POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI

Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)

Beban kerja yang tinggi tanpa pengelolaan yang baik dapat berpotensi menimbulkan kelelahan kerja pada guru, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas dan kualitas pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada guru sekolah dasar di Kecamatan Motoling Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru sekolah dasar di Kecamatan Motoling Barat, dengan jumlah populasi sebanyak 133 orang guru. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang guru dan responden dipilih dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua jenis kuesioner, yaitu NASA-TLX untuk mengukur beban kerja dan IFRC untuk mengukur kelelahan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru mengalami beban kerja dalam kategori sangat tinggi sebanyak 61%, sementara tingkat kelelahan kerja didominasi kategori Rendah dengan angka 68%. Hasil uji Spearman Rank memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,054 dengan nilai p-value 0,690.

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada guru sekolah dasar di Kecamatan Motoling Barat.Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan beban kerja yang efektif untuk menjaga kesejahteraan guru, meskipun hasil penelitian tidak menunjukkan korelasi langsung dengan kelelahan kerja.Pengembangan program dukungan psikologis dan pelatihan manajemen waktu bagi guru dapat menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kualitas hidup dan kinerja mereka.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi kelelahan kerja pada guru sekolah dasar, seperti dukungan sosial, kondisi kerja, dan faktor demografis lainnya. Kedua, penelitian kuantitatif dengan pendekatan longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola perubahan beban kerja dan kelelahan kerja dari waktu ke waktu, serta faktor-faktor yang memprediksi perubahan tersebut. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman guru sekolah dasar dalam menghadapi beban kerja dan kelelahan kerja, serta strategi koping yang mereka gunakan. Dengan menggabungkan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif, pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena kelelahan kerja pada guru sekolah dasar dapat diperoleh, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja mereka.

Read online
File size364.99 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test