UTPUTP

Journal of Rural and Urban Community StudiesJournal of Rural and Urban Community Studies

Penanaman padi organik merupakan sistem pertanian yang menggunakan bahan organik atau bahan alami yang dapat diperbarui sebagai input sehingga produk yang dihasilkan bebas dari bahan kimia berbahaya bagi kesehatan dan keseimbangan ekosistem. Pestisida yang digunakan bersifat botanikal. Penelitian ini bertujuan menentukan besaran pendapatan dan biaya pada budidaya padi organik dan non‑organik dengan varietas yang sama di Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu. Metode analisis yang dipakai meliputi analisis biaya, analisis pendapatan, dan uji t. Hasil menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan petani untuk budidaya padi organik lebih tinggi dibandingkan non‑organik, namun pendapatan petani organik lebih besar, dengan rata‑rata pendapatan per hektar sebesar Rp30.482.568,2 untuk organik dan Rp21.114.381,9 untuk non‑organik. Uji statistik mengindikasikan perbedaan yang signifikan, sehingga pendapatan budidaya padi organik lebih tinggi daripada budidaya padi non‑organik.

Analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pendapatan pertanian padi organik dan non‑organik, di mana pertanian organik meskipun memerlukan biaya awal lebih tinggi menghasilkan pendapatan yang lebih stabil dan meningkat seiring permintaan pasar organik.Pertanian non‑organik memiliki biaya awal lebih rendah namun menghadapi volatilitas harga jual dan risiko kesehatan jangka panjang akibat penggunaan pestisida sintetis.Oleh karena itu, pengembangan pertanian padi organik perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui penyediaan fasilitas, infrastruktur, serta peningkatan kemandirian petani dalam produksi input, dengan dukungan konseling dari layanan pertanian pemerintah.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak pendirian unit produksi pupuk organik berbasis komunitas terhadap kelayakan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan pada kebun padi organik di Desa Dukuh, sehingga dapat menilai apakah peningkatan akses bahan baku menurunkan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani. Selanjutnya, penelitian dapat menilai efektivitas program pelatihan peningkatan kemandirian petani dalam pengelolaan input organik, dengan fokus pada retensi pengetahuan dan tingkat adopsi praktik organik yang berkelanjutan. Terakhir, studi komparatif antar kecamatan dapat mengevaluasi peran peningkatan infrastruktur irigasi dan fasilitas pasca‑panen terhadap perbedaan hasil dan pendapatan antara sistem organik dan non‑organik, memberikan gambaran kebijakan peningkatan produktivitas secara lebih luas.

  1. EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR–FAKTOR PRODUKSI PADA USAHA TANI JAGUNG | Jurnal Ilmiah... online-journal.unja.ac.id/index.php/JIITUJ/article/view/3733EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTORyCAuFAKTOR PRODUKSI PADA USAHA TANI JAGUNG Jurnal Ilmiah online journal unja ac index php JIITUJ article view 3733
  2. Comparison Of Income From Organic Rice And Non-Organic Farming In Dukuh Village, Delanggu District, Klaten... ejournal.utp.ac.id/index.php/JRUCS/article/view/4693Comparison Of Income From Organic Rice And Non Organic Farming In Dukuh Village Delanggu District Klaten ejournal utp ac index php JRUCS article view 4693
Read online
File size854.1 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test