UKRIDAUKRIDA

Jurnal Kedokteran MeditekJurnal Kedokteran Meditek

Kejadian hydrosephalus pada pasien cedera kepala merupakan kasus yang sering, tetapi dengan penyebab meningitis insidensinya sangat kecil. Kasus ini membahas pasien fraktur basis kranii dengan pneumosephalus yang kemudian berkembang menjadi meningitis dengan komplikasi hidrosefalus. Diagnosis dan intervensi obat-obatan dan pembedahan akan mengurangi mortalitas dan morbiditas dari kasus semacam ini.

Kasus cedera kepala dengan leakage cairan serebrospinal dan pneumosefalus sebaiknya ditangani dengan pemberian antibiotik dosis tinggi, sehingga kasus meningitis tidak terjadi.Hidrosefalus yang terjadi sebagai komplikasi meningitis disertai sebaiknya mendapatkan perawatan lebih dini dan perhatian yang serius.

Untuk mengurangi risiko komplikasi meningitis dan hidrosefalus pada kasus cedera kepala, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan protokol pengobatan yang lebih efektif. Studi ini dapat menyelidiki dosis optimal dan durasi pengobatan antibiotik untuk mencegah meningitis pada pasien dengan pneumosefalus. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi intervensi bedah yang lebih efektif untuk menangani hidrosefalus yang terjadi sebagai komplikasi meningitis. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penanganan komplikasi ini dapat ditingkatkan, mengurangi mortalitas dan morbiditas pada pasien cedera kepala.

  1. #risiko komplikasi#risiko komplikasi
  2. #risiko komplikasi hipertensi#risiko komplikasi hipertensi
Read online
File size217.06 KB
Pages3
Short Linkhttps://juris.id/p-2a9
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test