PKRPKR
JURNAL IBU DAN ANAKJURNAL IBU DAN ANAKPenggunaan anastesi dalam penjahitan robekan perineum merupakan asuhan sayang ibu. pemberian anastesi sebelum dilakukan seluruh bidan dengan alasan pemberian anastesi dapat memperlambat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan penyembuhan luka perineum post hecting antara ibu yang diberikan anastesi sebelum penjahitan perineum dengan ibu yang tidak diberikan anastesi sebelum penjahitan perineum. Jenis penelitian adalah pre-eksperimen, desain penelitian intact group comparison. Sampel dalam penelitian ini sebanyak total sampel sebanyak 6 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan accidental sampling. Analisa data dilakukan dengan uji statistik T Independen, penelitian dilaksanakan dari tanggal 10 Maret-10 mei 2024 di RSUD Padang Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan lama penyembuhan luka yang menggunakan anastesi adalah 10 hari sementara penyembuhan luka yang tidak menggunakan anastesi adalah 6 hari. Hasil analisa bivariat dapat disimpulkan terdapat perbedaan penyembuhan luka antara ibu yang diberikan anastesi sebelum dilakukan tindakan penjahitan perineum dengan ibu yang tidak diberikan anastesi sebelum dilakukan tindakan penjahitan perineum dengan nilai P=0,013 (< 0,05). Tenaga kesehatan hendaknya meningkatkan keterampilan terhadap ilmu kebidanan khususnya dalam penanganan ruptur perineum sehingga dapat mengurangi resiko infeksi terhadap ibu nifas.
Berdasarkan hasil pengolahan data mengenai perbedaan lama penyembuhan luka perineum post hecting dengan anastesi dan tanpa anastesi pada ibu setelah persalinan di RSUD padang pariaman maka dapat disimpulkan sebagai berikut.Rata-rata lama penyembuhan luka responden yang tidak diberikan anastesi yang dilakukan penjahitan perineum adalah 6,33 hari.Rata-rata lama penyembuhan luka responden yang diberikananastesi sebelum dilakukan tindakan penjahitan perineum adalah 10,33 hari.Terdapat perbedaan penyembuhan luka antara responden yang diberikan anastesi sebelum dilakukan penjahitan perineum dengan responden yang tidak diberikan anastesi sebelum dilakukan tindakan penjahitan perineum (P < 0,05).
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai penanganan luka perineum pada ibu bersalin. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai rumah sakit untuk meningkatkan generalisasi hasil. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai jenis anestesi lokal terhadap lama penyembuhan luka perineum, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti dosis dan teknik pemberian. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi ibu bersalin mengenai penggunaan anestesi lokal selama penjahitan perineum, serta dampaknya terhadap tingkat kepuasan dan kenyamanan mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung praktik klinis yang optimal dalam penanganan luka perineum, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan mengurangi risiko komplikasi pada ibu bersalin.
| File size | 323.27 KB |
| Pages | 5 |
| Short Link | https://juris.id/p-3i6 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Penggunaan minyak alpukat secara topikal menunjukkan potensi penggunaannya dalam sediaan kosmetik. Minyak alpukat berpotensi sebagai zat aktif kosmetikPenggunaan minyak alpukat secara topikal menunjukkan potensi penggunaannya dalam sediaan kosmetik. Minyak alpukat berpotensi sebagai zat aktif kosmetik
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan pra – post test dalam satu kelompok. Data diambil pada tanggal 17 Juli 2024 sampaiPenelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan pra – post test dalam satu kelompok. Data diambil pada tanggal 17 Juli 2024 sampai
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Komplikasi yang menjadi penyebab kematian terbanyak yaitu asfiksia, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan infeksi. Persentase kematian neonatal pada BBLRKomplikasi yang menjadi penyebab kematian terbanyak yaitu asfiksia, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan infeksi. Persentase kematian neonatal pada BBLR
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan identifikasi pasien di Klinik Laras Hati belum berjalan denganMetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan identifikasi pasien di Klinik Laras Hati belum berjalan dengan
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Penelitian survey deskriptif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel yaitu 69 siswa, 13 guru dan staf. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. HasilPenelitian survey deskriptif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel yaitu 69 siswa, 13 guru dan staf. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan nilai ABI pada kelompok setelah dilakukan intervensi. Intervensi terapi fisik modalitas dapatKesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan nilai ABI pada kelompok setelah dilakukan intervensi. Intervensi terapi fisik modalitas dapat
STIKESNHSTIKESNH Menurut World Health Organization (WHO) di dalam laporan yang diterbitkan pada tahun 2016, pada tahun 2014 terdapat 422 juta orang dewasa dengan penyakitMenurut World Health Organization (WHO) di dalam laporan yang diterbitkan pada tahun 2016, pada tahun 2014 terdapat 422 juta orang dewasa dengan penyakit
MARANATHAMARANATHA Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efek sari buah nanas secara topikal pada proses penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bersifat eksperimentalTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efek sari buah nanas secara topikal pada proses penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bersifat eksperimental
Useful /
UnwahasUnwahas Dispersi padat yang diadsorpsikan menunjukkan peningkatan laju disolusi yang lebih tinggi dibanding dispersi padat ezetimibe-PEG 8000. Karakterisasi difraksiDispersi padat yang diadsorpsikan menunjukkan peningkatan laju disolusi yang lebih tinggi dibanding dispersi padat ezetimibe-PEG 8000. Karakterisasi difraksi
LIFESCIFILIFESCIFI Makalah penelitian ini menggunakan desain kuantitatif untuk menentukan hubungan antara Covid-19 dan PDB serta Perdagangan negara-negara Afrika. PenelitianMakalah penelitian ini menggunakan desain kuantitatif untuk menentukan hubungan antara Covid-19 dan PDB serta Perdagangan negara-negara Afrika. Penelitian
LIFESCIFILIFESCIFI Temuan mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, efek pemasaran hijau pada UMKM Serbia signifikan secara statistik, sementara moderasi ekopreneurship jugaTemuan mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, efek pemasaran hijau pada UMKM Serbia signifikan secara statistik, sementara moderasi ekopreneurship juga
PKRPKR Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan total sampling pada 22 balita stunting. Data dikumpulkan melaluiPenelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan total sampling pada 22 balita stunting. Data dikumpulkan melalui