UNDIRAUNDIRA

AndharaAndhara

Musim Pancaroba adalah siklus pergantian cuaca/iklim alam, dimana saat ini kita akan mulai memasuki musim penghujan. Biasanya di masa pergantian musim ini, mulai mengintai penyakit selain Covid-19. Penyakit yang telah menjadi endemik berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), dimana penyakit DBD dapat mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi di Indonesia sebagai daerah tropis. Masyarakat banyak yang tidak menyadari bahwa penyakit DBD ini mulai mengintai, karena kita terlalu fokus kepada pencegahan virus Covid-19 sehingga terkesan lalai untuk menghadapi penyakit lain. Tidak hanya perlu mengantisipasi pencegahannya, namun kita perlu memiliki perencanaan dan pengelolaan biaya Kesehatan keluarga, terkhusus dalam rencana mengelola biaya yang muncul karena musibah penyakit DBD yang terkena salah satu anggota keluarga inti. Peran Perguruan Tinggi penting dalam membantu menyampaikan informasi-informasi pengingat bagi masyarakat, sehingga perlu adanya satu tindakan nyata untuk membantu memberikan penyuluhan atau edukasi dengan tujuan dapat membantu meminimalisir dapat terjangkitnya penyakit lain selain Covid-19 dan juga setidaknya mengantisipasi biaya yang muncul yang harus dikeluarkan akibat timbulnya musibah ini. Selain melaksanakan salah satu tridharma Perguruan Tinggi, kita juga telah turut serta berpartisipasi mendukung salah satu program Pemerintah membawa masyarakat menuju hidup sehat.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan secara kolaborasi 2 (dua) Fakultas yang ada di UKRIDA yakni FEB dan FKIK berjalan dengan baik dan lancar.Para peserta terlihat antusiasme dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta kepada pakar kesehatan dr.KJ karena merasa perlunya mencegah sebelum terjadi.Peserta merasakan bahwa yang dipaparkan terkait perencanaan memiliki dana khusus kesehatan bagi keluarga, belum sesuai dengan yang mereka alami dalam keseharian, karena mereka masih merasakan bahwa besar pasak daripada tiang.

Melihat antusiasme masyarakat dan dampak positif dari kegiatan penyuluhan ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa area penting. Pertama, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas jangka panjang dari penyuluhan mengenai pencegahan demam berdarah dan dampaknya terhadap perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kedua, penelitian eksperimental dapat dilakukan untuk menguji berbagai strategi komunikasi yang lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan keluarga, khususnya untuk biaya kesehatan tak terduga. Ketiga, mengingat pandemi berkepanjangan berdampak pada kesehatan balita dan lansia, studi kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik kelompok rentan ini terkait informasi kesehatan dan dukungan sosial yang paling relevan dan mudah diakses oleh mereka demi perencanaan yang baik.

  1. #ekonomi kreatif#ekonomi kreatif
  2. #siswa smk#siswa smk
Read online
File size706.23 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2eU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test