UM SURABAYAUM SURABAYA
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatUpaya peningkatan minat siswa terhadap sains fisika harus dimulai dari usia dini karena selama ini bidang fisika masih dianggap pelajaran yang sulit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melaksanakan pembelajaran pengukuran dasar di SDN 022 Samarinda Utara. Khalayak sasaran merupakan siswa kelas 4–6 berjumlah 25 orang yang dipilih secara acak. Alat ukur dasar yang digunakan adalah mistar, jangka sorong, mikrometer, gelas ukur, dan bahan-bahan seperti kertas, batu, pasir, telur, dan gelas. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi penjelasan nama dan fungsi alat ukur, contoh penggunaan alat ukur, dan praktek oleh siswa. Pemantauan dan evaluasi dilakukan terhadap pengalaman dan pemahaman alat ukur, keterampilan penggunaan alat, ketertarikan peserta terhadap kegiatan, serta saran untuk kegiatan praktik di sekolah dan kerja sama dengan kampus. Hasil menunjukkan bahwa dari seluruh alat ukur, hanya mistar yang sudah dikenal peserta, sedangkan alat lainnya hanya diketahui dari gambar dan belum pernah dipraktikkan. Sebaiknya kegiatan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan secara rutin dan terkait dengan kehidupan sehari-hari, serta didukung kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan Jurusan Fisika Universitas Mulawarman melalui kesepakatan sekolah mitra.
Sosialisasi pembelajaran sains fisika di SDN 022 Samarinda Utara berhasil dilaksanakan dan mampu meningkatkan minat belajar sains fisika pada peserta.Siswa berhasil memahami cara penggunaan alat ukur melalui praktik langsung terhadap objek yang diberikan.Ke depannya, diperlukan kerja sama berkelanjutan antara sekolah dan Jurusan Fisika Universitas Mulawarman untuk melanjutkan kegiatan ini secara rutin.
Pertama, perlu diteliti efektivitas model pembelajaran berbasis praktikum sains fisika secara berkala terhadap peningkatan minat dan pemahaman konsep fisika dasar pada siswa sekolah dasar di daerah terbatas akses digital. Kedua, sebaiknya dikaji penerapan program kolaborasi jangka panjang antara sekolah dasar dan perguruan tinggi yang melibatkan rotasi guru dan mahasiswa dalam pelaksanaan eksperimen sains sederhana secara periodik. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang desain laboratorium sains portabel berbiaya rendah yang dapat digunakan di sekolah tanpa fasilitas internet dan laboratorium tetap, lengkap dengan modul pembelajaran yang terintegrasi dengan kurikulum tematik. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memperluas akses pembelajaran sains yang interaktif, menilai dampak jangka panjang dari kerja sama antarlembaga, serta menciptakan solusi inovatif untuk tantangan infrastruktur pendidikan. Dengan pendekatan ini, pembelajaran sains bisa menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan, terutama di sekolah pinggiran. Model pembelajaran yang melibatkan praktik langsung perlu terus dikaji agar sesuai dengan kebutuhan siswa usia dini. Selain itu, pelibatan guru dalam pelatihan langsung oleh dosen atau mahasiswa dapat menjadi alternatif pengembangan kompetensi. Inovasi alat peraga dan eksperimen sederhana juga perlu terus digali agar materi fisika mudah dipahami. Semua ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan sains yang aktif meskipun dalam keterbatasan sumber daya.
