ITENASITENAS

Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah LingkunganRekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan

Pengolahan air minum di IPA IKK Pemangkat menggunakan koagulan berupa tawas, sehingga menghasilkan sisa olahan dalam bentuk lumpur yang bersumber dari unit clarifier dan filtrasi yang akan mencemari sungai jika langsung dibuang tanpa proses pengolahan. Tujuan dari perencanaan ini adalah mengetahui debit lumpur yang dihasilkan, merencanakan IPL (Instalasi Pengolahan Lumpur), mengetahui kebutuhan terhadap luas lahan dan menghitung RAB. Berdasarkan hasil laboratorium, lumpur yang dihasilkan dari IPA IKK Pemangkat memiliki kadar TSS sebesar 6.100 mg/l yang melewati batas baku mutu, berdasarkan PerMen LH No.5 Tahun 2014 yang hanya mengizinkan kadar TSS sebesar 200 mg/l. Debit lumpur yang dihasilkan dari pengolahan IPA IKK Pemangkat sebesar 150,96 m3/hari. Unit IPL yang direncanakan masing-masing terdiri 1 unit diantaranya yaitu bak pengumpul, unit gravity thickening, unit belt filter press, bak penampung filtrat, bak tangki supernatan dan bak penampung dry cake. Perencanaan unit IPL ini membutuhkan luas area sebesar 79 m2 dengan rencana anggaran biaya pembangunan sebesar Rp. 3.418.831.142,75.

Debit lumpur yang dihasilkan dari pengolahan IPA IKK Pemangkat sebesar 150,96 m3/hari.Instalasi pengolahan lumpur direncanakan dengan berbagai unit pengolahan, meliputi bak pengumpul, gravity thickening, belt filter press, bak filtrat, tangki supernatan, dan bak penampung dry cake, dengan total kebutuhan lahan sebesar 79 m2.Rencana anggaran biaya pembangunan IPL sebesar Rp.142,75, dan lahan yang tersedia di IPA IKK Pemangkat masih mencukupi untuk pembangunan instalasi tersebut.

Pertama, perlu diteliti efektivitas penggunaan koagulan alternatif selain tawas yang menghasilkan lumpur dengan kandungan logam berat lebih rendah, untuk menurunkan potensi toksisitas terhadap ekosistem Sungai Perapakan. Kedua, perlu dikaji pemanfaatan lumpur kering hasil IPL sebagai bahan baku material konstruksi seperti batako atau campuran beton, untuk mengevaluasi kuat tekan, durabilitas, dan dampak lingkungan jangka panjang dari produk tersebut. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang penerapan sistem daur ulang aluminium dari lumpur melalui proses ekstraksi kimia, untuk mengevaluasi efisiensi pemulihan alum, keekonomian proses, dan kemungkinan penggunaannya kembali di IPA secara berkelanjutan. Ketiga penelitian ini dapat membantu mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan nilai ekonomi limbah, serta mendorong konsep ekonomi sirkular di sistem pengolahan air bersih. Penelitian lebih lanjut juga dapat menggabungkan ketiga aspek tersebut dalam satu sistem terintegrasi untuk mendukung keberlanjutan operasional IPA. Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan permasalahan limbah, tetapi juga membuka peluang inovasi teknologi lokal. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi kelayakan teknis dan sosial dari masing-masing opsi pemanfaatan lumpur di lokasi setempat. Penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan uji coba skala laboratorium terlebih dahulu sebelum diterapkan secara langsung. Hal ini akan memastikan bahwa solusi yang diusulkan benar-benar sesuai dengan kondisi lokal dan aman bagi lingkungan. Dengan demikian, hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan pengelolaan lumpur IPA yang lebih komprehensif.

  1. Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga | Nugraha | Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi... doi.org/10.26760/jrh.v3i3.3428Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga Nugraha Rekayasa Hijau Jurnal Teknologi doi 10 26760 jrh v3i3 3428
  2. Perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur IPA IKK Pemangkat Perumda Air Minum Kabupaten Sambas | Wahyudi... doi.org/10.26760/jrh.V8i3.235-250Perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur IPA IKK Pemangkat Perumda Air Minum Kabupaten Sambas Wahyudi doi 10 26760 jrh V8i3 235 250
Read online
File size1.23 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test