SEMARANGKOTASEMARANGKOTA

RIPTEKRIPTEK

Kesiapan (e-readiness) kecamatan dalam penerapan e-government di Kota Semarang menjadi penting untuk mendukung good governance. Penelitian ini menggunakan kerangka STOPE (Strategy, Technology, Organization, People, Environment) untuk menilai tingkat kesiapan kecamatan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa 3 kecamatan (Semarang Selatan, Candisari, dan Tugu) sangat siap, sedangkan 13 kecamatan lainnya siap. Namun, masih ada tantangan seperti kekurangan infrastruktur teknologi, kurangnya pelatihan SDM, dan perlu pemantauan berkala untuk meningkatkan efektivitas layanan e-government.

Pelayanan berbasis e-government di kecamatan se-Kota Semarang bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan.Adopsi teknologi ini juga bertujuan untuk menyesuaikan dengan Revolusi Industri 4.Hasil penilaian e-readiness menunjukkan bahwa sebagian besar kecamatan siap menerapkan e-government, namun diperlukan perbaikan infrastruktur, pelatihan SDM, dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas layanan.

1) Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak literasi digital terhadap adopsi e-government di kecamatan Semarang. 2) Mempelajari efektivitas platform e-government saat ini dalam meningkatkan efisiensi layanan publik. 3) Mengkaji peran partisipasi masyarakat dalam keberhasilan implementasi e-government di Kota Semarang.

  1. The Development of e-Government System in Indonesia | Jurnal Bina Praja. development government system... doi.org/10.21787/JBP.08.2016.97-108The Development of e Government System in Indonesia Jurnal Bina Praja development government system doi 10 21787 JBP 08 2016 97 108
Read online
File size652.76 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test