SEMARANGKOTASEMARANGKOTA

RIPTEKRIPTEK

Ketersediaan air merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat, karena hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap dinamika ekonomi pada sektor pertanian, perikanan, industri, perdagangan, transportasi, energi, pariwisata, dan lain sebagainya. Keberadaan mata di Kota belum teridentifikasi secara menyeluruh, sehingga belum dapat termanfaatkan dan terawat dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan pemetaan mata air yang ada beserta potensinya, sehingga dapat dilakukan konservasi untuk menjaga keberlajutannya. Tujuan Penelitian ialah mengidentifikasi dan memetakan potensi serta ancaman mata air di Kota Semarang. Ruang lingkup Kajian Potensi Mata Air ini meliputi seluruh wilayah Kota Semarang yang terfokus pada Kecamatan Gunungpati, Mijen, Banyumanik, dan Candisari. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriprif kuantitatif, di mana pendekatan deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kondisi dan pemanfaatan sumber mata air di lokasi penelitian. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis spasial, hidrologis. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi adanya 139 mata air, yang secara umum memiliki kualitas baik, meskipun debitnya relatif rendah. Pemanfaatan sebagian mata air tersebut yang digunakan sebagai sumber air minum dan mencukupi kebutuhan air domestik. Selanjutnya pemanfaatan mata air juga digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian. Ancaman mata air di Kota Semarang, perubahan penggunaan lahan, hilangnya vegetasi pelindung dan resapan, pencemaran lingkungan, pembuatan sumur bor di sekitar mata air, erosi dan longsor karena tanah tidak stabil yang mengakibatkan mata air tertutup tanah.

Berdasarkan hasil penelitian potensi mata air dan kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan mata air di kota semarang, maka dapat disimpulkan sesuai dengan tujuan penelitian sebagai berikut.Hasil kajian menunjukkan adanya 139 mata air (sendang) yang teridentifikasi di lokasi penelitian, dimana mata air tersebut sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Gunungpati sebanyak 114 mata air, selanjutnya di Kecamatan Mijen terdapat 14 mata air, Kecamatan Banyumanik terdapat 10 mata air dan 1 mata air di Kecamatan Candisari.Berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan yang telah dilakukan, sebanyak 67 mata air (49%) memiliki debit yang cenderung kecil dengan produksi kurang dari 1 liter/detik.Sebanyak 35 mata air (25%) memiliki debit sedang dengan produksi air 1 – 999 liter/detik, dan hanya terdapat 1 mata air yang memiliki debit air lebih dari 1000 liter/detik.Sebanyak 62 % mata air memiliki kualitas air (pH, suhu dan tingkat kekeruhan) yang baik.Dengan kualitas air yang baik tersebut menunjukan adanya kemanfaatan mata air untuk memenuhi kebutuhan air minum dan domestik.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kepemilikan lahan pribadi terhadap keberlanjutan konservasi mata air di Kota Semarang, dengan fokus pada peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang potensi pemanfaatan mata air yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama di wilayah dengan debit rendah namun kualitas air baik. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan pendekatan partisipatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan mata air, dengan mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi modern dalam pengelolaan sumber daya air.

Read online
File size327.56 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test