UNJAUNJA

Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan KesehatanJambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan

Latar Belakang: Fraktur klavikula bilateral adalah cedera langka yang biasanya disebabkan oleh trauma energi tinggi dan sering dikaitkan dengan cedera toraks seperti fraktur iga dan hemotoraks. Karena kelangkaannya, strategi manajemen yang optimal masih kontroversial. Laporan ini menjelaskan manajemen multidisiplin fraktur klavikula bilateral yang disertai dengan fraktur iga multipel dan hemotoraks setelah kecelakaan lalu lintas. Metode: Seorang pria berusia 46 tahun datang dengan nyeri bahu bilateral setelah kecelakaan sepeda motor. Pemeriksaan klinis dan radiografi menunjukkan fraktur sepertiga tengah klavikula kanan, fraktur sepertiga distal klavikula kiri, fraktur iga multipel, kontusio paru, dan hemotoraks kiri. Penanganan bedah melibatkan reduksi terbuka dan fiksasi internal (ORIF) menggunakan plat pengunci berbentuk S untuk klavikula kanan dan plat kait untuk klavikula kiri. Hemotoraks ditangani dengan drainase segel air (WSD), sementara fraktur iga menjalani ORIF elektif. Hasil: Evaluasi pascaoperasi menunjukkan stabilisasi kedua klavikula yang memuaskan, peningkatan stabilitas korset bahu, dan fungsi pernapasan yang lebih baik. Fiksasi gabungan fraktur klavikula dan iga berkontribusi pada pengurangan nyeri, peningkatan mekanika dinding dada, dan pemulihan fungsional yang baik tanpa komplikasi besar. Kesimpulan: Fraktur klavikula bilateral adalah cedera tidak umum yang sering mengindikasikan trauma toraks parah. Manajemen multidisiplin dini dan pemilihan implan yang terindividualisasi sesuai karakteristik fraktur penting untuk mencapai hasil yang optimal. Stabilisasi bedah dapat meningkatkan fungsi pernapasan, mengurangi komplikasi, dan mendukung pemulihan yang baik.

Fraktur klavikula bilateral sering menjadi indikasi trauma energi tinggi yang disertai cedera toraks.Penanganannya memerlukan pendekatan multidisiplin, dengan pemilihan implan yang disesuaikan berdasarkan lokasi dan pola fraktur, seperti penggunaan plat kait dan plat pengunci berbentuk S dalam kasus ini.Stabilisasi bedah dini pada fraktur klavikula dan iga sangat penting untuk meningkatkan fungsi pernapasan, mengurangi komplikasi, dan mendukung pemulihan fungsional yang baik.

Mengingat fraktur klavikula bilateral merupakan cedera langka dengan strategi penanganan optimal yang masih menjadi perdebatan, penelitian lanjutan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan hasil pasien. Salah satu arah studi yang krusial adalah mengevaluasi secara komparatif efektivitas penanganan non-bedah versus bedah pada kasus fraktur klavikula bilateral, terutama dengan mempertimbangkan dampak pada pemulihan fungsi bahu, nyeri kronis, dan kualitas hidup jangka panjang pasien. Penelitian ini dapat mencari indikator klinis atau radiologis yang lebih jelas untuk memandu keputusan intervensi bedah, terutama saat ada cedera toraks penyerta yang kompleks. Selain itu, dengan adanya perdebatan mengenai jenis implan terbaik, studi prospektif atau retrospektif multi-pusat dapat membandingkan berbagai kombinasi implan yang digunakan (misalnya, plat pengunci S, plat kait, atau metode fiksasi lain) pada pola fraktur klavikula bilateral yang berbeda, untuk mengidentifikasi mana yang paling optimal dalam mencapai stabilitas biomekanik, mempercepat penyatuan fraktur, dan meminimalkan komplikasi pascaoperasi. Fokus juga harus diberikan pada bagaimana pemilihan implan memengaruhi kebutuhan rehabilitasi dan waktu kembali ke aktivitas sehari-hari. Terakhir, karena kasus ini menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menangani fraktur klavikula bilateral yang disertai cedera toraks seperti fraktur iga multipel dan hemotoraks, penelitian dapat menyelidiki protokol manajemen terpadu yang paling efektif. Pertanyaan penelitian bisa mencakup bagaimana waktu dan koordinasi antarspesialis (ortopedi, bedah toraks, rehabilitasi) secara optimal memengaruhi perbaikan fungsi pernapasan, pencegahan komplikasi, dan keberhasilan rehabilitasi secara keseluruhan. Dengan memahami lebih dalam aspek-aspek ini, kita dapat mengembangkan pedoman penanganan yang lebih terarah dan individual untuk pasien dengan cedera kompleks semacam ini.

  1. BILATERAL CLAVICLE FRACTURES TREATED WITH SCREW INTRAMEDULLARY FLEXIBLE NAIL | Journal of Ayub Medical... jamc.ayubmed.edu.pk/index.php/jamc/article/view/9687BILATERAL CLAVICLE FRACTURES TREATED WITH SCREW INTRAMEDULLARY FLEXIBLE NAIL Journal of Ayub Medical jamc ayubmed edu pk index php jamc article view 9687
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s00068-021-01701-4Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s00068 021 01701 4
  3. Delayed onset acute massive haemothorax after traumatic rib fractures-A case report | Journal of Anaesthesia... doi.org/10.13107/jaccr.2021.v07i02.175Delayed onset acute massive haemothorax after traumatic rib fractures A case report Journal of Anaesthesia doi 10 13107 jaccr 2021 v07i02 175
Read online
File size471.65 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test