UNJAUNJA

Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan KesehatanJambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan

Latar Belakang: HIV terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan dunia. Usia kehamilan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan status HIV karena wanita hamil positif HIV lebih mungkin mengalami morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Untuk menjangkau wanita hamil dan pasangannya dalam tes HIV, Organisasi Kesehatan Dunia mulai mengeksplorasi penggunaan tes HIV terbaru, yang dikenal sebagai tes mandiri HIV (HIVST). Tujuan tinjauan literatur ini adalah untuk menentukan pemanfaatan HIVST dalam layanan ANC.. Metode: Artikel ini ditulis menggunakan studi literatur berdasarkan database Google Scholar dan Pubmed dari tahun 2016-2023. Sebanyak 17 artikel ditinjau dalam makalah ini.. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan HIVST pada wanita hamil dan pasangannya dalam layanan ANC merupakan upaya pencegahan dini terkait status dan penanganan lebih lanjut.

Diharapkan pemerintah akan lebih memfokuskan pada konseling HIVST dan strategi distribusi sekunder HIVST dalam layanan ANC.Selain itu, pengembangan lebih lanjut diperlukan dalam bentuk penelitian terkait HIVST dalam layanan ANC agar target pengujian HIV untuk wanita hamil dan pasangannya dapat tercapai.

Penelitian lanjutan dapat menelusuri bagaimana cara terbaik untuk mengatasi hambatan yang muncul saat ibu hamil ingin membicarakan tes HIV mandiri (HIVST) dengan pasangannya. Misalnya, sebuah studi bisa menyelidiki pengembangan strategi komunikasi yang lebih peka terhadap budaya lokal. Tujuannya adalah agar ibu hamil merasa lebih aman dan percaya diri dalam mengajak pasangannya melakukan tes, sehingga kekhawatiran akan kekerasan atau penolakan bisa berkurang, dan lebih banyak pasangan bersedia untuk dites. Selain itu, mengingat adanya kekhawatiran tentang kesalahan penggunaan atau salah tafsir hasil tes oleh orang awam, perlu ada penelitian yang berfokus pada perbaikan materi panduan penggunaan HIVST. Ini bisa berupa pengembangan video tutorial singkat atau panduan bergambar yang sangat mudah dipahami, untuk memastikan setiap orang, termasuk ibu hamil dan pasangannya, dapat menggunakan alat tes dengan benar dan membaca hasilnya secara akurat. Penelitian juga dapat mengevaluasi efektivitas pelatihan singkat dari petugas kesehatan di komunitas. Yang tak kalah penting, karena biaya intervensi lanjutan setelah tes HIVST dianggap mahal, studi lebih lanjut dapat menganalisis model tindak lanjut dan rujukan ke layanan kesehatan yang paling efisien dan terjangkau. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa individu yang terdiagnosis positif, terutama pasangan laki-laki, segera mendapatkan dukungan dan pengobatan yang diperlukan, sehingga seluruh proses dari tes mandiri hingga pengobatan dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. Dengan demikian, target pencegahan dan penanganan HIV melalui layanan ANC dapat tercapai lebih optimal.

  1. The effects of HIV self-testing on the uptake of HIV testing, linkage to antiretroviral treatment and... doi.org/10.1371/journal.pone.0245498The effects of HIV self testing on the uptake of HIV testing linkage to antiretroviral treatment and doi 10 1371 journal pone 0245498
  2. 0. pdf obj stup7 hpn 5gd kv pk qw 4ef 6b ue e5 g10x2y vfb uv6 xxk zv xd rq gv 9g7 bd 5ig4yd9f kz qtsu... 3ieimpact.org/sites/default/files/2019-07/IE102-T2.28-HIV-Uganda-antenatal-care.pdf0 pdf obj stup7 hpn 5gd kv pk qw 4ef 6b ue e5 g10x2y vfb uv6 xxk zv xd rq gv 9g7 bd 5ig4yd9f kz qtsu 3ieimpact sites default files 2019 07 IE102 T2 28 HIV Uganda antenatal care pdf
Read online
File size335.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test