JPRJPR

Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik Rekonstruksi

Latar Belakang: Bedah plastik tidak hanya mencakup aspek estetik, namun persepsi masyarakat seringkali membatasinya pada tindakan kosmetik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengetahuan, preferensi, dan persepsi masyarakat Indonesia terhadap bedah plastik. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada bulan Juni–Juli 2024 menggunakan kuesioner daring terstruktur sebanyak 20 item yang mencakup data demografi, pengetahuan, preferensi, dan persepsi. Data dari 488 partisipan dikumpulkan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 29 (IBM Corp., Armonk, NY, USA). Hasil: Sebanyak 488 partisipan direkrut. Sebagian besar mengenali bedah estetik (92%), penanganan luka bakar (85%), fraktur wajah (89%), dan celah bibir-langit (87%) sebagai bagian dari bedah plastik. Namun, tingkat kesadaran lebih rendah terhadap peran bedah plastik pada rekonstruksi penis (55%) dan amputasi jari (38%). Mayoritas responden menolak miskonsepsi tentang bedah plastik serta menunjukkan penghargaan tinggi terhadap penampilan (89%). Sebanyak 57,4% responden pernah menjalani konsultasi estetik. Meskipun demikian, kepercayaan terhadap kemampuan ahli bedah plastik Indonesia untuk memenuhi standar global masih terbatas, dengan hanya 66% responden yang menyatakan percaya. Kesimpulan: Masyarakat Indonesia umumnya memiliki pemahaman yang baik mengenai peran dasar bedah plastik, namun masih terdapat kesenjangan pengetahuan pada prosedur rekonstruktif yang lebih spesifik. Walaupun masyarakat menilai tinggi aspek penampilan, keraguan untuk mencari layanan serta keterbatasan kepercayaan terhadap ahli bedah plastik lokal menekankan perlunya edukasi publik dan upaya pembangunan kepercayaan.

Meskipun masyarakat Indonesia memiliki pemahaman dasar mengenai peran bedah plastik, terdapat kesenjangan pengetahuan terkait prosedur rekonstruktif yang lebih spesifik.Masyarakat menghargai penampilan, namun terdapat keraguan dalam mencari layanan bedah plastik dan kurangnya kepercayaan terhadap ahli bedah plastik lokal.Edukasi publik dan upaya membangun kepercayaan terhadap ahli bedah plastik Indonesia sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan akses terhadap layanan bedah plastik yang komprehensif.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap ahli bedah plastik Indonesia, termasuk peran sertifikasi, pengalaman, dan testimoni pasien. Selain itu, studi komparatif antara persepsi masyarakat di wilayah perkotaan dan pedesaan dapat memberikan wawasan tentang kesenjangan pengetahuan dan akses layanan bedah plastik. Terakhir, penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan masyarakat dan ahli bedah plastik dapat membantu mengidentifikasi hambatan-hambatan budaya dan sosial yang memengaruhi pengambilan keputusan terkait tindakan bedah plastik, serta merancang strategi komunikasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran dan kepercayaan publik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas layanan bedah plastik di Indonesia dan memastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang setara terhadap perawatan yang aman dan efektif.

  1. Unveiling Insights: Understanding Public Knowledge, Preferences, and Perceptions of Plastic Surgery in... doi.org/10.14228/jprjournal.v12i2.33Unveiling Insights Understanding Public Knowledge Preferences and Perceptions of Plastic Surgery in doi 10 14228 jprjournal v12i2 33
Read online
File size878.87 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test