- Usaha Meubel Jedong Sekarputih Balongpanggang Gresik | Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.... doi.org/10.30651/aks.v1i1.300Usaha Meubel Jedong Sekarputih Balongpanggang Gresik Aksiologiya Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat doi 10 30651 aks v1i1 300
- Upaya Peningkatan Minat Belajar Sains Fisika di SDN 022 Samarinda Utara Melalui Pelatihan Pengukuran... journal.um-surabaya.ac.id/Axiologiya/article/view/11119Upaya Peningkatan Minat Belajar Sains Fisika di SDN 022 Samarinda Utara Melalui Pelatihan Pengukuran journal um surabaya ac Axiologiya article view 11119
| File size | 242.91 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
SINESIASINESIA Respon subjek terhadap pembelajaran sangat positif dengan persentase masing-masing 90,90%; 95,45%; 86,36%; 97,72%; dan 88,63%. Model Problem Based LearningRespon subjek terhadap pembelajaran sangat positif dengan persentase masing-masing 90,90%; 95,45%; 86,36%; 97,72%; dan 88,63%. Model Problem Based Learning
AIPKEMAAIPKEMA Penggunaan alat peraga mini phantom panggul efektif meningkatkan pengetahuan, tetapi tidak efektif untuk sikap dan keterampilan mahasiswa D3 kebidananPenggunaan alat peraga mini phantom panggul efektif meningkatkan pengetahuan, tetapi tidak efektif untuk sikap dan keterampilan mahasiswa D3 kebidanan
UNISSULAUNISSULA Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Aspek persepsi yang diukur adalahPenelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Aspek persepsi yang diukur adalah
UNSULBARUNSULBAR Terdapat perbedaan karakteristik dalam diri siswa saat proses mengolah informasi untuk menghasilkan ide, khususnya karakteristik berupa gender (laki-lakiTerdapat perbedaan karakteristik dalam diri siswa saat proses mengolah informasi untuk menghasilkan ide, khususnya karakteristik berupa gender (laki-laki
PSPPJOURNALSPSPPJOURNALS Human Resource Development (HRD) memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan kreativitas karyawan. Program-program HRD memungkinkan perusahaan menciptakanHuman Resource Development (HRD) memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan kreativitas karyawan. Program-program HRD memungkinkan perusahaan menciptakan
UMPWRUMPWR Hasil dari pelaksanaan KKN ini adalah terlaksananya program‑program kerja dengan baik dan lancar. KKN di Desa Bener berhasil melaksanakan semua programHasil dari pelaksanaan KKN ini adalah terlaksananya program‑program kerja dengan baik dan lancar. KKN di Desa Bener berhasil melaksanakan semua program
MAHADEWAMAHADEWA Karakteristik siswa di sekolah dasar (usia 6-12 tahun) termasuk dalam tahap perkembangan intelektual. Tahap perkembangan intelektual anak dimulai ketikaKarakteristik siswa di sekolah dasar (usia 6-12 tahun) termasuk dalam tahap perkembangan intelektual. Tahap perkembangan intelektual anak dimulai ketika
PENDIDIKANBIOLOGIUKAWPENDIDIKANBIOLOGIUKAW Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE dengan 5 langkah yaitu: 1) analisis, 2) desain, 3) pengembangan, 4) implementasi,Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE dengan 5 langkah yaitu: 1) analisis, 2) desain, 3) pengembangan, 4) implementasi,
Useful /
SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Financial literacy tidak berpengaruh signifikan terhadapPengolahan data dilakukan dengan menggunakan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Financial literacy tidak berpengaruh signifikan terhadap
PNCPNC Secara spesifik, defleksi maksimum sebesar 1,212 mm terjadi pada tumpuan engsel-rol dengan beban 20 N. Sementara itu, tumpuan jepit-rol menghasilkan defleksiSecara spesifik, defleksi maksimum sebesar 1,212 mm terjadi pada tumpuan engsel-rol dengan beban 20 N. Sementara itu, tumpuan jepit-rol menghasilkan defleksi
UNISSULAUNISSULA Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas 4 SD Negeri 1 Gubug. Hasil dari penelitian ini diperoleh hasil validator ahli media 1 dengan presentase 95%Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas 4 SD Negeri 1 Gubug. Hasil dari penelitian ini diperoleh hasil validator ahli media 1 dengan presentase 95%
UNISSULAUNISSULA Masalah barisan sebenarnya sudah sejak zaman Yunani kuno muncul sebagai salah satu masalah yang menarik perhatian. Konsep barisan yang kita kenal dalamMasalah barisan sebenarnya sudah sejak zaman Yunani kuno muncul sebagai salah satu masalah yang menarik perhatian. Konsep barisan yang kita kenal dalam