IBRAHIMYIBRAHIMY
Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu PerikananThalassia hemprichii adalah tumbuhan spermatophyta yang tumbuh pada ekosistem perairan. Tumbuhan ini merupakan salah satu jenis lamun yang tersebar di perairan Sulawesi Tenggara dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir untuk berbagai keperluan, termasuk pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penapisan fitokimia infusa lamun Thalassia hemprichii dari perairan Tondonggeu, Sulawesi Tenggara, dan mengkaji potensinya sebagai antimikroba alami. Metode yang digunakan meliputi wawancara dengan masyarakat setempat untuk menggali pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan lamun, serta skrining fitokimia infusa daun Thalassia hemprichii. Hasil wawancara menunjukkan bahwa masyarakat Tondonggeu memanfaatkan berbagai bagian tanaman lamun untuk pengobatan, termasuk sebagai obat luka, antidiare, obat demam, obat sakit perut, dan suplemen nutrisi. Skrining fitokimia mengungkapkan keberadaan alkaloid, terpenoid, saponin, tanin, dan flavonoid dalam infusa daun T. hemprichii. Temuan ini menunjukkan adanya korelasi antara penggunaan tradisional dan kandungan fitokimia, yang mendukung potensi T. hemprichii sebagai sumber antimikroba alami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Thalassia hemprichii memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber obat alami, terutama dalam penemuan antimikroba. Namun, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengisolasi senyawa aktif spesifik dan melakukan uji klinis guna memvalidasi keamanan dan efektivitasnya. Pemanfaatan T. hemprichii sebagai sumber obat alami harus diimbangi dengan upaya konservasi untuk menjamin keberlanjutan spesies ini dan ekosistem padang lamun.
Infusa daun Thalassia hemprichii dari perairan Tondonggeu mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, terpenoid, saponin, tanin, dan flavonoid.Senyawa-senyawa tersebut memberikan dukungan terhadap potensi lamun ini sebagai sumber antimikroba alami.Pengembangan lebih lanjut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan isolasi senyawa aktif dan konservasi ekosistem lamun.
Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak daun Thalassia hemprichii yang bertanggung jawab atas aktivitas antimikroba, agar dapat dikembangkan sebagai bahan baku obat herbal standar. Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak ini terhadap berbagai strain bakteri patogen secara in vitro dan in vivo, termasuk bakteri resisten antibiotik, guna memahami spektrum kerjanya secara lebih komprehensif. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi tentang dampak pemanfaatan berkelanjutan terhadap populasi Thalassia hemprichii di alam, sehingga dapat dirancang model pemanfaatan yang tidak merusak ekosistem padang lamun, sekaligus menjaga keberlangsungan spesies ini sebagai sumber daya alam hayati.
| File size | 710.11 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STIFARSTIFAR Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan handrub dari ekstrak daun sirih rebus (Piper betle) dibandingkan dengan alkohol 70% terhadap persentasePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan handrub dari ekstrak daun sirih rebus (Piper betle) dibandingkan dengan alkohol 70% terhadap persentase
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Tanaman sirih hijau telah dimanfaatkan sejak dahulu secara turun temurun sebagai tanaman obat yang sangat cocok bila ditanam di sekitar rumah. Bagian dariTanaman sirih hijau telah dimanfaatkan sejak dahulu secara turun temurun sebagai tanaman obat yang sangat cocok bila ditanam di sekitar rumah. Bagian dari
UWKSUWKS Proses distribusi yang lambat atau terhambat dapat mengakibatkan penurunan mutu, kehilangan kesegaran, serta meningkatnya angka kerusakan sebelum produkProses distribusi yang lambat atau terhambat dapat mengakibatkan penurunan mutu, kehilangan kesegaran, serta meningkatnya angka kerusakan sebelum produk
UADUAD Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi waktu kontak 30, 90, dan 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kandungan logam Cu sebesar 27% danProses adsorpsi dilakukan dengan variasi waktu kontak 30, 90, dan 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kandungan logam Cu sebesar 27% dan
LMULMU Penelitian ini berhasil mensintesis dan membuat komposit karbon aktif berbasis tongkol jagung. Analisis FTIR mengungkapkan puncak adsorpsi karakteristikPenelitian ini berhasil mensintesis dan membuat komposit karbon aktif berbasis tongkol jagung. Analisis FTIR mengungkapkan puncak adsorpsi karakteristik
ITENASITENAS Semakin besar diameter dan kemiringan tube settler semakin rendah efisiensi penyisihan TSS dan kekeruhan. Efisiensi penyisihan TSS yang paling tinggi yaituSemakin besar diameter dan kemiringan tube settler semakin rendah efisiensi penyisihan TSS dan kekeruhan. Efisiensi penyisihan TSS yang paling tinggi yaitu
UNWIRUNWIR Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi dengan bentuk nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakanMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi dengan bentuk nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan
UNUKALTIMUNUKALTIM Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut BNJ dengan taraf signifikansi 5%. SampelPenelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut BNJ dengan taraf signifikansi 5%. Sampel
Useful /
UPN VeteranUPN Veteran Hasil menunjukkan bahwa efisiensi penghilangan pewarna CR tertinggi (99,82%) diperoleh dari efek interaksi yang signifikan antara waktu kontak dan konsentrasiHasil menunjukkan bahwa efisiensi penghilangan pewarna CR tertinggi (99,82%) diperoleh dari efek interaksi yang signifikan antara waktu kontak dan konsentrasi
ITENASITENAS Penelitian ini menawarkan ide teknologi asistif pendukung untuk Unit Disabilitas Perguruan Tinggi.ide inovatif rompi sensori yang dapat memberikan efekPenelitian ini menawarkan ide teknologi asistif pendukung untuk Unit Disabilitas Perguruan Tinggi.ide inovatif rompi sensori yang dapat memberikan efek
ITENASITENAS 5 Tahun 2014 yang hanya mengizinkan kadar TSS sebesar 200 mg/l. Debit lumpur yang dihasilkan dari pengolahan IPA IKK Pemangkat sebesar 150,96 m3/hari.5 Tahun 2014 yang hanya mengizinkan kadar TSS sebesar 200 mg/l. Debit lumpur yang dihasilkan dari pengolahan IPA IKK Pemangkat sebesar 150,96 m3/hari.
UMMAUMMA Desain Faktorial ini merupakan modifikasi dari true experimental design, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhiDesain Faktorial ini merupakan modifikasi dari true experimental design, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi