UM SURABAYAUM SURABAYA

Qanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah SurabayaQanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah Surabaya

Rokok elektrik (ENDS) dan konvensional mengandung karbon monoksida (CO) yang diduga berperan utama menyebabkan penyakit kardiovaskuler. CO merupakan zat yang berbahaya karena sebagai radikal bebas dan sifatnya yang memiliki afinitas yang tinggi terhadap hemoglobin. Hal ini dapat menyebabkan hipoksia yang mengakibatkan kematian sel (nekrosis) ditandai dengan inti sel yang piknosis. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran histopatologi ventrikel kiri tikus terhadap paparan rokok elektrik (ENDS) dan konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Sampel adalah tikus Rattus norvegicus dengan jumlah 18 ekor dibagi dalam 3 kelompok, yakni kelompok K sebagai kontrol negatif, kelompok P1 diberikan paparan rokok konvensional, dan kelompok P2 diberikan paparan ENDS. Dari hasil penelitian didapatkan perbedaan yang bermakna jumlah inti sel piknotik pada ketiga kelompok (p-value=0,008). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok K dan P1 (p=0,004), kelompok K dan P2 (p=0,012). Namun, antar kelompok P1 dan P2 tidak terdapat perbedaan bermakna (p=0,567). Paparan rokok elektrik dan konvensional memiliki efek yang signifikan dibanding kontrol terhadap jumlah inti piknotik. Namun, tidak mengalami perbedaan bermakna antara paparan asap rokok elektrik (ENDS) dan konvensional.

Paparan rokok elektrik dan konvensional memiliki efek signifikan terhadap jumlah inti sel piknotik pada ventrikel kiri tikus dibandingkan kontrol.Namun, tidak terdapat perbedaan bermakna antara efek paparan asap rokok elektrik (ENDS) dan konvensional terhadap jumlah inti sel piknotik.Hasil ini menunjukkan bahwa baik rokok elektrik maupun konvensional menyebabkan kerusakan sel jantung, meskipun intensitasnya tidak berbeda secara signifikan.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efek jangka panjang dari paparan rokok elektrik dan konvensional terhadap jaringan jantung pada hewan percobaan. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang mekanisme kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas dari kedua jenis rokok tersebut. Penelitian juga dapat mengkaji pengaruh variasi dosis dan durasi paparan terhadap tingkat kerusakan histopatologi pada organ jantung, serta membandingkan respons imunologis antara kedua jenis rokok. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan kebijakan kesehatan terkait penggunaan rokok elektrik sebagai alternatif rokok konvensional.

  1. Chemical Composition of Aerosol from an E-Cigarette: A Quantitative Comparison with Cigarette Smoke |... pubs.acs.org/doi/10.1021/acs.chemrestox.6b00188Chemical Composition of Aerosol from an E Cigarette A Quantitative Comparison with Cigarette Smoke pubs acs doi 10 1021 acs chemrestox 6b00188
Read online
File size320.07 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test