UNSURUNSUR

AGROSCIENCEAGROSCIENCE

Upaya meningkatkan kesejahteraan petani dapat dilakukan dengan penerapan teknologi bertani secara terpadu, seperti program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usahatani padi pada Program SLPTT di Desa Pejaring. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kelompok Tani Batu Keliang Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat dengan pertimbangan bahwa Desa Pejaring merupakan salah satu desa yang memiliki kelompok tani yang mendapat Program SLPTT dengan jumlah responden sebanyak 25 orang yang ditentukan secara sensus. Data sekunder dan primer dikumpulkan dengan teknik survey dan wawancara langsung, kemudian dianalisis dengan metode cash flow analysis dan R/C ratio analysis. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi pada areal Program SLPTT di Desa Pejaring dengan nilai pendapatan sebesar Rp3.651.000/LLG atau Rp3.788.630/hektar, dinyatakan layak diusahakan dengan nilai R/C ratio sebesar 1,38. Dampak pendampingan program SLPTT padi telah terjadi peningkatan produksi dan pendapatan petani di Kelompok Tani Batu Keliang, Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur.

Berdasarkan hasil penelitian, usahatani padi sawah pada areal Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Kelompok Tani Batu Keliang Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat dengan nilai biaya usahatani padi sebesar Rp9.630/hektar, dan dinyatakan layak untuk diusahakan dengan nilai RCR sebesar 1,38.Program SLPTT padi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani di Kelompok Tani Batu Keliang, Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur.Dukungan paket teknologi kombinasi faktor input produksi yang maksimal, kelembagaan serta partisipasi semua pihak agar usahatani padi terus berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada aspek-aspek berikut: Pertama, mengkaji lebih lanjut tentang dampak pendampingan program SLPTT padi terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani secara lebih mendalam, dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program tersebut. Kedua, mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam penerapan teknologi pertanian berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk organik dan kombinasi faktor input produksi yang optimal, untuk meningkatkan produktivitas lahan dan usahatani padi. Ketiga, meneliti peran kelembagaan dalam mendukung keberlanjutan usahatani padi, dengan menganalisis efektivitas dan keberhasilan model-model kelembagaan yang ada dalam meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan petani. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan dan implementasi program-program pertanian yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesejahteraan petani.

  1. Evaluasi Dosis Pemupukan Rekomendasi Kementerian Pertanian untuk Tanaman Padi | Jurnal Ilmu Pertanian... doi.org/10.18343/jipi.27.2.153Evaluasi Dosis Pemupukan Rekomendasi Kementerian Pertanian untuk Tanaman Padi Jurnal Ilmu Pertanian doi 10 18343 jipi 27 2 153
  2. ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI NANAS (Ananas comosus L.) POLA TANAM MONOKULTUR DI KECAMATAN PRINGGASELA... doi.org/10.25157/jimag.v12i1.17396ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI NANAS Ananas comosus L POLA TANAM MONOKULTUR DI KECAMATAN PRINGGASELA doi 10 25157 jimag v12i1 17396
  3. Jurnal Agribisnis Pertanian Rappang. optimalisasi peran penyuluh pertanian padi sawah oryza sativa lamasi... jurnal.umsrappang.ac.id/jsa/article/view/1635Jurnal Agribisnis Pertanian Rappang optimalisasi peran penyuluh pertanian padi sawah oryza sativa lamasi jurnal umsrappang ac jsa article view 1635
  4. Farmers’ responses to farmer field schools (FFS) on integrated crop management: a case study in... riset.unisma.ac.id/index.php/JASE/article/view/23894FarmersAo responses to farmer field schools FFS on integrated crop management a case study in riset unisma ac index php JASE article view 23894
Read online
File size380.25 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test