JPRJPR
Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik RekonstruksiLatar belakang: Limfedema stadium lanjut ditandai oleh disfungsi limfatik dan pertumbuhan berlebih jaringan fibroadiposa. Pengobatan tunggal seperti lymphaticovenous bypass (LVB) atau liposuksi saja sering tidak memadai. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi keamanan dan hasil terapi simultan LVB dan liposuksi yang mempertahankan jaringan limfatik pada penderita limfedema ekstremitas bawah stadium lanjut. Metode: Sebuah seri kasus melibatkan empat pasien dengan limfedema sekunder (stadium ISL II–III; LDB IV–V) yang semuanya menjalani LVB dan liposuksi secara bersamaan. Volume tungkai diukur dengan rumus kerucut terpotong pada waktu dasar, 1 minggu, dan 12 bulan pascaoperasi, sedangkan kualitas hidup dinilai dengan kuesioner LYMPH‑Q. Salah satu pasien bilateralisme menerima LVB pada kedua tungkai, tetapi liposuksi hanya pada satu tungkai, memungkinkan perbandingan internal langsung. Hasil: Semua pasien menunjukkan penurunan volume tungkai segera pascaoperasi antara 12,13%–37,68%, dengan perbaikan lebih lanjut hingga 42,1% pada 12 bulan. Skor kualitas hidup meningkat signifikan hingga 37,29%. Pada kasus bilateral, tungkai yang menerima kombinasi LVB dan liposuksi menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan tungkai yang hanya menerima LVB. Tidak terdapat komplikasi mayor. Kesimpulan: Terapi simultan LVB dan liposuksi lymph‑sparing aman dan efektif untuk limfedema stadium lanjut, mengatasi akumulasi cairan serta hipertrofi fibrotik, dan menghasilkan perbaikan fungsi serta estetika yang lebih baik dibandingkan teknik tunggal. Studi lebih besar dengan follow‑up lebih lama diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengoptimalkan pemilihan pasien.
Prosedur simultan LVB dan liposuksi dengan teknik lymph‑sparing terbukti aman dan efektif untuk penatalaksanaan limfedema stadium lanjut.Pendekatan multimodal ini mengatasi akumulasi cairan sekaligus hipertrofi fibrotik, sehingga memberikan hasil fungsional dan estetik yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan salah satu teknik saja.Studi dengan jumlah sampel lebih besar dan tindak lanjut jangka panjang masih diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini serta mengoptimalkan seleksi pasien.
Penelitian selanjutnya dapat melakukan uji klinis terkontrol secara multisentra yang membandingkan hasil jangka panjang antara terapi simultan LVB‑liposuksi dengan terapi LVB saja pada pasien limfedema ekstremitas bawah stadium lanjut, dengan fokus pada pengukuran volume, kualitas hidup, dan tingkat komplikasi. Selanjutnya, studi observasional dapat menilai nilai prediktif penggunaan pencitraan canggih seperti kombinasi ICG lymphography dan MRI lymphangiography untuk menentukan kriteria seleksi pasien yang paling diuntungkan oleh pendekatan multimodal, sehingga mempersonalisasi keputusan klinis. Akhirnya, analisis ekonomi yang komprehensif diperlukan untuk mengevaluasi biaya‑efektivitas terapi dual‑modality dibandingkan dengan terapi tunggal dan terapi kompresi jangka panjang, termasuk pertimbangan beban biaya pada sistem kesehatan dan kualitas hidup pasien.
| File size | 3.92 MB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLKESBANPOLKESBAN Kepatuhan terhadap pengobatan tetap rendah, terutama karena efek samping, meskipun pasien memiliki pengetahuan dan sikap yang baik, serta dukungan tenagaKepatuhan terhadap pengobatan tetap rendah, terutama karena efek samping, meskipun pasien memiliki pengetahuan dan sikap yang baik, serta dukungan tenaga
STIKESRSANWARMEDIKASTIKESRSANWARMEDIKA Peningkatan tersebut berkontribusi pada tingkat kesembuhan yang lebih tinggi serta memperbaiki kemampuan ekonomi pasien. Selain itu, inovasi membantu mengurangiPeningkatan tersebut berkontribusi pada tingkat kesembuhan yang lebih tinggi serta memperbaiki kemampuan ekonomi pasien. Selain itu, inovasi membantu mengurangi
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Dari hasil pemeriksaan laboratorium di dapat anemia berat (Hb 6. 5 gr/dl), leukositosis 24.100/µL, trombositopenia, LED meningkat, dan 25% sel plasmaDari hasil pemeriksaan laboratorium di dapat anemia berat (Hb 6. 5 gr/dl), leukositosis 24.100/µL, trombositopenia, LED meningkat, dan 25% sel plasma
KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK Studi menggunakan desain eksperimental pre-test–post-test kelompok kontrol dengan sampling purposive. Dua puluh enam peserta lansia dipilih dan dialokasikanStudi menggunakan desain eksperimental pre-test–post-test kelompok kontrol dengan sampling purposive. Dua puluh enam peserta lansia dipilih dan dialokasikan
STIKESNHSTIKESNH Teknik ini dapat dijadikan sebagai intervensi non-farmakologis yang sederhana, aman, dan aplikatif untuk mendukung manajemen pernapasan pada pasien denganTeknik ini dapat dijadikan sebagai intervensi non-farmakologis yang sederhana, aman, dan aplikatif untuk mendukung manajemen pernapasan pada pasien dengan
STIKESALFATAHSTIKESALFATAH Terdapat perbedaan antara jumlah leukosit dan kadar CRP pada pasien DM di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Penelitian ini menunjukkan adanya variasi dalamTerdapat perbedaan antara jumlah leukosit dan kadar CRP pada pasien DM di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Penelitian ini menunjukkan adanya variasi dalam
JPRJPR Studi ini ingin mengetahui efek BCAA terhadap proses penyembuhan luka. Dari studi didapatkan BCAA dapat meningkatkan serum albumin dengan cara melaluiStudi ini ingin mengetahui efek BCAA terhadap proses penyembuhan luka. Dari studi didapatkan BCAA dapat meningkatkan serum albumin dengan cara melalui
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Untuk latihan secara langsung mungkin akan sulit memperagakan praktek pursed lib breathing maka pilihan ya bisa mengunakan media Audio visual. Evidence-basedUntuk latihan secara langsung mungkin akan sulit memperagakan praktek pursed lib breathing maka pilihan ya bisa mengunakan media Audio visual. Evidence-based
Useful /
ESDMESDM Sebanyak 25 sampel sedimen dasar laut dari Teluk Bone bagian utara, Sulawesi Selatan telah digunakan untuk analisis foraminifera dalam kaitannya denganSebanyak 25 sampel sedimen dasar laut dari Teluk Bone bagian utara, Sulawesi Selatan telah digunakan untuk analisis foraminifera dalam kaitannya dengan
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden berusia 13 hingga 15 tahun yang dipilihMetode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden berusia 13 hingga 15 tahun yang dipilih
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Tingkat pengetahuan remaja setelah diberikan penyuluhan SADARI ada pada kategori baik. Dalam kegiatan penyuluhan di STIKES Pelita Ilmu Depok perlu dilakukanTingkat pengetahuan remaja setelah diberikan penyuluhan SADARI ada pada kategori baik. Dalam kegiatan penyuluhan di STIKES Pelita Ilmu Depok perlu dilakukan
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Perawat yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan perlu melakukan perubahan dengan memberikan pelayanan keperawatan dalam bentuk model metodePerawat yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan perlu melakukan perubahan dengan memberikan pelayanan keperawatan dalam bentuk model metode