JPRJPR

Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik Rekonstruksi

Latar Belakang: Kulit manusia menyelubungi seluruh permukaan tubuh dan sangat rentan terhadap kerusakan. Kehilangan kulit parsial maupun total sering memerlukan penggunaan pengganti kulit. Cangkok autologus tetap menjadi standar emas untuk penggantian kulit. Namun, aplikasinya sering terkendala oleh keterbatasan ketersediaan donor kulit, tantangan teknis pembedahan, serta kesulitan tambahan pada kasus-kasus berat. Dalam tinjauan sistematis ini, kami merangkum kelebihan dan keterbatasan biomaterial biologis dan sintetis sebagai pengganti kulit, dengan bukti yang diambil dari praktik klinis, uji coba pada manusia, serta studi praklinis pada hewan. Metodologi: Kami melakukan telaah pustaka komprehensif menggunakan mesin pencari OVID, ScienceDirect, Google Scholar, dan PubMed. Istilah pencarian meliputi: artificial skin, biomaterials, skin substitute, full-thickness burn, synthetic materials, burn graft materials, dan wound care. Dari 97 artikel awal, sebanyak 65 memenuhi kriteria inklusi, yaitu penelitian yang telah ditinjau sejawat, diterbitkan dalam bahasa Inggris setelah tahun 2000, dan berfokus pada biomaterial untuk pengganti kulit yang dievaluasi pada studi klinis, manusia, atau hewan. Hasil: Pengganti kulit yang tersedia secara komersial umumnya dikombinasikan dengan fibroblas manusia dan keratinosit dalam matriks tiga dimensi, dengan preferensi pada material biologis karena sifat biokompatibilitasnya. Meski demikian, pengganti biologis menghadapi kendala berupa ketersediaan yang terbatas, waktu produksi yang lama, biaya tinggi, serta tidak dapat digunakan secara langsung. Sebaliknya, pengganti sintetis lebih mudah diakses dan dapat diproduksi dalam skala besar, namun sering kali tidak terintegrasi dengan baik pada jaringan penerima sehingga membatasi efektivitas klinisnya. Kesimpulan: Meskipun baik pengganti kulit biologis maupun sintetis telah tersedia di pasaran, belum ada satu pun yang sepenuhnya memenuhi kriteria ideal pengganti kulit, seperti keterjangkauan, ketersediaan, integrasi sempurna dengan jaringan sekitarnya, serta kemampuan untuk meminimalkan jaringan parut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi keterbatasan ini dan mengembangkan biomaterial generasi berikutnya yang mampu secara efektif menggantikan kulit.

Meskipun pengganti kulit biologis dan sintetis sudah tersedia di pasaran, keduanya masih memiliki keterbatasan dalam hal keterjangkauan, integrasi dengan jaringan sekitarnya, dan kemampuan mengurangi jaringan parut.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan biomaterial yang lebih efektif dalam penggantian kulit.Pengembangan biomaterial yang lebih ekonomis dan kompatibel dengan jaringan tubuh menjadi arah penelitian yang penting untuk meningkatkan hasil perawatan luka bakar.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan biomaterial biodegradable yang lebih murah dan mudah diakses untuk penggantian kulit, terutama untuk daerah dengan sumber daya terbatas. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang efek jangka panjang dari biomaterial sintetis terhadap integrasi jaringan dan minimnya jaringan parut. Arah penelitian lain adalah eksplorasi kombinasi biomaterial biologis dan sintetis untuk menciptakan pengganti kulit yang lebih efektif dalam mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi risiko komplikasi.

  1. Current Updates of Biomaterials for Skin Replacement: A Systematic Review | Jurnal Plastik Rekonstruksi.... doi.org/10.14228/jprjournal.v12i2.45Current Updates of Biomaterials for Skin Replacement A Systematic Review Jurnal Plastik Rekonstruksi doi 10 14228 jprjournal v12i2 45
Read online
File size632.69 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test