UM SURABAYAUM SURABAYA

Qanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah SurabayaQanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah Surabaya

Diabetes mellitus termasuk penyakit kronis yang banyak terjadi di masyarakat. Prevalensi DM di dunia adalah 1,9% dan merupakan penyebab kematian urutan ketujuh. Diperkirakan prevalensi akan meningkat menjadi 21,3 juta pada tahun 2030 jika penatalaksanaan diabetes tidak dikembangkan dengan baik. Diabetes mellitus pragestasional memiliki dampak signifikan pada hasil akhir kehamilan, terutama pada perkembangan plasenta yang dinilai melalui berat plasenta. Terapi dengan insulin sering menimbulkan komplikasi, sedangkan ekstrak jahe (Zingiber officinale) dosis 500 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar glukosa serum pada tikus yang diinduksi diabetes dan diharapkan dapat meningkatkan berat plasenta. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh pemberian insulin dan ekstrak jahe terhadap berat plasenta pada model Rattus norvegicus diabetes mellitus pragestasional. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan rancangan post‑test only control group, menggunakan sampel tikus hamil yang dibagi secara simple random sampling. Variabel independen adalah insulin dan ekstrak jahe, variabel dependen adalah berat plasenta. Analisis data menggunakan Kruskal‑Wallis dilanjutkan dengan uji Post‑Hoc Bonferroni, yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05) antara kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok perlakuan.

Penelitian ini tidak menemukan perbedaan signifikan berat plasenta antar kelompok.Namun, rata‑rata berat plasenta pada kelompok yang menerima kombinasi insulin dan ekstrak jahe lebih tinggi dibandingkan kelompok lain.Hal tersebut menunjukkan adanya proses adaptasi pada model Rattus norvegicus Diabetes Mellitus Pragestasional.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas ukuran sampel untuk meningkatkan kekuatan statistik dan memastikan temuan dapat digeneralisasi pada populasi yang lebih luas. Selanjutnya, diperlukan studi molekuler yang meneliti mekanisme apoptosis pada plasenta terkait penggunaan kombinasi insulin dan ekstrak jahe, sehingga dapat menjelaskan secara biologis mengapa berat plasenta meningkat. Selain itu, penelitian masa depan sebaiknya mengevaluasi efek jangka panjang pada pertumbuhan dan kesehatan bayi pasca lahir, termasuk aspek metabolik dan neurokognitif, untuk menilai manfaat klinis yang lebih komprehensif dari terapi kombinasi tersebut.

Read online
File size108.77 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test