JPRJPR
Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik RekonstruksiFraktur wajah pada anak-anak diakui sebagai entitas yang terpisah dari yang terjadi pada orang dewasa. Fraktur ini berbeda secara signifikan dalam hal epidemiologi, diagnosis, dan penatalaksanaannya. Pemahaman mengenai penyebab, tingkat keparahan, dan distribusi trauma maksilofasial serta tengkorak dan cedera terkait dapat membantu dalam menentukan prioritas klinis dan penelitian untuk pencegahan serta perawatan yang efektif. Karena belum ada studi mengenai cedera maksilofasial dalam jumlah besar di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, kami melakukan analisis retrospektif terhadap karakteristik cedera wajah yang ditangani di rumah sakit kami dari Januari 2009 hingga Desember 2013. Penelitian ini merupakan studi deskriptif untuk menghitung dan membandingkan fraktur maksilofasial pada pasien anak dan dewasa antara tahun 2009 hingga 2013. Seluruh rekam medis pasien trauma maksilofasial yang datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo selama periode tersebut dicatat menggunakan metode total sampling. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, distribusi lokasi fraktur, etiologi fraktur, dan tata laksana fraktur. Keparahan fraktur mandibula dan midface juga dicatat bersama distribusi fraktur spesifiknya. Hasil menunjukkan terdapat 409 pasien dengan cedera kraniomaksilofasial (CMF) selama lima tahun terakhir, di mana 17,6% (72) merupakan pasien pediatrik berusia di bawah 18 tahun. Sebagian besar pasien adalah laki-laki (85,3%) dan sepeda motor merupakan penyebab utama trauma (75,6%). Fraktur midface banyak ditemukan baik pada pasien dewasa maupun anak (58,7%), dengan fraktur orbital, nasal, dan kompleks zygomatik sebagai tiga lokasi tersering. Fraktur mandibula terisolasi menyumbang 22,7% dari total fraktur, sedangkan 18,6% mengalami fraktur kombinasi midface dan mandibula. Hanya 42,3% pasien yang menjalani operasi reduksi terbuka dan fiksasi internal, sementara 28,9% menolak perawatan.
Trauma maksilofasial tidak umum terjadi pada anak-anak, namun insidensinya sedang meningkat di negara ini.Meskipun prinsip penatalaksanaan mengikuti panduan pada orang dewasa, beberapa pertimbangan khusus perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas hidup anak dalam jangka pendek maupun panjang.Pendekatan multidisiplin dalam penanganan sangat dianjurkan, serta langkah pencegahan dan rencana perawatan pada anak dan dewasa harus dirancang dengan memperhatikan perbedaan di antara keduanya.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang membandingkan hasil jangka panjang antara penatalaksanaan operatif dan non-operatif pada pasien anak dengan fraktur maksilofasial, terutama terkait pertumbuhan wajah dan fungsi oklusi, untuk menentukan kriteria terapi yang lebih tepat bagi anak dalam masa pertumbuhan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor sosial ekonomi dan keterjangkauan biaya sebagai penyebab tingginya angka penolakan perawatan, melalui studi kualitatif mendalam terhadap keluarga pasien, agar dapat dirancang intervensi sistemik yang membantu akses ke perawatan medis. Ketiga, sebaiknya dikembangkan penelitian prospektif mengenai efektivitas pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter bedah plastik, ortopedi, neurologi, dan odontologi anak dalam penanganan fraktur kraniomaksilofasial pada anak, guna mengevaluasi dampak kolaborasi tim terhadap hasil klinis, waktu pemulihan, dan kualitas hidup pasien dibandingkan dengan penanganan konvensional yang tidak terkoordinasi. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan studi saat ini yang bersifat retrospektif dan deskriptif, serta memberikan dasar yang lebih kuat bagi kebijakan pencegahan cedera dan pengembangan protokol penatalaksanaan yang sensitif terhadap usia dan kondisi sosial.
| File size | 580.2 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
JPRJPR Terdapat variasi morfometri maksila berdasarkan jenis kelamin. Laki-laki memiliki morfometri yang lebih besar pada lebar interkaninus, lebar intermolar,Terdapat variasi morfometri maksila berdasarkan jenis kelamin. Laki-laki memiliki morfometri yang lebih besar pada lebar interkaninus, lebar intermolar,
UIGMUIGM Temuan ini menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga, edukasi giziTemuan ini menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga, edukasi gizi
UNSURUNSUR Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi kejiwaan Aini terganggu akibat dari rasa kesepian dan keinginannya untuk merasakan kehangatan hadirnya sebuahTemuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi kejiwaan Aini terganggu akibat dari rasa kesepian dan keinginannya untuk merasakan kehangatan hadirnya sebuah
JPRJPR Namun, tingkat kesadaran lebih rendah terhadap peran bedah plastik pada rekonstruksi penis (55%) dan amputasi jari (38%). Mayoritas responden menolak miskonsepsiNamun, tingkat kesadaran lebih rendah terhadap peran bedah plastik pada rekonstruksi penis (55%) dan amputasi jari (38%). Mayoritas responden menolak miskonsepsi
JPRJPR Perkembangan terbaru, seperti penggunaan membran amnion sebagai balutan biologis, telah diperkenalkan untuk meningkatkan penyembuhan luka. Studi ini menganalisisPerkembangan terbaru, seperti penggunaan membran amnion sebagai balutan biologis, telah diperkenalkan untuk meningkatkan penyembuhan luka. Studi ini menganalisis
JPRJPR Result: A grand total of sixteen studies were included in the review. Among it, fourteen studies were case series. The others were cohort prospective andResult: A grand total of sixteen studies were included in the review. Among it, fourteen studies were case series. The others were cohort prospective and
JPRJPR Saat ini, belum ada konsensus mengenai metode pemberian makan yang disarankan setelah palatoplasti. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberianSaat ini, belum ada konsensus mengenai metode pemberian makan yang disarankan setelah palatoplasti. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal diawali dari ibu memperhatikan pola makan yang benar (3 kali sehari), jenis makanan yangGuna mencapai pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal diawali dari ibu memperhatikan pola makan yang benar (3 kali sehari), jenis makanan yang
Useful /
AIRAAIRA Keterbatasan jumlah tenaga profesional kesehatan mental menunjukkan kebutuhan akan solusi alternatif untuk mendukung diagnosis dini. Penelitian ini bertujuanKeterbatasan jumlah tenaga profesional kesehatan mental menunjukkan kebutuhan akan solusi alternatif untuk mendukung diagnosis dini. Penelitian ini bertujuan
AIRAAIRA Model prediksi yang akurat diperlukan untuk mendukung proses pengambilan keputusan, terutama di daerah dengan pola musim dinamis. Studi ini membandingkanModel prediksi yang akurat diperlukan untuk mendukung proses pengambilan keputusan, terutama di daerah dengan pola musim dinamis. Studi ini membandingkan
AIRAAIRA A survey was conducted on 50 respondents selected using purposive sampling, and variables such as education, income, occupation, and internet access wereA survey was conducted on 50 respondents selected using purposive sampling, and variables such as education, income, occupation, and internet access were
AIRAAIRA The coal production and distribution industry faces persistent challenges in data management, operational coordination, and decision-making efficiency.The coal production and distribution industry faces persistent challenges in data management, operational coordination, and decision-making efficiency.