UNJAUNJA

Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan KesehatanJambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tb). Bakteri ini memiliki karakteristik yang menyulitkan pengobatan, sehingga terapi TB menjadi berkepanjangan. Ketidakpatuhan terhadap obat antituberkulosis (OAT) dapat meningkatkan risiko kegagalan pengobatan pada pasien TB paru, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko resistensi obat berganda (MDR).. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain potong lintang dan melibatkan 45 partisipan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Analisis univariat dan bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square.. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34 responden (75,6%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, 9 responden (20%) memiliki tingkat kepatuhan sedang, dan 2 responden (4,44%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji Chi-Square, nilai signifikansi untuk jenis kelamin dan kepatuhan adalah 0,822, untuk usia dan kepatuhan adalah 0,031, untuk tingkat pendidikan dan kepatuhan adalah 0,445, serta untuk pekerjaan dan kepatuhan adalah 0,465.. Kesimpulan: Mayoritas pasien TB di Puskesmas Kenali Besar menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi.

Studi ini menyimpulkan bahwa mayoritas pasien (75,56%) menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi terhadap obat antituberkulosis, dengan sebagian kecil memiliki kepatuhan sedang (20%) atau rendah (4,44%).Tingginya kepatuhan ini mengindikasikan pemahaman yang baik dari sebagian besar pasien terhadap regimen pengobatan mereka.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengkaji lebih dalam faktor-faktor psikologis, sosial, dan sistem layanan kesehatan yang berkontribusi pada kepatuhan rendah, serta melakukan studi longitudinal untuk menilai kepatuhan seiring waktu dan dampaknya pada hasil klinis.

Penelitian ini telah menyajikan gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis di Puskesmas Kenali Besar, namun masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna memperkuat upaya penanggulangan TB. Sebagai saran penelitian lanjutan, pertama, meskipun studi ini mengidentifikasi beberapa faktor terkait kepatuhan, pemahaman mendalam tentang alasan di balik kepatuhan rendah masih membutuhkan investigasi lebih lanjut. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian kualitatif komprehensif yang menggali secara rinci pengalaman pasien, mencakup bagaimana faktor psikologis seperti tingkat stres atau stigma, dukungan sosial dari keluarga dan komunitas, serta interaksi mereka dengan sistem layanan kesehatan (termasuk komunikasi dengan petugas dan aksesibilitas layanan) secara holistik membentuk perilaku kepatuhan mereka. Studi ini akan membantu mengidentifikasi akar masalah non-kepatuhan yang lebih spesifik dan personal. Kedua, mengingat perlunya pengobatan jangka panjang untuk TB, penelitian eksperimental atau intervensi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan dan menguji program yang dirancang untuk meningkatkan kepatuhan secara berkelanjutan, misalnya melalui aplikasi pengingat, edukasi kesehatan yang disesuaikan, atau kelompok dukungan sebaya. Evaluasi efektivitas intervensi semacam ini akan memberikan bukti konkret untuk kebijakan kesehatan. Terakhir, penting untuk meneliti dampak ketidakpatuhan terhadap kualitas hidup pasien dan beban ekonomi yang ditimbulkannya, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga sosial dan finansial. Memahami sejauh mana non-kepatuhan mempengaruhi produktivitas kerja dan pengeluaran kesehatan akan menegaskan pentingnya investasi dalam program kepatuhan yang efektif.

  1. The Impact of Estrogens and Their Receptors on Immunity and Inflammation during Infection | MDPI. impact... doi.org/10.3390/cancers14040909The Impact of Estrogens and Their Receptors on Immunity and Inflammation during Infection MDPI impact doi 10 3390 cancers14040909
  2. Joint Associations of Multiple Lifestyle Factors With Risk of Active Tuberculosis in the Population:... academic.oup.com/cid/article/75/2/213/6484917Joint Associations of Multiple Lifestyle Factors With Risk of Active Tuberculosis in the Population academic oup cid article 75 2 213 6484917
  3. Mycobacterium tuberculosis Transmission in High-Incidence Settings—New Paradigms and Insights |... doi.org/10.3390/pathogens11111228Mycobacterium tuberculosis Transmission in High Incidence SettingsAiNew Paradigms and Insights doi 10 3390 pathogens11111228
  4. Medication Management Difficulty, Medication Nonadherence, and Risk of Hospitalization Among Cognitively... journals.sagepub.com/doi/10.1177/07334648241262940Medication Management Difficulty Medication Nonadherence and Risk of Hospitalization Among Cognitively journals sagepub doi 10 1177 07334648241262940
  5. Cigarette Smoking as a Risk Factor for Tuberculosis in Adults: Epidemiology and Aspects of Disease Pathogenesis.... doi.org/10.3390/pathogens13020151Cigarette Smoking as a Risk Factor for Tuberculosis in Adults Epidemiology and Aspects of Disease Pathogenesis doi 10 3390 pathogens13020151
Read online
File size326.09 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test