POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)Latar Belakang: Penelitian cross-sectional ini menilai risiko kesehatan paparan nitrat dari air Sistem Umpan Gravitasi (GFS) di Hulu Langat, Selangor. Metode: Populasi penelitian terdiri dari 88 individu berusia 18 tahun ke atas yang telah tinggal di Desa Mile 20, Sungai Lui, Hulu Langat, untuk waktu yang lama dan menggunakan GFS sebagai sumber air minum utama mereka. Hasil: Rata-rata dan standar deviasi konsentrasi nitrat dalam 35 sampel air adalah 2,49 ± 1,26 mg/L, yang jauh di bawah batas maksimum kontaminan (MCL) Standar Nasional Kualitas Air Minum (NSDWQ) Malaysia sebesar 10,00 mg/L. Rata-rata pH sampel air adalah 7,07 ± 0,28, yang berada dalam kisaran yang direkomendasikan 6,50 hingga 8,50 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Analisis Kuosien Bahaya (HQ) penelitian menunjukkan rata-rata 0,0084 ± 0,0060, dengan semua responden memiliki HQ di bawah satu, yang menunjukkan tidak ada risiko kesehatan non-karsinogenik yang signifikan dari kandungan nitrat dalam air. Penelitian menemukan tidak ada korelasi signifikan antara konsentrasi nitrat dan kadar pH. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa air GFS di wilayah penelitian aman untuk dikonsumsi dalam hal kadar nitrat, meskipun pemantauan berkelanjutan direkomendasikan.
Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa konsentrasi nitrat dalam air GFS di Hulu Langat berada dalam batas NSDWQ dan aman untuk dikonsumsi tanpa risiko kesehatan terkait nitrat.Tidak ditemukan korelasi signifikan antara kadar nitrat dan pH.Pemantauan berkelanjutan direkomendasikan untuk memastikan kualitas air yang berkelanjutan dan mengatasi potensi kontaminan lain.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memperluas cakupan geografis studi ini, mencakup lebih banyak wilayah di Hulu Langat dan distrik pedesaan lainnya di Malaysia, guna mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang kualitas air GFS. Selain itu, studi longitudinal diperlukan untuk memantau perubahan kadar nitrat dari waktu ke waktu, terutama mempertimbangkan potensi dampak perubahan penggunaan lahan dan musim hujan terhadap kualitas air. Terakhir, penelitian di masa depan harus mengeksplorasi keberadaan kontaminan lain, seperti polutan mikroba, dalam air GFS untuk memberikan penilaian risiko kesehatan yang lebih holistik dan memastikan keberlanjutan sistem air bersih bagi masyarakat pedesaan.
| File size | 411.3 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
JRTPPIJRTPPI Iron pellets are also an important raw element in the steelmaking process. The physical, chemical, and metallurgical standards for iron pellet qualityIron pellets are also an important raw element in the steelmaking process. The physical, chemical, and metallurgical standards for iron pellet quality
IVETIVET Pengelolaan air bersih di instansi pemerintahan sering kali bergantung pada mekanisme manual atau saklar pelampung yang kurang efisien, menyebabkan pemborosanPengelolaan air bersih di instansi pemerintahan sering kali bergantung pada mekanisme manual atau saklar pelampung yang kurang efisien, menyebabkan pemborosan
ITNYITNY Permasalahan utama penelitian ini adalah belum diketahuinya distribusi spasial potensi daerah resapan air di Kabupaten Magelang secara akurat. PenelitianPermasalahan utama penelitian ini adalah belum diketahuinya distribusi spasial potensi daerah resapan air di Kabupaten Magelang secara akurat. Penelitian
JPRJPR Pendekatan PAR memastikan peran aktif 12 perawat dan bidan yang pertama kali menerapkan alat ini. Rekaman hasil Focus Group Discussion (FGD) ditranskripsiPendekatan PAR memastikan peran aktif 12 perawat dan bidan yang pertama kali menerapkan alat ini. Rekaman hasil Focus Group Discussion (FGD) ditranskripsi
UNTAG SMDUNTAG SMD Evaluasi status mutu air Sungai Samboja secara spasial dan temporal menggunakan metode Storet menunjukkan bahwa alokasi air kelas II termasuk kategoriEvaluasi status mutu air Sungai Samboja secara spasial dan temporal menggunakan metode Storet menunjukkan bahwa alokasi air kelas II termasuk kategori
RIVERSTUDIESRIVERSTUDIES Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan kualitas air dan potensi data pengindraan jauh dalam pengurangan risiko bencana. Tantangan teknis dan institusionalPenelitian ini menekankan pentingnya pemantauan kualitas air dan potensi data pengindraan jauh dalam pengurangan risiko bencana. Tantangan teknis dan institusional
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Penggunaan manajemen pengetahuan berupa pengadaan prasarana, fasilitas dan sarana produksi mempunyai peran yang sangat tinggi untuk meningkatkan kapasitasPenggunaan manajemen pengetahuan berupa pengadaan prasarana, fasilitas dan sarana produksi mempunyai peran yang sangat tinggi untuk meningkatkan kapasitas
STIAMISTIAMI Hambatan 1) Tidak ada program khusus atau program prioritas untuk pengembangan kompetensi profesional dosen, 2) Tidak ada program pelatihan berkelanjutanHambatan 1) Tidak ada program khusus atau program prioritas untuk pengembangan kompetensi profesional dosen, 2) Tidak ada program pelatihan berkelanjutan
Useful /
JPRJPR 3%, n=28), and partial flap loss or necrosis (2%, n=13). Conclusion: The keystone flap could be an alternative for lower extremity defect with a realtively3%, n=28), and partial flap loss or necrosis (2%, n=13). Conclusion: The keystone flap could be an alternative for lower extremity defect with a realtively
JPRJPR Penanganan kasus ini memerlukan banyak konsultasi medis. Kolaborasi antara ahli bedah saraf dan ahli bedah plastik memainkan peran penting dalam manajemenPenanganan kasus ini memerlukan banyak konsultasi medis. Kolaborasi antara ahli bedah saraf dan ahli bedah plastik memainkan peran penting dalam manajemen
UNIVMEDUNIVMED Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan korelasi antara hematokrit, konsentrasi albumin serum, dan keberadaan efusi pleura atau asites, denganTujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan korelasi antara hematokrit, konsentrasi albumin serum, dan keberadaan efusi pleura atau asites, dengan
UNIVMEDUNIVMED Penurunan tingkat magnesium dan potensial membran dapat memperburuk keadaan glaukoma. Penurunan tingkat magnesium dan potensial membran pada pasien glaukomaPenurunan tingkat magnesium dan potensial membran dapat memperburuk keadaan glaukoma. Penurunan tingkat magnesium dan potensial membran pada pasien glaukoma