UNISAPUNISAP

SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan PembelajaranSIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran Penugasan Jumat Ibadah sebagai kegiatan keagamaan terstruktur berbasis penugasan peran publik dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di MTs Negeri Salatiga. Penugasan Jumat Ibadah melibatkan siswa secara bergilir sebagai pelaku utama kegiatan, seperti menjadi MC, memimpin pembacaan Yasin, tahlil, doa, dan menyampaikan kultum, sehingga memberi pengalaman langsung tampil di depan umum dalam konteks religius. Penelitian ini dilandasi asumsi bahwa pemberian tanggung jawab dan pengalaman keberhasilan dapat memperkuat self-confidence siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru pembimbing dan siswa kelas VII–IX yang terlibat aktif dalam program tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum bertugas, sebagian besar siswa mengalami kecemasan, rasa takut, dan kurang percaya diri. Namun, setelah mengikuti penugasan secara berkelanjutan, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang nyata, terutama pada dimensi afektif (rasa lega, bangga, dan termotivasi), perilaku (kelancaran berbicara, stabilitas suara, dan keberanian tampil), serta kognitif (keyakinan terhadap kemampuan diri). Penugasan Jumat Ibadah terbukti berperan sebagai wahana pembelajaran berbasis pengalaman religius yang efektif dalam memperkuat self-efficacy siswa, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek latihan singkat dan pendampingan sistematis.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa program Penugasan Jumat Ibadah di MTs Negeri Salatiga berperan positif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui pengalaman langsung menjadi petugas dalam kegiatan keagamaan.Perubahan signifikan terjadi pada dimensi afektif, perilaku, dan kognitif siswa setelah mengikuti penugasan secara berkelanjutan.Meskipun demikian, program ini perlu diperkuat melalui penambahan sesi latihan singkat dan peningkatan kualitas pendampingan untuk memaksimalkan efektivitasnya.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian eksperimental untuk menguji secara lebih sistematis dampak Penugasan Jumat Ibadah terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa dengan membandingkan kelompok siswa yang mengikuti program dengan kelompok kontrol. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai peran dukungan sosial dari teman sebaya dan guru dalam proses peningkatan kepercayaan diri siswa selama mengikuti Penugasan Jumat Ibadah. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendampingan yang lebih efektif bagi siswa yang mengalami kecemasan atau kesulitan dalam menjalankan tugas sebagai petugas, termasuk penggunaan teknik-teknik relaksasi atau pelatihan public speaking singkat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami mekanisme peningkatan kepercayaan diri siswa melalui kegiatan keagamaan berbasis penugasan peran publik, serta menghasilkan rekomendasi praktis bagi sekolah dalam merancang program yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. SELF ESTEEM, RELIGIOSITY, AND PSYCHOLOGICAL ADJUSTMENT AMONG UNIVERSITY STUDENTS | PJPPRP. self esteem... doi.org/10.62663/pjpprp.v8i1.78SELF ESTEEM RELIGIOSITY AND PSYCHOLOGICAL ADJUSTMENT AMONG UNIVERSITY STUDENTS PJPPRP self esteem doi 10 62663 pjpprp v8i1 78
Read online
File size270.34 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test