasan berharga. Sektor barang konsumen non-primer dikenal sangat rentan terhadap gejolak ekonomi, seperti yang disoroti dalam latar belakang penelitian ini. Dengan membandingkan bagaimana struktur modal memengaruhi nilai perusahaan di sektor yang lebih stabil atau bahkan sektor yang justru diuntungkan selama pandemi, kita bisa mengidentifikasi karakteristik spesifik yang membuat suatu sektor lebih resilien atau rapuh. Apakah pola hubungan yang sama ditemukan di sektor teknologi atau barang konsumen primer, atau adakah perbedaan fundamental yang memengaruhi strategi pendanaan dan persepsi pasar? Ketiga, sangat dianjurkan untuk mendalami peran faktor-faktor moderasi atau mediasi yang belum tercakup. Studi ini menunjukkan hubungan positif antara struktur modal dan nilai perusahaan. Namun, pertanyaan selanjutnya adalah, apakah ada variabel lain, seperti tingkat likuiditas perusahaan, ukuran perusahaan, atau bahkan praktik tata kelola perusahaan yang baik, yang dapat memperkuat atau justru melemahkan dampak struktur modal terhadap nilai perusahaan, khususnya dalam kondisi krisis atau pasca krisis? Menyelidiki bagaimana variabel-variabel ini berinteraksi dapat memberikan pemahaman yang lebih nuansa dan mendalam, membantu perusahaan merancang strategi keuangan yang lebih adaptif dan efektif di masa depan. Misalnya, apakah perusahaan dengan likuiditas tinggi lebih mampu memanfaatkan utang untuk pertumbuhan tanpa mengorbankan nilai, atau apakah struktur kepemilikan yang kuat berfungsi sebagai pengawas yang memastikan penggunaan modal secara efisien?.

  1. Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah (Januari-Maret 2023) | Jurnal Humaniora,... doi.org/10.38035/jhesm.v1i1Vol 1 No 1 2023 Jurnal Humaniora Ekonomi Syariah dan Muamalah Januari Maret 2023 Jurnal Humaniora doi 10 38035 jhesm v1i1
Read online
File size854.79 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test