ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan SeniDewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Studi ini mengeksplorasi bagaimana penonton film Indonesia menerima karakter virtual yang dibangun dengan kecerdasan buatan (AI), serta implikasinya terhadap komunikasi pemasaran film. Budaya layar dalam artikel ini merujuk pada kebiasaan menonton, selera, dan praktik pembuatan makna melalui gambar bergerak. Tujuan studi ini adalah memetakan pola penerimaan audiens, menjelaskan bagaimana latar belakang budaya mediasi makna yang diberikan audiens kepada karakter virtual, serta menerjemahkan pola tersebut ke dalam implikasi spesifik untuk pemasaran. Data dikumpulkan melalui survei online terhadap 36 responden yang dipilih secara purposif, termasuk mahasiswa, alumni, dan praktisi komunikasi dan film. Analisis menggabungkan statistik deskriptif dengan kode tema jawaban terbuka. Hasil menunjukkan pola penerimaan yang ternegosiasi. Kecakapan terhadap gambar komputer tinggi, namun kekhawatiran tentang kehilangan autentisitas akting (80,6%) dan pengurangan kesempatan kerja aktor (69,4%) tetap signifikan, dan sebagian besar responden menerima karakter virtual hanya untuk peran tertentu (77,8%). Audiens juga lebih memilih karakter yang terlihat jelas buatan (52,8%) daripada yang mirip manusia, preferensi yang membaca sebagai cara menghindari ketidaknyamanan lembah tidak asing.

Penonton Indonesia dalam studi ini tidak menerima atau menolak karakter virtual AI secara langsung, tetapi melakukan negosiasi.Kecakapan teknologi berjalan bersama kondisi yang kuat, yaitu peran emosional utama tetap manusia, karakter terlihat jelas buatan, dan garis antara nyata dan buatan tetap jelas.Secara konseptual, pola ini memperluas studi penerimaan dengan menunjukkan bahwa pembacaan ternegosiasi bukan hanya kategori tetapi fenomena terukur, serta mengalihkan lembah tidak asing dari masalah keakuratan visual ke kebenaran emosional dalam budaya layar kolektivis.fokus pada cerita, sesuaikan klaim AI dengan genre, desain karakter buatan terbuka, dan komunikasikan penggunaan secara transparan, dengan segmen tengah audiens paling terbuka untuk persuasi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak karakter AI pada genre film yang berbeda, seperti drama versus aksi, untuk memahami perbedaan respons audiens. Selain itu, studi tentang bagaimana nilai budaya lokal seperti kolektivisme memengaruhi penerimaan teknologi AI dapat dikembangkan lebih dalam. Terakhir, penelitian perlu mengeksplorasi efek jangka panjang penggunaan AI dalam industri film, termasuk perubahan dalam dinamika hubungan antara produser, aktor, dan penonton, serta regulasi hukum yang relevan.

  1. Virtual Influencers (VIs) As Marketing Communication Tools - European Research Studies Journal. virtual... ersj.eu/journal/3955Virtual Influencers VIs As Marketing Communication Tools European Research Studies Journal virtual ersj eu journal 3955
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s12208-025-00441-0Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s12208 025 00441 0
Read online
File size492.65 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test