UNISSULAUNISSULA

Jurnal Pendidikan Sultan AgungJurnal Pendidikan Sultan Agung

Rendahnya literasi digital peserta didik pada abad 21 mengakibatkan hasil belajar formatif pada pembelajaran IPAS yang tidak sesuai dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP). Rendahnya hasil belajar formatif diakibatkan karena siswa kurang semangat dalam pembelajaran IPAS, untuk mengatasi permasalahan dibutuhkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penggunaan Media Edugames berbasis Articulate Storyline 3 dianggap sebagai salah satu media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik pada pembelajaran IPAS. Tujuan penelitian adalah untuk mengaplikasikan penerapan edugames. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah R&D. Metode yang dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber yang relevan sehingga memperoleh inti dari penelitian sebelumnya kemudian dianalisis. Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas 4 SD Negeri 1 Gubug. Hasil dari penelitian ini diperoleh hasil validator ahli media 1 dengan presentase 95% dan ahli media 2 dengan presentase 94%. Dan validator ahli materi dengan presentase 905% dan ahli materi 2 dengan presentas 89%. Sehingga dapat disimpulkan Penerapan Media Edugame berbasis articulate story line 3 efektif dalam pembelajaran IPAS sehingga berpengaruh dalam meningkatkan literasi digital dan meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik dapat dibuktikan melalui tercapinya KKTM.

Pendidikan karakter di era revolusi industri 4.0 terkonseptualisasi yang pertama dari proses yang bukan semata-mata karena program saja, guru kepala sekolah dan staf sekolah menjadi model dalam pendidikan karakter, implementasi pendidikan karakter itu disesuaikan dengan perkembangan psikologi peserta didik,pendidikan karakter menekankan proses internalisasi nilai-nilai bukan pembelajaran, pendidikan karakter menerapkan karakter menggunakan pola interaksi keluarga,pendidikan karakter merupakan gerakan nasional dan pendidikan karakter membangun individu seutuhnya.Selain itu bahwa meskipun teknologi dan keterampilan teknis sangat penting, nilai-nilai karakter tetap krusial untuk pengembangan holistik peserta didik.Temuan utama mengindikasikan adanya keterbatasan dalam kurikulum khusus, kurangnya pelatihan bagi guru, fokus berlebihan pada keterampilan teknis, rendahnya kesadaran peserta didik, dan keterbatasan waktu dalam mengajarkan pendidikan karakter.Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan integrasi yang lebih baik antara pendidikan karakter dan keterampilan teknis dalam kurikulum, peningkatan pelatihan bagi guru, serta pendekatan yang sistematis dan holistik dalam pendidikan.Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menjadi mahir dalam teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat yang siap menghadapi tantangan etis dan sosial di era digital ini.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, perlu ada pendekatan yang lebih holistik dan terintegrasi dalam sistem pendidikan. Kurikulum yang lebih komprehensif, pelatihan yang lebih baik untuk guru, dan penyesuaian waktu serta prioritas dalam proses belajar mengajar dapat membantu memperbaiki pendidikan karakter di era Revolusi Industri 4.0. Selain itu, penting untuk mengembangkan sumber daya manusia yang holistik, dengan fokus pada aspek kognitif, emosional, dan sosial, agar peserta didik siap menghadapi tantangan global dan teknologi. Pendidikan karakter juga dapat membantu membentuk generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter, sehingga penelitian ini bermanfaat tidak hanya bagi individu peserta didik, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

  1. Menyongsong Masa Depan: Transformasi Karakter Siswa Generasi Alpha Melalui Pendidikan Islam yang Berbasis... doi.org/10.54069/attadrib.v7i1.628Menyongsong Masa Depan Transformasi Karakter Siswa Generasi Alpha Melalui Pendidikan Islam yang Berbasis doi 10 54069 attadrib v7i1 628
Read online
File size888.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test